{"id":99421,"date":"2026-07-03T18:11:54","date_gmt":"2026-07-03T11:11:54","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99421"},"modified":"2026-07-03T18:11:56","modified_gmt":"2026-07-03T11:11:56","slug":"jumat-03-juli-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99421","title":{"rendered":"Jumat, 03 Juli 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm 117:28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allahkulah Engkau, Engkau kupuji.&nbsp;Allahkulah Engkau, Engkau kuagungkan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keraguan, kebimbangan tentang iman dan Tuhan, tak usah menggelisahkan kita. Kita terikat oleh keterbatasan akal budi kita. Akibat keraguan sesaat, yang diungkapkannya dengan banyak kata, Rasul Tomas berabad-abad lamanya mendapat julukan \u2018yang tidak percaya\u2019. Andaikata ia dahulu kurang percaya, namun ia jujur. Dengan rendah hati diakuinya kesalahan dalam kata-kata indah, \u201cTuhanku dan Allahku!\u201d bertahun kemudian Tomas yang tak percaya itu gugur, karena bagaimanapun ia tetap teguh mengimani Tuhan dan Allahnya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal,&nbsp;kami bergembira pada pesta Santo Tomas, rasul-Mu,&nbsp;yang mengimani Putera-Mu sebagai Allah.&nbsp;Semoga kami senantiasa dilindungi olehnya&nbsp;dan kelak memperoleh kehidupan bahagia karena percaya akan nama Yesus Kristus,&nbsp;Putera-Mu dan Tuhan kami, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus 2:19-22<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKamu dibangun di atas dasar para rasul.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan, yang rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kamu turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah dalam Roh.<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1.2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U :<\/em><em>&nbsp;Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Luk 24:32)&nbsp;<em>Yesus bersabda, \u201cHai Tomas, karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.\u201d<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:24-29<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYa Tuhan dan Allahku.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, \u201cKami telah melihat Tuhan!\u201d tetapi Tomas berkata kepada mereka, \u201cSebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.\u201d Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, \u201cDamai sejahtera bagimu!\u201d Kemudian Ia berkata kepada Tomas, \u201cTaruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.\u201d Tomas menjawab kepada-Nya, \u201cYa Tuhanku dan Allahku!\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cKarena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.\u201d<br>Inilah Injil Tuhan kita!<br>U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Guntoro SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Jesu per Cor Mariae \u2013 Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabatku dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari kota Roma, menyapa dan mengundang Anda semua untuk berefleksi bersama RESI Dehonian, hari ini, tanggal 3 Juli 2026 pada Pesta Santo Thomas, rasul.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kisah Santo Thomas di Injil Yohanes 20:24-29 ini relate banget sama kehidupan kita sekarang. Waktu murid-murid lain heboh cerita kalau mereka udah ketemu Yesus yang bangkit, Thomas malah milih buat bersikap skeptis dan bilang, \u201cGak dulu, deh.\u201d Dia gak mau langsung kemakan omongan orang sebelum megang langsung bekas pakunya. Sikap Thomas ini mencerminkan banget sisi anak muda zaman sekarang yang serba kritis, gak gampang fomo, dan butuh bukti nyata alias&nbsp;<em>no pic\/video = hoax<\/em>. Sering kali kita juga ngerasa ragu sama rencana Tuhan pas hidup lagi gak sesuai ekspektasi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tapi kerennya, Yesus gak baper atau nge-judge keraguan Thomas. Malahan, Yesus sengaja datang lagi khusus buat nemuin Thomas, nawarin tangan-Nya, dan bilang, \u201cNih, pegang sendiri.\u201d Ini bukti kalau Tuhan itu super pengertian; Dia gak anti sama pertanyaan-pertanyaan kritis kita. Lewat momen ini, Santo Thomas akhirnya sadar dan langsung&nbsp;<em>speechless<\/em>&nbsp;sampai cuma bisa bilang, \u201cYa Tuhanku dan Allahku!\u201d Keraguannya justru diubah jadi iman yang super kokoh karena dia berani jujur sama apa yang dia rasain.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari Santo Thomas, kita belajar kalau punya rasa ragu itu manusiawi banget, asalkan keraguan itu bikin kita makin penasaran buat nyari Tuhan, bukan malah bikin kita menjauh dan&nbsp;<em>ghosting<\/em>&nbsp;Dia. Yesus menutup obrolan dengan kalimat yang dalem banget:&nbsp;<em>\u201cBerbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.\u201d<\/em>&nbsp;Di zaman yang serba digital dan butuh kepastian instan ini, kita diajak buat punya&nbsp;<em>level<\/em>&nbsp;iman yang lebih tinggi\u2014tetap percaya dan bersandar sama Tuhan, bahkan pas jalan di depan kita masih kelihatan blur dan belum kelihatan ujungnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabatku, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, supaya di dalam keraguan kita, sebagai sesuatu yang wajar dan manusiawi, kita tidak akan menghentikan langkah kita untuk terus mencari kebenaran. Karena saat kita jujur mencari-Nya, Tuhan selalu punya cara buat nemuin kita. Terima kasih. Tuhan memberkati.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa, pelindung umat beriman,&nbsp;kami persembahkan kepada-Mu kebaktian yang layak bagi kami sebagai abdi-abdi-Mu,&nbsp;seraya mohon dengan rendah hati, jagalah rahmat-Mu dalam diri kami&nbsp;berkat kurban puji syukur yang kami persembahkan ini.&nbsp;Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 lih. Yoh 20:27<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ulurkanlah tangan-Mu&nbsp;dan jamahlah berkas-berkas paku ini!&nbsp;Jangan sampai sangsi lagi, Tomas, tetapi percayalah!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa :&nbsp;Allah, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,&nbsp;dalam sakramen ini kami benar-benar menyambut tubuh Putera-Mu yang tunggal.&nbsp;Bersama Rasul Tomas kami imani Dia sebagai Tuhan dan Allah kami.&nbsp;Semoga iman itu kami hayati pula sepanjang hidup kami. Demi Kristus, \u2026<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3\">Resi-Jumat 03 Juni 2026 oleh Rm Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas Generalat SCJ Roma \u2013 Italia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/07\/02\/jumat-03-juli-2026-pesta-santo-tomas-rasul\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/07\/02\/jumat-03-juli-2026-pesta-santo-tomas-rasul\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=99421-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Santo&nbsp;Thomas Rasul<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Didymus, Thomas the daubter<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebelum mengikuti Yesus, Thomas adalah seorang nelayan. Tapi tidak seperti Petrus atau Andreas yang memiliki perahu sendiri; Thomas hanyalah seorang nelayan kuli yang tidak memiliki perahu. Hidupnya hampir selalu serba kekurangan. Inilah yang membuat ia sangat hati-hati, pesimistik, cepat menyangka akan terjadi hal-hal buruk.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Yesus ditangkap, Thomas kehilangan keberaniannya. Ia melarikan diri bersama para rasul yang lain. Hatinya hancur oleh rasa duka atas wafatnya Kristus yang dikasihinya. Kemudian, pada hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan diri kepada para rasul-Nya setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Waktu itu Thomas tidak bersama mereka. Begitu ia datang, para rasul yang lain menceritakan padanya dengan penuh sukacita, \u201cKami telah melihat Tuhan!\u201d Mereka pikir Thomas akan ikut bergembira bersama mereka. Tetapi, Thomas tidak percaya. \u201cSebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,\u201d demikian katanya, \u201cdan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delapan hari kemudian, Yesus kembali menampakkan diri kepada para rasul. Kali ini, Thomas juga ada bersama mereka. Yesus memanggilnya dan memintanya untuk mencucukkan jarinya ke dalam luka di tangan-Nya dan luka di lambung-Nya. St.Thomas yang malang! Ia jatuh tersungkur di kaki Sang Guru dan mengucapkan ungkapan imannya yang indah.., yang terus kita ulangi sampai hari ini dalam doa-doa kita;&nbsp;&nbsp;<strong>\u201cYa Tuhanku dan Allahku!\u201d.&nbsp;&nbsp;<\/strong>Kemudian kata Yesus, \u201cKarena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.\u201d (Yoh 20:28-29)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesudah hari raya Pentakosta, para rasul dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus. Mereka menjadi kuat serta teguh dalam iman dan kepercayaan pada Yesus.&nbsp; Thomas diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala. Ia mendarat di pelabuhan kuno Muziris (Kota ini punah pada tahun 1341 akibat banjir besar) dekat Kodungalloor. Kemudian ia ke Palayoor (sekarang dekat Guruvayoor) dan pada tahun 52 itu pula sampai ke bagian selatan yang sekarang menjadi negara bagian Kerala, di mana ia mendirikan Ezharappallikal atau \u201cTujuh Setengah Gereja\u201d. Gereja-gereja tersebut adalah di Kodungallur, Kollam, Niranam (Niranam St.Marys Orthodox Church), Nilackal (Chayal), Kokkamangalam, Kottakkayal (Paravoor), Palayoor (Chattukulangara) dan Thiruvithancode Arappally \u2013 gereja yang setengah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menurut tradisi, St.Thomas mati syahid di St. Thomas Mount di Chennai dan dimakamkan di dalam San Thome Cathedral Basilica.&nbsp; Tradisi ini diperkuat dengan tulisan<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/item\/efrem.html\">&nbsp;St.Efrem<\/a>&nbsp;dalam karyanya \u201cCarmina Nisibina\u201d&nbsp; bahwa Thomas dibunuh di India disekitar tahun 72, dan jasadnya kemudian dikuburkan di Edessa, dibawa ke sana oleh seorang saudagar yang tidak disebut namanya.&nbsp; Sebuah kalender gereja Suriah kuno mendukung tulisan St.Efrem di atas dan menyebutkan nama saudagar itu, dimana ditulis: \u201c3 Juli, St. Tomas ditusuk dengan lembing di India. Badannya ada di Urhai (nama kuno untuk Edessa)&nbsp; setelah dibawa ke sana oleh saudagar Khabin dalam suatu perayaan agung.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada tahun 232 sebagian besar relikwi Rasul Thomas diserahkan oleh seorang raja India untuk dibawa ke kota Edessa, Mesopotamia. Sedikit relikwi tetap disimpan di makam St.Thomas dalam gereja di Mylapore, Tamil Nadu, India, sampai hari ini.<\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Arti Nama:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Thomas<\/strong>&nbsp;= Ejaan Yunani untuk nama Aramaic&nbsp;<strong>\u05ea\u05b8\u05bc\u05d0\u05d5\u05b9\u05de\u05b8\u05d0<\/strong>&nbsp;<strong>(Ta\u2019oma\u2019)<\/strong>&nbsp;yang berarti :&nbsp;<strong>\u201cKembar\u201d<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Variasi Nama:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tomas<strong>&nbsp;(Swedish),<\/strong>&nbsp;Tomas<strong>&nbsp;(Norwegian)<\/strong>, Te\u2019oma&nbsp;<strong>(Ancient Aramaic)<\/strong>, Toma&nbsp;<strong>(Bulgarian)<\/strong>, Tom\u00e0s&nbsp;<strong>(Catalan)<\/strong>, Toma, Tomica, Tomo&nbsp;<strong>(Croatian)<\/strong>, Tom\u00e1\u0161&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>, Toomas&nbsp;<strong>(Estonian)<\/strong>, Tuomas, Tuomo, Tomi, Tommi&nbsp;<strong>(Finnish)<\/strong>, Toma&nbsp;<strong>(Georgian)<\/strong>, Tam\u00e1s, Tomi&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>, T\u00f3mas&nbsp;<strong>(Icelandic)<\/strong>, Tom\u00e1s&nbsp;<strong>(Irish)<\/strong>, Tommaso&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Toms&nbsp;<strong>(Latvian)<\/strong>, Tomas&nbsp;<strong>(Lithuanian)<\/strong>, Toma&nbsp;<strong>(Macedonian)<\/strong>, Tamati&nbsp;<strong>(Maori)<\/strong>, Tomasz, Tomek&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, Tom\u00e1s, Tom\u00e9&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>, Toma&nbsp;<strong>(Romanian)<\/strong>, Foma&nbsp;<strong>(Russian)<\/strong>, T\u00e0mhas, Tavish, T\u00f2mas, Tam&nbsp;<strong>(Scottish)<\/strong>, Toma&nbsp;<strong>(Serbian)<\/strong>, Tom\u00e1\u0161&nbsp;<strong>(Slovak)<\/strong>, Toma\u017e&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>, Tom\u00e1s&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>, Tomos, Tomi, Twm&nbsp;<strong>(Welsh)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bentuk Pendek :<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Thom, Tom, Tommie, Tommy&nbsp;<strong>(English)<\/strong>, Tom&nbsp;<strong>(German)<\/strong>, Maas, Tom&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Tom&nbsp;<strong>(Swedish)<\/strong>, Tom&nbsp;<strong>(Norwegian)<\/strong>, Tom&nbsp;<strong>(Danish)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bentuk Feminim :<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Thomasina&nbsp;<strong>(English)<\/strong>, Tamsin, Tamsyn (<strong>English British)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/thomas-rasul.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/thomas-rasul.html<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_4249\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-99421-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=99421-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-03-Juni-2026-oleh-Rm-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-Generalat-SCJ-Roma-Italia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mzm 117:28 Allahkulah Engkau, Engkau kupuji.&nbsp;Allahkulah Engkau, Engkau kuagungkan. PENGANTAR: Keraguan, kebimbangan tentang iman dan Tuhan, tak usah menggelisahkan kita. Kita terikat oleh keterbatasan akal budi kita. Akibat keraguan sesaat, yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-99421","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99421"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99423,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99421\/revisions\/99423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}