{"id":98984,"date":"2026-06-25T09:31:47","date_gmt":"2026-06-25T02:31:47","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98984"},"modified":"2026-06-25T09:31:47","modified_gmt":"2026-06-25T02:31:47","slug":"kamis-25-juni-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98984","title":{"rendered":"Kamis, 25 Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 25 Juni 2026<br \/>\nMatius 7:24-25 (Mat 7:21-29)<br \/>\n\u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Orang Bijak: Mendengar Dan Melakukan<\/p>\n<p>Dalam pesan Injil hari Ini, Yesus menuntun kita untuk menjadi orang yang bijaksana, yang bukan hanya menjadi pendengar yang baik tetapi menjadi juga pelaku firman.<br \/>\n_ Dalam ayat 21, Yesus dengan tegas berkata, \u201cBukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.\u201d_<\/p>\n<p>Janganlah berhenti pada kata-kata semata. Doa harus disertai kerja. Ora et labora.<br \/>\nPepatah berkata, *\u201daction speaks louder than words\u201d * artinya, \u201cperbuatan berbicara lebih keras daripada kata-kata.\u201d<br \/>\nJanganlah hanya berkata \u2018Tuhan memberkatimu\u2019 tapi tidak mengulurkan tangan untuk membantu. Perkataan haruslah sejalan dengan perbuatan.<br \/>\nPaus Paulus VI pernah berkata, \u201cdunia tidak membutuhkan pengajar tetapi saksi!\u201d<br \/>\nBiarlah orang melihat dan mengalami kebaikan Allah lewat kesaksian hidup kita orang percaya yang tak pernah menyerah berbuat baik lewat perbuatan yang nyata, sekalipun dalam diam.<br \/>\nIngatlah pesan Tuhan melalui Rasul Yakobus, \u201ciman tanpa perbuatan adalah mati.\u201d (Yak 2:26).<br \/>\nSesungguhnya, cinta kasih yang nyata itu dapat dilihat oleh orang buta dan didengar oleh orang tuli.<\/p>\n<p>Mari terus berbuat baik, melakukan firman Tuhan. Damai selalu di hati.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Jun 2026<br \/>\nKamis Pekan Biasa XII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:23<br \/>\nBacaan Injil: Mat 7:21-29<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:23<br \/>\nBarangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabd-Ku.<br \/>\nBapa-Ku akan mengasihi dia,<br \/>\ndan Kami akan datang kepadanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 7:21-29<br \/>\nRumah yang didirikan di atas wadas<br \/>\ndan rumah yang didirikan di atas pasir.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit Yesus berkata,<br \/>\n&#8220;Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, &#8216;Tuhan, Tuhan!&#8217;<br \/>\nakan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,<br \/>\nmelainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.<br \/>\nPada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku,<br \/>\n&#8216;Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu,<br \/>\ndan mengusir setan demi nama-Mu,<br \/>\ndan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?<br \/>\nPada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata,<br \/>\n&#8216;Aku tidak pernah mengenal kalian!<br \/>\nEnyahlah daripada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!'&#8221;<\/p>\n<p>Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya,<br \/>\nia sama dengan orang bijaksana,<br \/>\nyang mendirikan rumahnya di atas wadas.<br \/>\nKemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,<br \/>\nlalu angin melanda rumah itu,<br \/>\ntetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas wadas.<\/p>\n<p>Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini<br \/>\ndan tidak melakukannya,<br \/>\nia sama dengan orang bodoh,<br \/>\nyang mendirikan rumahnya di atas pasir.<br \/>\nKemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,<br \/>\nlalu angin melanda rumah itu,<br \/>\nsehingga rubuhlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah Yesus mengakhiri perkataan ini,<br \/>\ntakjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,<br \/>\nsebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa,<br \/>\nbukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Apakah yang menjadi fondasi \u201crumah\u201d hidup kita? Hari ini Yesus mengajak kita untuk merenungkannya. Ia berkata bahwa kita harus membangun rumah hidup kita di atas Batu Karang, dan Batu Karang itu adalah Dia sendiri. Bukan ide-ide, bukan perasaan, bukan penampilan, bukan kekuatan kita sendiri, tetapi Kristus. Hanya Dia yang memberi kita keamanan yang kita butuhkan, terutama saat badai hidup datang.<\/p>\n<p>Yesus memperingatkan kita: \u201cTidak semua orang yang berkata kepada-Ku, \u2018Tuhan, Tuhan,\u2019 akan masuk ke dalam Kerajaan Surga\u201d (Mat 7:21). Kata-kata saja tidak cukup. Kita dipanggil untuk hidup dalam iman, bukan hanya mengatakannya. Apa perbedaan antara orang Kristen yang hanya bicara dan orang Kristen yang bertindak? Yang pertama mungkin terlihat baik untuk sementara waktu, tetapi ketika hujan turun dan angin bertiup, rumah mereka runtuh. Yang kedua, membangun hidup mereka di atas Kristus sebagai fondasinya. Ketika badai hidup dan kesusahan datang, mereka tetap teguh.<\/p>\n<p>Sepanjang sejarah, kita telah menyaksikan banyak orang Kristen yang hidup \u201ctanpa Kristus\u201d: mereka yang lebih mencintai ide-ide daripada Injil, atau lebih mencintai aturan daripada belas kasih. Ada juga yang hidup dalam iman spiritualitas yang kabur tanpa Yesus, nampak seperti seorang beragama (Katolik), tetapi acuh tak acuh, tak peduli akan praktek hidup beragama. Yang lain berpegang teguh pada bentuk dan tradisi namun tanpa cinta atau sukacita. Keduanya kehilangan sesuatu yang esensial: Yesus yang hidup, Sang Batu Karang.<\/p>\n<p>Seorang Kristen sejati tidak kaku, juga tidak lemah. Ia berakar pada Kristus, teguh namun bebas. Hati yang didasarkan pada Yesus dipenuhi dengan sukacita, kerendahan hati, dan Roh Kudus. Ia memberi kita kebebasan untuk memanggil Allah \u201cBapa\u201d dan kekuatan untuk memanggul salib kita dengan harapan.<\/p>\n<p>Mari kita mohon rahmat ini kepada Tuhan hari ini: untuk membangun hidup kita di atas-Nya, Batu Karang yang kokoh. Dan mari kita meneladan Maria, Bunda kita, yang hidup dalam iman ini sepenuhnya. Dia tahu kekuatan yang datang dari iman atas Kristus. Semoga dia membantu kita untuk melakukan hal yang sama, dengan keberanian, sukacita, dan kebebasan.<\/p>\n<p>Tuhan, Sang Batu Karang, dasar hidupku, bantu aku agar tidak hanya menjadi pendengar sabda, tetapi melaksanakannya. Bantu aku untuk menyatakan dalam tindakan apa yang aku katakan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Selamat menyatakan iman. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"sUYEV2hI7x\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/bangun-hidupmu-di-atas-batu-karang\/\">Bangun Hidupmu di atas Batu Karang<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cBangun Hidupmu di atas Batu Karang\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/bangun-hidupmu-di-atas-batu-karang\/embed\/#?secret=TMtAcYluO5#?secret=sUYEV2hI7x\" data-secret=\"sUYEV2hI7x\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 25 Juni 2026 Matius 7:24-25 (Mat 7:21-29) \u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-98984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98984"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98985,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98984\/revisions\/98985"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}