{"id":99659,"date":"2026-07-08T09:20:00","date_gmt":"2026-07-08T02:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99659"},"modified":"2026-07-08T09:20:00","modified_gmt":"2026-07-08T02:20:00","slug":"rabu-08-juli-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99659","title":{"rendered":"Rabu, 08 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 08 Juli 2026<br \/>\nMatius 10:1 (Mat 10:1-7)<br \/>\nYesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.<\/p>\n<p>Mari Merasul Bersama Yesus<\/p>\n<p>Sekalipun Yesus adalah Allah dengan segala kuasa yang ada padaNya, Ia memerlukan teman untuk menjalankan misi perutusanNya di dunia ini yakni mewartakan datangNya Kerajaan Allah.<br \/>\nUntuk misi ini, Yesus tidak memilih orang-orang yang hebat menurut ukuran manusia, melainkan orang-orang biasa dan sederhana, apa adanya sesuai karakternya masing-masing.<br \/>\nBukan orang yang dengan kekuatannya sendiri mampu mengatasi segala masalah, melainkan orang yang mengandalkan Tuhan dan hanya bersandar pada kuasa kasih Tuhan.<\/p>\n<p>Betapa kita bersyukur, Yesus memilih kita menjadi murid-muridNya untuk ambil bagian dalam misi memperluas Kerajaan Allah. Yesus membutuhkan kita untuk terlibat dalam pertumbuhan Kerajaan Allah. Kitalah rasul-rasul zaman ini, misionaris yang diberi kepercayaan untuk menjadi saksi kebaikan Tuhan sesuai jalan hidup kita masing-masing.<br \/>\nEntah sebagai ibu rumah tangga, bapa keluarga, anak muda, anak-anak dan remaja sampai mereka yang lanjut usia.<\/p>\n<p>Kita semua abdi Tuhan yang diutus ke dunia ini untuk tujuan Tuhan, berkarya untuk kemuliaan Tuhan. Yesus memberi kita kuasa Roh KudusNya untuk mengusir kejahatan dan untuk menyembuhkan luka-luka hati.<br \/>\nMari menjalankan misi kita dengan penuh semangat dan sukacita, melanjutkan Kisah Para Rasul yang tidak berakhir pada Bab 28, melainkan berlanjut terus hingga kini. Mari menulis kisah kita masing-masing sebagai rasul Yesus.<\/p>\n<p>Selamat berkarya rasul-rasul Yesus jaman now. Yesus selalu menyertai kita dengan kuasaNya.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr (Los Angeles)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Jul 2026<br \/>\nRabu Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 1:15<br \/>\nBacaan Injil: Mat 10:1-7<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 1:15<br \/>\nKerajaan Allah sudah dekat;<br \/>\nbertobatlah dan percayalah kepada Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 10:1-7<br \/>\nPergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid-Nya,<br \/>\ndan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat<br \/>\ndan melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.<br \/>\nInilah nama kedua belas rasul itu:<br \/>\nPertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya;<br \/>\nYakobus, anak Zebedeus dan Yohanes, saudaranya;<br \/>\nFilipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius, pemungut cukai,<br \/>\nYakobus anak Alfeus, dan Tadeus,<br \/>\nSimon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.<\/p>\n<p>Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus,<br \/>\ndan Ia berpesan kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa lain,<br \/>\natau masuk ke dalam kota Samaria,<br \/>\nmelainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang<br \/>\ndari umat Israel.<br \/>\nPergilah dan wartakanlah, &#8216;Kerajaan Sorga sudah dekat&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Sorga sudah dekat. Yesus mendelegasikan mandat ilahi yang Ia terima dari Bapa. Menyatakan kedatangan Kerajaan Allah adalah tanggungjawab bersama. Tak seorangpun dari kita dipanggil hanya menjadi penonton. Kita masing-masing adalah bagian yang essensial dari rencana ilahi itu. St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus menyatakan hal itu dengan jelas: \u201cDemikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh,\u201d (Ef 2: 19 \u2013 22). Sayangnya sering kali kita memelihara mentalitas penonton atau melempar tanggungjawab kepada orang lain.<\/p>\n<p>Kalau tidak melempar tanggungjawab, banyak juga yang berkutat dengan rasa tidak layak. Injil hari ini menunjukkan bahwa Tuhan juga memanggil mereka yang tidak layak. Ia memanggil Petrus dan Andreas yang barangkali kurang berpendidikan. Ia memanggil Matius, pemungut cukai yang disingkirkan orang. Ia memanggil Thomas yang peragu, Simon orang Zelot yang ultra nasionalis. Bahkan Ia memanggil Yudas Iskariot yang akan mengkhianati Dia. Meski tidak layak, penuh kekurangan Yesus memanggil mereka.<\/p>\n<p>Atas cara yang sama, meski keberdosaan dan ketidaklayakan kita, Yesus memanggil kita menjadi murid-murid-Nya. Ia memanggil kita bukan tanpa alasan tetapi Ia memilih kita karena Ia mengenal kita masing-masing. Oleh sebab itu, tidak perlu kita takut dan khawatir jika Ia menghendaki kita untuk melakukan lebih dari sekadar menghadiri misa! Biarlah Ia memakai kita untuk kemuliaan Kerajaan-Nya!<\/p>\n<p>Kita menjadi pengikut Kristus bukan untuk menjadi penonton. Kita dipanggil untuk menegakkan Kerajaan Allah dalam situasi apapun dan dimanapun kita berada. Kita adalah bagian tak terpisahkan dari rencana Allah. Yesus mengingatkan kita dan ingin kita mengingatkan orang lain bahwa, \u201cKerajaan surga sudah dekat\u201d. Adalah tugas kita untuk mewujudkannya dalam kehidupan dan situasi kita masing-masing.<\/p>\n<p>Ya Tuhan, bimbinglah pikiran, perkataan, dan perbuatanku sehingga aku dapat memberitakan kerajaan-Mu dengan caraku sendiri, meski sangat sederhana. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Walau tak pantas karena dosa, kita belajar untuk setia, mencintai Yesus dan Gereja, mewartakan terang keselamatan-Nya. \u24bf\u24c1\u24ca&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"JiMxtcreHy\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tidak-dipanggil-untuk-menjadi-penonton\/\">Tidak Dipanggil untuk Menjadi Penonton<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cTidak Dipanggil untuk Menjadi Penonton\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tidak-dipanggil-untuk-menjadi-penonton\/embed\/#?secret=2n8DDfvOZt#?secret=JiMxtcreHy\" data-secret=\"JiMxtcreHy\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 08 Juli 2026 Matius 10:1 (Mat 10:1-7) Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Mari Merasul&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-99659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99659"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99660,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99659\/revisions\/99660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}