{"id":99070,"date":"2026-06-26T19:10:30","date_gmt":"2026-06-26T12:10:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99070"},"modified":"2026-06-26T19:10:30","modified_gmt":"2026-06-26T12:10:30","slug":"katolik-tapi-terluka-oleh-orang-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99070","title":{"rendered":"Katolik, tapi\u2026 Terluka oleh Orang Gereja"},"content":{"rendered":"<p>Katolik, tapi\u2026 Terluka oleh Orang Gereja<\/p>\n<p>Dalam episode pertama seri \u201cKatolik, tapi\u2026\u201d ini, Romo Koko mengajak kita melihat dengan jujur:<\/p>\n<p>Apakah salah kalau kita kecewa pada orang Gereja?<br \/>\nApakah luka rohani berarti iman kita lemah?<br \/>\nBagaimana membedakan wajah Tuhan dari dosa manusia yang mengatasnamakan Tuhan?<br \/>\nDan bagaimana membawa luka itu kepada Kristus yang bangkit, tetapi tetap membawa bekas luka-Nya?<\/p>\n<p>Gereja itu kudus karena Kristus, tetapi anggotanya masih berdosa dan terus membutuhkan pertobatan. Maka luka yang terjadi di dalam Gereja tidak boleh disangkal, tetapi juga tidak boleh dibiarkan mencuri wajah Tuhan dari hati kita.<\/p>\n<p>Video ini bukan untuk menyalahkan orang yang terluka.<br \/>\nVideo ini adalah undangan untuk pelan-pelan pulang kepada Kristus, bukan kepada kepura-puraan, tetapi kepada kasih yang menyembuhkan.<\/p>\n<p>Katolik, tapi\u2026 terluka oleh orang Gereja.<br \/>\nMungkin ini kisahmu.<br \/>\nMungkin ini kisah seseorang yang kamu kenal.<br \/>\nDan mungkin, melalui luka itu, Kristus sedang memanggil kita menuju iman yang lebih dewasa.<\/p>\n<p>Sumber Romo Koko<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Katolik, tapi\u2026 Terluka oleh Orang Gereja Dalam episode pertama seri \u201cKatolik, tapi\u2026\u201d ini, Romo Koko mengajak kita melihat dengan jujur: Apakah salah kalau kita kecewa pada orang Gereja? Apakah luka rohani berarti iman kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,27,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-99070","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-ekonomi","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99070"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99071,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99070\/revisions\/99071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}