{"id":99303,"date":"2026-07-01T10:32:25","date_gmt":"2026-07-01T03:32:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99303"},"modified":"2026-07-01T18:07:04","modified_gmt":"2026-07-01T11:07:04","slug":"rabu-01-juli-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99303","title":{"rendered":"Rabu, 01 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 01 Juli 2026<br \/>\nMatius 8:34 (Mat 8:28-34)<br \/>\nMaka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.<\/p>\n<p>Janganlah Berhitung Untung Rugi Dengan Tuhan<\/p>\n<p>Dikisahkan oleh penginjil Matius bahwa Yesus baru saja menyembuhkan 2 orang yang kerasukan setan di daerah Gadara. Tidak main-main, ada ribuan roh jahat yang diam dalam diri mereka. Mereka ini tinggal di pekuburan dan menjadi ancaman yang berbahaya bagi penduduk sekitar.<br \/>\nYesus mengusir ribuan setan yang merasuk diri mereka dan memulihkan hidup mereka yang dianggap sudah mati karena tinggal di kuburan. Mereka kini dapat memulai hidup baru sebagai manusia, dan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n<p>Akan tetapi bukannya bersyukur atas perbuatan besar Allah di tengah mereka, penduduk Gadara malah menolak dan mengusir Yesus. Mereka merasa dirugikan oleh kehadiran Yesus yang mengancam mata pencaharian mereka sebagai peternak babi. Padahal orang Yahudi tidak ada yang memelihara babi karena haram hukumnya. Jadi pekerjaan mereka sebenarnya tidak halal. Memelihara babi yang haram untuk dijual kepada orang bukan Israel.<br \/>\nOleh karena itu, Yesus sesungguhnya telah membuka kedok kemunafikan mereka.<\/p>\n<p>Berhitung untung rugi dengan Tuhan semoga tidak menjadi pertimbangan murid-murid Yesus. Keselamatan jiwa tak sebanding dengan harta milik apapun di mata Tuhan. Memelihara jiwa dan menghantarnya menuju keselamatan kekal, kiranya menjadi prioritas kita, saat berada di antara pilihan harta atau nyawa.<br \/>\nJanganlah sampai perhitungan ekonomis mewarnai relasi kita dengan Tuhan. Orang merasa tidak ada untungnya bekerja buat Tuhan. Membuang-buang waktu saja melayani di gereja atau ikut misa \/ ibadah di hari Minggu.<\/p>\n<p>Sering orang baru menyadari, ketika ternyata uang tak dapat diandalkan untuk membeli kesehatan atau saat rumah yang megah tak menjamin orang bisa tidur nyenyak atau menikmati kerukunan dan kedamaian hati para penghuninya, barulah orang berteriak, Tuhan&#8230;Tuhan tolong kami, tinggallah bersama kami!<br \/>\nBiarlah seperti Paulus, dengan penuh iman kita berkata, &#8220;segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.&#8221; (Fil 3:8a).<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Mari bersyukur atas hari baru dan hidup baru yang Tuhan berikan kepada kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Jul 2026<br \/>\nRabu Pekan Biasa XIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yak 1:18<br \/>\nBacaan Injil: Mat 8:28-34<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYak 1:18<br \/>\nAtas kehendak-Nya sendiri<br \/>\nAllah telah menciptakan kita dengan kebenaran,<br \/>\nagar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 8:28-34<br \/>\nAdakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret<br \/>\ndan tiba di daerah orang Gadara.<br \/>\nMaka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan,<br \/>\nmenemui Dia.<br \/>\nMereka itu sangat berbahaya,<br \/>\nsehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.<br \/>\nDan mereka itu pun berteriak, katanya,<br \/>\n&#8220;Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?<br \/>\nAdakah Engkau ke mari<br \/>\nuntuk menyiksa kami sebelum waktunya?&#8221;<\/p>\n<p>Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi<br \/>\nsedang mencari makan.<br \/>\nMaka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya,<br \/>\n&#8220;Jika Engkau mengusir kami,<br \/>\nsuruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka, &#8220;Pergilah!&#8221;<br \/>\nLalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu.<br \/>\nMaka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang<br \/>\nke dalam danau,<br \/>\ndan mati di dalam air.<br \/>\nPara penjaga babi lari,<br \/>\ndan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu,<br \/>\njuga tentang dua orang yang kerasukan itu.<br \/>\nMaka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus<br \/>\ndan setelah mereka berjumpa dengan Dia,<br \/>\nmereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Injil hari ini tentang Yesus yang berjalan ke tempat yang ditandai dengan ketakutan, kegelapan, dan membawa transformasi.<br \/>\nDua orang yang kerasukan setan dan sangat agresif tinggal di kuburan, terisolasi dan menakutkan bagi orang lain, dihadapkan bukan dengan penghakiman tetapi dengan otoritas dan belas kasihan Yesus.<br \/>\nOrang-orang ini digambarkan sebagai yg &#8220;begitu kejam sehingga tidak seorang pun dapat melewati jalan itu.&#8221; Hidup mereka telah dikuasai oleh kejahatan; mereka dikucilkan dari masyarakat, ditakuti dan dilupakan orang.<br \/>\nNamun Yesus, yang baru saja menenangkan badai di danau Galilea, Dia memasuki situasi kacau mereka dengan sengaja, tanpa takut dan tanpa gentar.<br \/>\nBagi Yesus, tidak ada tempat yang terlalu gelap, tidak ada jiwa yang terlalu tersesat, dan tidak ada situasi yang terlalu hancur untuk masuk dan membebaskannya.<\/p>\n<p>Digambarkan bahwa Setan-setan itu mengenali Kristus dan berteriak ketakutan, \u201cApa yang Engkau kehendaki dari kami, Anak Allah?\u201d Mereka tahu kuasa-Nya. Mereka tahu waktu mereka untuk meneror orang-orang ini telah berakhir.<br \/>\nDengan satu perintah, Yesus membebaskan mereka. Roh-roh jahat itu melarikan diri ke kawanan babi, yang bergegas terjun ke tebing jurang dan tenggelam di danau.<\/p>\n<p>Ini bukan sekadar cerita dramatis. Ini adalah gambaran nyata tentang apa yang masih Yesus lakukan hingga hari ini. Ia datang untuk menghadapi dan mengusir hal-hal yang mengikat kita: ketakutan, rasa malu, kepahitan, dan keputusasaan kita. Ia tidak menghindari masalah kita tetapi Ia berjalan ke dalamnya dengan otoritas dan kasihNya.<\/p>\n<p>Janganlah kita mengusir Yesus ketika Ia datang seperti mau menimbulkan gejolak bg hdp kita. Sperti mau menantang zona nyaman kekacauan dan dosa kita. Tetapi Marilah kita menyambut kehadiran-Nya, otoritas-Nya, dan kasih-Nya. Karena dari padaNya, apa yang hilang dapat dipulihkan, apa yang rusak dapat diperbaiki, dan apa yang terikat dapat dibebaskan.<br \/>\nHari ini, semoga kita memberi tempat bagi Yesus, bukan hanya di tempat-tempat yang damai, tetapi terutama di tempat-tempat penderitaan dan kekacauan hidup kita. Seperti orang-orang yang terikat oleh dosa\u00b2 kita, semoga kita melangkah maju dalam kebebasan, memberi kesaksian tentang Dia yang datang utk membebaskan dan memulihkan dosa dan salah kita. Amen<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 01 Juli 2026 Matius 8:34 (Mat 8:28-34) Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Janganlah Berhitung Untung Rugi Dengan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-99303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99303"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99303\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99318,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99303\/revisions\/99318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}