{"id":99592,"date":"2026-07-06T18:58:53","date_gmt":"2026-07-06T11:58:53","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99592"},"modified":"2026-07-06T18:58:54","modified_gmt":"2026-07-06T11:58:54","slug":"selasa-07-juli-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99592","title":{"rendered":"Selasa, 07 Juli 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Mazmur 115:10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hai umat Allah, percayalah kepada Tuhan!&nbsp;Dialah pertolonganmu dan perisaimu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para nabi bertugas menjaga agar umat jangan lari kepada berhala-berhala. Ancaman, hukuman, bahkan kembali ke Mesir dilontarkan oleh Hosea, agar umat tetap setia mengabdi Tuhan. Yesus lebih memperlihatkan belas kasih kepada domba-domba tanpa gembala. Ia menghimbau agar tampil gembala-gembala yang menyertai domba-domba-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa maha pengasih,&nbsp;Engkaulah yang menciptakan segala sesuatu yang hidup&nbsp;dan merupakan sumber sukacita.&nbsp;Semoga nama-Mu menjadi kekuatan kami&nbsp;pada saat suka dan duka, pada saat sakit dan sehat.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Hosea 8:4-7.11-13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMereka menabur angin dan akan panen puting beliung.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan bersabda, \u201cMereka telah mengangkat raja, tapi tanpa persetujuan-Ku. Mereka mengangkat pemuka, tapi tanpa setahu-Ku. Bagi dirinya mereka telah membuat berhala-berhala dari emas dan perak. Maka mereka dibinasakan. Aku menolak anak lembumu, hai Samaria. Murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama orang-orang Israel ini tidak dapat disucikan? Sebab patung anak lembu itu kan dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan remuklah anak lembu Samaria itu! Mereka menabur angin! Maka mereka akan menuai putting beliung. Gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak akan menghasilkan tepung! Dan seandainya menghasilkan, maka orang-orang asing akan menelannya. Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah. Tetapi mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa. Sekalipun Kutuliskan banyak pengajaran baginya semuanya akan mereka anggap sebagai sesuatu yang asing. Mereka menyukai kurban sembelihan. Mereka mempersembahkan daging dan memakannya. Tetapi Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Tuhan akan mengingat kesalahan mereka dan menghukum dosa mereka. Mereka harus kembali ke Mesir.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref<\/em><em>. Hai umat, percayalah kepada Tuhan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat; mempunyai telinga, tetapi tdak dapat mendengar; mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.<\/li>\n\n\n\n<li>Hai Israel, percayalah kepada Tuhan: Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada Tuhan! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S : (Yoh 10:27)&nbsp;<em>Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:32-38<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cTuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara. Maka heranlah orang banyak, katanya, \u201cHal semacam itu belum pernah dilihat orang di Israel!\u201d Tetapi orang Farisi berkata, \u201cDengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.\u201d Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah idabat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, \u201cTuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Rafael Sudibyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, dalam resi \u2013 renungan singkat dehonian, edisi hari minggu biasa pekan XIV,&nbsp; selasa, 7 Julii 2026. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan;&nbsp;<em>Bacaan dari Injil Suci, menurut Matius&nbsp;<\/em>(Matius 9:32-38).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, sebuah pemandangan yang barangkali sangat akrab di mata kita hari ini: hiruk-pikuk stasiun di jam pulang kerja, deretan kendaraan yang terjebak macet di bawah guyuran hujan, atau sekadar tatapan kosong seseorang yang sedang duduk sendirian di kedai kopi. Di balik semua kesibukan, pencapaian, dan tawa yang kita pamerkan di media sosial, ada sebuah rasa yang sering kali kita sembunyikan rapat-rapat: rasa lelah. Bukan sekadar lelah fisik setelah seharian bekerja, melainkan lelah mental dan batin yang membuat jiwa terasa kosong.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Yesus memandang kerumunan orang yang datang kepada-Nya dengan tatapan yang sama. Injil Matius mencatat sebuah kalimat yang begitu menyentuh hati:&nbsp;<em>Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kata \u201clelah\u201d dalam teks aslinya bukan sekadar berarti mengantuk atau butuh istirahat tidur. Kata itu menggambarkan kondisi jiwa yang terkoyak, lunglai, dan kehabisan daya hidup akibat tekanan yang bertubi-tubi. Sementara kata \u201cterlantar\u201d merujuk pada kondisi domba yang terbaring pasrah, tak berdaya untuk bangkit lagi karena tidak ada yang menuntun mereka ke padang yang hijau atau melindungi mereka dari serigala. Mereka melangkah tanpa arah, membawa beban hidup masing-masing tanpa tahu harus bersandar kepada siapa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menariknya, Yesus tidak memandang kerumunan itu dengan kemarahan, penghakiman, atau tuntutan agar mereka menjadi lebih kuat. Reaksi pertama-Nya adalah belas kasihan yang mendalam\u2014sebuah perasaan yang menggetarkan seluruh rahim-Nya, sebuah empati yang ikut merasakan kepedihan mereka. Yesus melihat melampaui topeng-topeng ketegaran yang mungkin mereka pasang. Di mata-Nya, mereka adalah jiwa-jiwa yang sangat berharga namun sedang kehilangan arah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita semua, lintas generasi\u2014baik anak muda yang cemas akan masa depan, orang dewasa yang terhimpit beban ekonomi dan keluarga, hingga lansia yang kesepian\u2014pernah atau sedang berada di posisi domba-domba itu. Kita merasa lelah berjuang sendirian, terlantar di tengah dunia yang menuntut kita untuk selalu mandiri, sukses, dan tanpa celah. Kita sering kali mencari \u201cgembala-gembala palsu\u201d dalam wujud validasi orang lain, materi, atau kesenangan sesaat, yang alih-alih memuaskan, justru membuat batin kita semakin dahaga dan tersesat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Melalui perikop ini, Yesus seolah ingin meletakkan tangan-Nya di atas bahu kita yang penat dan berbisik, \u201cAku melihat lelahmu. Kamu tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Ku.\u201d Kehadiran Kristus adalah jawaban bagi jiwa yang terlantar. Dia bukan mandor yang menambah beban kerja kita, melainkan Gembala Baik yang rindu membalut luka, menuntun kita keluar dari labirin kecemasan, dan memberikan kelegaan sejati.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Namun, renungan ini tidak berhenti pada kenyamanan diri kita sendiri. Yesus kemudian menoleh kepada para murid-Nya dan berkata bahwa tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Ketika kita telah mengalami sendiri bagaimana rasanya dipeluk dan dipulihkan oleh Sang Gembala di tengah rasa lelah kita, mata kita pun diubah. Kita diajak untuk tidak lagi egois, melainkan mulai memandang sesama di sekitar kita\u2014suami, istri, anak, rekan kerja, atau tetangga\u2014dengan kacamata belas kasihan yang sama.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak orang di sekitar kita yang tampak \u201cbaik-baik saja\u201d di luar, namun sebenarnya sedang menjerit minta tolong di dalam hati karena lelah dan terlantar. Hari ini, mari kita datang kepada Sang Gembala, membawa segala lelah kita ke altar-Nya, dan membiarkan diri kita dipulihkan. Setelah itu, jadilah perpanjangan tangan-Nya\u2014menjadi sesama yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, yang mau merangkul mereka yang rapuh, sehingga dunia tahu bahwa kita tidak pernah benar-benar ditinggalkan sendirian tanpa Gembala.Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita,&nbsp;<strong>+ Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kehidupan,&nbsp;melalui anggur roti ini&nbsp;perkenankanlah kami ikut menerima&nbsp;Roh Yesus Mesias, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 9:37-38<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Panen memang besar,&nbsp;tetapi sedikitlah pekerja panenan.&nbsp;Maka mohonlah kepada tuan panenan,&nbsp;Agar mengutus pekerja-pekerja untuk memanen.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa sumber cinta kasih,&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu&nbsp;atas segala karya dan jasa Putra-Mu.&nbsp;Perkenankanlah hidup kami&nbsp;semakin mirip dengan hidup-Nya&nbsp;dan semoga cinta kasih-Nya&nbsp;menjadi titik tolak segala usaha kami.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 07 Juii 2026 oleh Rm Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang Sumatera Selatang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/07\/06\/selasa-07-juli-2026-hari-biasa-pekan-xiv\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/07\/06\/selasa-07-juli-2026-hari-biasa-pekan-xiv\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=99592-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_334\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-99592-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=99592-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-07-Juii-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 lih. Mazmur 115:10 Hai umat Allah, percayalah kepada Tuhan!&nbsp;Dialah pertolonganmu dan perisaimu. PENGANTAR: Para nabi bertugas menjaga agar umat jangan lari kepada berhala-berhala. Ancaman, hukuman, bahkan kembali ke Mesir dilontarkan oleh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-99592","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99592"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99594,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99592\/revisions\/99594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}