{"id":99620,"date":"2026-07-07T11:16:20","date_gmt":"2026-07-07T04:16:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99620"},"modified":"2026-07-07T11:16:20","modified_gmt":"2026-07-07T04:16:20","slug":"selasa-07-juli-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99620","title":{"rendered":"Selasa, 07 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 07 Juli 2026<br \/>\nMatius 9:32-33 (Mat 9:32-38)<br \/>\nSedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: &#8220;Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel. Tetapi orang Farisi berkata: &#8220;Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221;_<\/p>\n<p>Prasangka Buruk Tak Menghentikan Yesus<\/p>\n<p>Apapun yang baik yang dilakukan Yesus, tidak akan dihargai oleh orang Farisi. Ia malah dituduh melakukan semuanya itu dengan kuasa penghulu setan.<br \/>\nAkan tetapi, tuduhan dan penolakan orang Farisi tak menghentikan Yesus untuk terus berbelaskasih. Ia membuka mata orang buta dan telinga orang tuli serta mulut orang bisu.<br \/>\nYesus yang memilih menjadi manusia seperti kita, tentu menyadari betapa berat hidup ini bila mata tak dapat melihat, telinga tidak dapat mendengar dan mulut tidak dapat berkata-kata. Apalagi bila semuanya itu disebabkan oleh kuasa gelap yang menghendaki manusia terpisah dari Tuhan dan dari sesamanya.<\/p>\n<p>Yesus selalu tergerak hati oleh belaskasihan (Ayat 36). Ia tak akan membiarkan anak-anak Allah terlepas dari kasih sayang Allah. Ia tak ingin keterbatasan manusiawi kita, baik secara fisik maupun mental, membuat kita jauh dari Allah Bapa kita.<br \/>\nYesus menghendaki agar cinta Allah terus dialami semua putra putri Allah.<br \/>\nCinta kasih adalah bahasa ilahi yang bisa didengar orang tuli dan dapat dilihat oleh orang buta serta dapat diceritakan oleh orang bisu. Di mana ada cintakasih di situ hadirlah Tuhan.<\/p>\n<p>Teruslah berbuat baik, selalu tergerak oleh belaskasihan apapun tanggapan orang lain di sekitar. Jadilah tangan Tuhan yang terus bekerja dan terulur membantu. Jadilah hati Tuhan yang tak berhenti mencintai dan mengampuni. Jadilah mata Tuhan yang selalu melihat kebaikan dalam diri orang lain.<br \/>\nSabda Yesus ini kiranya mendorong kita: \u201cHendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221; (Mat 5:16).<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Mari bersaksi betapa baiknya Tuhan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr (Washington DC)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Jul 2026<br \/>\nSelasa Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:32-38<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:14<br \/>\nAku ini gembala yang baik, sabda Tuhan;<br \/>\nAku mengenal domba-domba-Ku,<br \/>\ndan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:32-38<br \/>\nTuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\ndibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.<br \/>\nSetelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.<\/p>\n<p>Maka heranlah orang banyak, katanya,<br \/>\n&#8220;Hal semacam ini belum pernah dilihat orang di Israel!&#8221;<br \/>\nTetapi orang Farisi berkata,<br \/>\n&#8220;Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;<br \/>\nIa mengajar dalam rumah-rumah ibadat<br \/>\ndan mewartakan Injil Kerajaan Surga<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.<br \/>\nMelihat orang banyak itu<br \/>\ntergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,<br \/>\nkarena mereka lelah dan terlantar<br \/>\nseperti domba yang tidak bergembala.<br \/>\nMaka kata-Nya kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.<br \/>\nKarena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,<br \/>\nsupaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini diawali dengan peristiwa Yesus menyembuhkan seorang yang bisu karena kerasukan setan. Tindakan Yesus itu memicu reaksi yang beragam. &#8220;Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.&#8221; Namun, orang-orang Farisi tidak mau mengakui Yesus. Hari ini, Injil mengajak kita untuk memperhatikan kekuatan jahat yang telah membungkam orang sehingga bisu itu.<\/p>\n<p>Hidup manusia hingga saat ini masih menderita karena kekuatan-kekuatan jahat ini. Perhatikan kekuatan dan kondisi yang membuat kita menjadi bisu: terhalang untuk mengatakan kebenaran. Penolakan kita untuk membela keadilan, perdamaian, dan kasih merupakan tanda bahwa kekuatan-kekuatan yang membungkam ini hadir di dalam hati kita sendiri, dalam kehidupan komunitas kita, dan di dalam Gereja.<\/p>\n<p>Perikope kita hari ini diakhiri dengan sebuah bagian yang menghantar kita pada bab berikutnya, yaitu khotbah tentang \u201cmisi\u201d. Ketika Yesus melihat orang-orang yang tampak \u201clelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala\u201d, Ia mengutus para murid-Nya untuk pergi ke mana-mana guna menyebarkan Kabar Baik. Pertama-tama, Ia memerintahkan mereka untuk berdoa, bukan langsung bekerja dan berkhotbah: \u201cKarena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.\u201d<\/p>\n<p>Sungguh memprihatinkan melihat betapa banyak orang di sekitar kita yang lelah, kebingungan, dan tuli terhadap Sabda Tuhan! Suara Tuhan dan suara-suara mereka yang menyerukan kebenaran dihalangi masuk ke dalam hidup kita oleh kekuatan-kekuatan jahat. Ketika dihadapkan pada ketidakadilan, kebencian, kekerasan, dan penindasan, suara yang kita dengarkan justru adalah suara yang membungkam kita.<\/p>\n<p>Kita perlu mengusir setan dari kehidupan kita \u2014 mengusir setan-setan ketakutan dan egoisme. Setan-setan ini hanya dapat diusir oleh kehadiran Yesus yang hidup. Biarlah kita dipenuhi oleh Roh Kudus yang penuh keberanian, belas kasihan, dan empati, serta terbebas dari roh jahat ketakutan yang membungkam kita itu.<\/p>\n<p>Injil hari ini mengungkapkan salah satu \u201crahasia\u201d Yesus: belas kasih. Dengan belas kasih itulah Ia memandang orang banyak, bukan dari kejauhan sambil berkata, &#8220;Oh, kasihan\u2026 betapa malangnya orang-orang itu.&#8221; Tetapi Ia sendiri mengalami penderitaan kita, berempati dengan kita, ada bersama kita dan mengambil tindakan dari tempat itu. Dan Dia memanggil kita untuk melakukan hal yang sama.<\/p>\n<p>Ya Allah, Hati-Mu terjelma dalam diri Yesus Kristus, Putera-Mu. Dalam Dia Engkau telah menunjukkan kepada kami belas kasih-Mu kepada semua yang lemah. Bentuklah hati kami agar menjadi semakin serupa dengan hati Putera-Mu yang berbelas kasih. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Usir setan yang membisukan kita! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"vhmZE1whuM\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/berbelaskasih-seperti-yesus\/\">Berbelaskasih Seperti Yesus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cBerbelaskasih Seperti Yesus\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/berbelaskasih-seperti-yesus\/embed\/#?secret=FDChYw9gvX#?secret=vhmZE1whuM\" data-secret=\"vhmZE1whuM\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 07 Juli 2026 Matius 9:32-33 (Mat 9:32-38) Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-99620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99620"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99621,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99620\/revisions\/99621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}