{"id":98879,"date":"2026-06-23T10:11:14","date_gmt":"2026-06-23T03:11:14","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98879"},"modified":"2026-06-23T10:11:15","modified_gmt":"2026-06-23T03:11:15","slug":"rabu-24-juni-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98879","title":{"rendered":"Rabu, 24 Juni 2026"},"content":{"rendered":"<audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-98879-2\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3?_=2\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Bdk. Yoh. 1:6-7; Luk. 1:17<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang untuk bersaksi tentang terang, dan menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR :<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kelahiran Yohanes Pembaptis bagi kita merupakan fajar penebusan kita. Maka, kelahirannya dirayakan oleh Gereja. Hidupnya memang aneh, dan kelahirannya pun istimewa. Para tetangganya sangat heran ketika Elisabet mengandung, kerena sudah terlalu tua. Ayahnya menjadi bisu, karena kurang percaya ketika menerima berita. Pemberian nama pun melawan kebiasaan setempat. Segalanya menunjukkan bahwa anak ini istimewa. Tepat sekali pertanyaan orang waktu itu, \u201cApakah yang akan terjadi dengan anak ini?\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa: (hening sejenak) Ya Allah, Engkau telah memanggil Santo Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan umat yang sempurna bagi Kristus, Putra-Mu. Gembirakanlah umat-Mu dengan kelimpahan anugerah Roh, dan arahkanlah hati semua orang beriman pada jalan keselamatan dan damai. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 49:1-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak aku ada di perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku, \u201cEngkau adalah hamba-Ku, Israel, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia. Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku.\u201d Tuhan telah membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan upaya Israel dikumpulkan kepada-Nya. Maka aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allah yang menjadi kekuatanku sekarang berfirman, \u201cTerlalu sedikit bagimu kalau hanya menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 139:1-3.13-14ab.14c-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.<em>&nbsp;Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumiliki.<\/li>\n\n\n\n<li>ebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku, ajaiblah apa yang Kauperbuat.<\/li>\n\n\n\n<li>Jiwaku benar-benar menyadarinya, tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 13:22-26<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKedatangan Yesus disiapkan oleh Yohanes.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Sabat, di rumah ibadat di Antiokhia Paulus berkata, \u201cSetelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi umat-Nya. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan Yesus itu, Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka; tetapi Dia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Hai saudara-saudara, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>U : (Luk 1:76)&nbsp;<em>Engkau, hai anak-Ku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi-Nya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:57-66.80<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cNamanya adalah Yohanes.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu, genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, \u201cJangan, ia harus dinamai Yohanes.\u201d Kata mereka kepadanya, \u201cTidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.\u201d Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, \u201cNamanya adalah Yohanes.\u201d Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, \u201cMenjadi apakah anak ini nanti?\u201d Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia kemudian tinggal di padang gurun sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel.<br>Demikianlah Sabda Tuhan&nbsp;<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Thomas Suratno SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi dalam RESI \u2013 DEHONIAN RENUNGAN SINGKAT DEHONIA hari ini, Rabu \u2013 24 Juni 2026, HARI RAYA KELAHIRAN S. YOHANES PEMBAPTIS. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Luk1:57-64.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis adalah salah satu dari hanya tiga hari kelahiran yang dirayakan Gereja dengan pesta liturgi\u2014dua lainnya adalah hari kelahiran Yesus dan Bunda Maria. Penghormatan luar biasa ini mengungkapkan peran tunggal Santo Yohanes dalam sejarah keselamatan sebagai Sang Perintis yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Tiga misteri mendalam seputar kelahiran Yohanes mengundang kita untuk merenungkannya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pertama<\/strong>, kehamilan Elizabeth di usia tuanya, setelah bertahun-tahun mandul dan melewati usia subur alami, adalah tanda campur tangan ilahi dan kesaksian akan kuasa dan belas kasihan Tuhan. Ingatlah bahwa mukjizat serupa terjadi ketika Sarah mengandung Ishak di usia tuanya. Secara spiritual, Elizabeth mewakili Israel\u2014dan seluruh umat manusia\u2014yang terperangkap dalam kemandulan dosa. Dengan melahirkan kehidupan dari rahimnya yang mandul, Tuhan mewujudkan kemampuan-Nya untuk melahirkan kehidupan baru di mana usaha manusia gagal.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kedua<\/strong>, pemberian nama Yohanes mengungkapkan inisiatif ilahi yang mengatur hidup dan misinya. Dalam tradisi Kitab Suci, nama-nama yang kaya akan makna, sering kali mengungkapkan identitas dan takdir seseorang. Nama \u201cYohanes,\u201d yang berarti \u201cTuhan itu murah hati,\u201d bukanlah pilihan orang tuanya, tetapi dinyatakan oleh malaikat Gabriel sebelum ia dikandung (bdk.&nbsp;Luk 1:13). Ketika Elizabeth dan Zakharia bersikeras pada nama yang diberikan oleh Tuhan, mereka menunjukkan ketaatan mereka kepada wahyu ilahi di atas kebiasaan manusia. Kebingungan kerabat mereka\u2014\u201cTidak ada seorang pun di antara kerabatmu yang memiliki nama ini\u201d\u2014menyoroti bagaimana kelahiran ini menyimpang dari harapan manusia. Yohanes tidak akan meneruskan nama atau warisan ayahnya; ia sepenuhnya dikhususkan untuk misi mempersiapkan jalan bagi Mesias. Dalam hal ini, kita melihat pelajaran bagi setiap orang Kristen: Identitas dan misi sejati kita tidak berakar pada garis keturunan duniawi atau tradisi manusia, tetapi diberikan kepada kita oleh panggilan Allah yang bebas dan penuh kasih karunia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Akhirnya yang ketiga<\/strong>, pulihnya kemampuan bicara Zakharia setelah berbulan-bulan bisu dan ini menjadi tanda kuat kemenangan iman atas keraguan. Zakharia menjadi bisu karena ketidakpercayaannya pada perkataan malaikat (bdk.&nbsp;Luk1:20). Selama kehamilan Elizabeth, ia hidup dalam keheningan \u2014 yakni keheningan yang pasti dipenuhi dengan perenungan, pertobatan, dan kepercayaan yang lebih dalam. Lidahnya baru bisa lepas ketika ia menegaskan perintah Allah dengan menulis, \u201cYohanes adalah namanya.\u201d Tindakan pertamanya setelah mendapatkan kembali kemampuan bicaranya adalah memuji Allah, mengungkapkan bahwa hatinya telah dimurnikan dan diubah. Lepasnya iktan lidah Zakharia melambangkan suara kenabian putranya, Yohanes, yang akan berseru di padang gurun, menyerukan pertobatan kepada Israel. Secara rohani, hal itu juga mengingatkan kita bahwa pujian sejati kepada Allah mengalir dari hati yang rendah hati dan taat kepada kehendak-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saat kita merayakan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, renungkanlah hari ini bukan hanya peran unik Yohanes dalam sejarah keselamatan, tetapi juga bagaimana Allah ingin bekerja dalam hidup kita sendiri. Jika kita mengalami saat-saat kekeringan atau kemandulan dalam iman kita, ambillah harapan dari kelahiran Yohanes yang ajaib: Allah dapat menghadirkan kehidupan baru bahkan dari apa yang tampak tak bernyawa. Sebagaimana nama Yohanes mengungkapkan kemurahan hati Allah, demikian pula kita dipanggil untuk percaya pada belas kasihan-Nya yang bekerja di dalam diri kita. Dan sebagaimana Zakharia belajar ketaatan dan iman yang lebih dalam melalui penderitaannya yang sunyi, berdoalah agar kita dapat merangkul setiap cobaan tersembunyi yang kita alami, membiarkannya agar menyucikan hati kita dan mempersiapkan kita untuk mewartakan kebaikan Allah dengan sukacita yang diperbarui.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA:&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Tuhan yang Maha Bijaksana dan Maha Kasih, rencana-Mu untuk keselamatan ku sempurna dan jauh melampaui pemahamanku. Saat Gereja-Mu merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, berilah aku penghargaan yang diperbarui atas hidup dan misinya. Semoga ia mempersiapkan hatiku untuk-Mu, seperti yang dilakukannya untuk kedatangan-Mu, sehingga aku, seperti ayahnya Zakharia, dapat menyanyikan pujian-Mu dengan lidah yang bebas. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT :&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Marilah berdoa kepada Allah, Bapa kita, yang telah me nempatkan pemandu-pemandu di jalan hidup kita untuk menuntun kita ke rumah-Nya. Marilah memohon kepada Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi Gereja Yesus Kristus. Ya Bapa, utuslah Roh Kristus untuk membangkitkan semangat kenabian dalam hati para pemimpin Gereja, sehingga mereka dapat menuntun umat kepada kebebasan kristiani yang sesungguhnya. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuntunlah kami kepada-Mu, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi dunia dewasa ini. Ya Bapa, sadarkanlah agar dunia dewasa ini tidak tuli bagi suara para nabi yang menyerukan perdamaian dan keadilan bagi semua orang. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuntunlah kami kepada-Mu, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang belum mengenal Kristus. Ya Bapa, utuslah guru-guru dan nabi-nabi yang memper siapkan jalan Tuhan bagi mereka. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuntunlah kami kepada-Mu, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi kita di sini: Ya Bapa, bantulah kami menyadari agar kehadiran Kristus di tengah-tengah kami tidak seperti seseorang yang tidak kami kenal, tetapi semoga la dapat dikenal dalam kelemahan dan kemiskinan yang kami akui dengan rendah hati. Marilah kita mohon \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuntunlah kami kepada-Mu, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Ya Allah, Engkau mengenal kami sedalam-dalamnya. Eng kau telah membentuk dan memanggil kami sejak sebelum kami lahir. Semoga kami mengabdi kepada-Mu dengan rendah hati, serta mempersiapkan jalan untuk kedatangan Putra-Mu, Yesus Kristus. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. U : Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Allah, terimalah persembahan yang kami kumpulkan di altar-Mu pada perayaan kelahiran Yohanes, perintis yang patut kami hormati. Dialah yang mewartakan Juru Selamat dunia, sebelum la datang dan memperlihatkan-Nya ketika la sudah datang, yakni Tuhan kami, Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U : Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PREFASI&nbsp; \u2014&nbsp; Tugas sebagai Perintis<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam diri Yohanes, perintis-Nya, kami memuji keagungan-Mu, sebab Yohanes Engkau berkati dengan kehormatan istimewa di antara semua yang lahir dari perempuan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Waktu lahir ia menggembirakan banyak orang, bahkan se belum lahir ia sudah bersukacita menyongsong datangnya keselamatan manusia. Di antara semua nabi, hanya dia yang menunjukkan Anak Domba Penebus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">la bahkan membaptis Sang Pencipta air baptis untuk mengu duskan air yang mengalir, dan dengan menumpahkan da rahnya, ia layak memberi kesaksian terindah tentang Dia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari sebab itu, bersama kekuatan-kekuatan surga, kami se nantiasa meluhurkan Engkau di dunia, dan memuliakan Dikau, dengan tak henti-hentinya bernyanyi\/berseru:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2014 Bdk. Luk. 1:78<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Oleh rahmat dan belas kasih dari Allah kita, laksana Fajar Timur, la mengunjungi kita dari tempat tinggi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa: Ya Allah, Engkau telah menyegarkan kami dengan perjamu an Anak Domba Allah. Kami mohon, semoga Gereja-Mu, yang bersukacita pada kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, mengakui Kristus yang sudah diwartakan kedatangan Nya oleh Yohanes sebagai Pembawa kelahiran yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 24 Juni 2026 oleh Rm Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/22\/rabu-24-juni-2026-hari-raya-kelahiran-santo-yohanes-pembaptis\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/22\/rabu-24-juni-2026-hari-raya-kelahiran-santo-yohanes-pembaptis\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98879-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Santo&nbsp;Yohanes Pembaptis<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Yochanan ben Zecharyah, saudara sepupu Yesus<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bunda Maria mempunyai saudara sepupu bernama&nbsp;Elisabeth&nbsp;yang bersuamikan&nbsp;Zakaria,&nbsp;seorang imam&nbsp;di Bait Allah&nbsp;&nbsp;Yerusalem. Pasangan ini belum&nbsp;memiliki keturunan&nbsp;karena Elisabet adalah seorang wanita mandul. Suatu hari Zakaria tengah bertugas membakar kemenyan di Bait Allah. Tiba-tiba Malaikat Gabriel menampakkan diri padanya dan membawa kabar bahwa Tuhan akan mengaruniakan seorang anak laki-laki baginya. Anak tersebut&nbsp;kelak&nbsp;akan menyiapkan umat Israel menyambut kedatangan Sang Mesias. &nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tetapi Zakaria masih kurang percaya karena&nbsp;Elisabeth&nbsp;sudah tua dan mandul. Atas ketidak-percayaannya, zakaria mendapat hukuman Tuhan dan menjadi bisu sampai kelahiran anaknya yang diberi nama Yohanes, sesuai pesan Malaikat Gabriel.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yohanes adalah utusan Allah yang mendahului Yesus. Yesus sendiri mengatakan :<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cDi antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada&nbsp; Yohanes Pembabtis.\u201d (Mat 11,11)<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Masa kecil Yohanes tidak banyak diceritakan, kecuali ketika masih dalam kandungan ia melonjak kegirangan sewaktu Bunda Maria berkunjung ke rumah ibunya (Luk 1 : 41), dan kelahirannya (Luk 1 : 57 \u2013 66).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah dewasa, Yohanes muncul sebagai seorang pengkotbah di tepi sungai Yordan dengan pesan yang mendesak&nbsp; : &nbsp;\u201cBertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!\u201d (Mat 3:2)<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang-orang kemudian datang dan dibabtis oleh Yohanes di sungai Yordan. Ketika orang menanyakan dirinya, Yohanes menjawab :<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cAkulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun : Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya. Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.\u201d (Yoh 1 :23, 26)<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pengikut Yohanes banyak sekali, termasuk orang-orang yang kemudian di pilih Yesus menjadi RasulNya. Yesus sendiri datang minta dibaptis olehnya. Yohanes mulanya menolak dengan berkata :<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cAkulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?\u201d (Mat 3 :14)<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Namun Yesus meyakinkankannya :<\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cBiarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.\u201d (Mat 3 :14)<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tak lama kemudian Yohanes dipenjarakan, karena mengecam pernikahan raja Herodes Antipas dengan Herodias, istri saudara sepupunya. Dari dalam penjara Yohanes mengikuti gerakan Yesus melalui murid-muridnya yang dengan setia mengunjunginya. Yohanes akhirnya dipenggal Herodes Antipas akibat akal busuk dari Herodias dan puterinya Salome. Pelopor Yesus ini gugur demi membela kesusilaan.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemartiran&nbsp;Yohanes Pembaptis dapat dibaca dalam kitab suci (Matius 14 :1 \u2013 12).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Arti Nama<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Yohanes<\/strong>&nbsp;Berasal dari nama Yunani&nbsp;<strong>\u0399\u03c9\u03b1\u03bd\u03bd\u03b7\u03c2<\/strong>&nbsp;<strong>(<\/strong><strong>Ioannes),<\/strong>&nbsp;yang aslinya berasal dari nama Ibrani<strong>&nbsp;&nbsp;<\/strong><strong>\u05d9\u05d5\u05b9\u05d7\u05b8\u05e0\u05b8\u05df<\/strong>&nbsp;<strong>(<\/strong><strong>Yochanan)<\/strong>&nbsp;yang berarti&nbsp;<strong>\u201c<\/strong><strong>YAHWEH Maha&nbsp;<\/strong><strong>pengasih<\/strong><strong>\u201c, \u201cAllah Maha Baik\u201d<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Variasi Nama<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Joan Baptista&nbsp;<strong>(Catalan),&nbsp;<\/strong>Johannes D\u00f8beren<strong>&nbsp;(Dannish),&nbsp;<\/strong>Jo\u00e3o Batista&nbsp;<strong>(Portugues)<\/strong>, Johannes der T\u00e4ufer&nbsp;<strong>(Jerman)<\/strong>, Juan el Bautista, Juan Bautista&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>, Jean le Baptiste (French), Giovanni Battista&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Johannes de Doper&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Jan Chrzciciel&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, Ioan Botez\u0103torul&nbsp;<strong>(Rumanian)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Variasi nama Yohanes :<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">John, Jon&nbsp;<strong>(English),&nbsp;<\/strong>Deshaun, Deshawn, Keshaun, Keshawn, Rashaun, Rashawn&nbsp;<strong>(African American)<\/strong>, Gjon&nbsp;<strong>(Albanian)<\/strong>, Yahya&nbsp;<strong>(Arabic)<\/strong>, Hovhannes, Ohannes&nbsp;<strong>(Armenian)<\/strong>, Ganix, Ion, Jon&nbsp;<strong>(Basque)<\/strong>, Ioannes&nbsp;<strong>(&nbsp;Biblical&nbsp;Greek)<\/strong>, Yehochanan, Yochanan&nbsp;<strong>(&nbsp;Biblical&nbsp;Hebrew)<\/strong>, Iohannes&nbsp;<strong>(Biblical Latin)<\/strong>, Yann, Yanick, Yannic, Yannick&nbsp;<strong>(Breton)<\/strong>, Ioan, Ivan, Yan, Yoan, Ivo, Yanko&nbsp;<strong>(Bulgarian)<\/strong>, Joan, Jan&nbsp;<strong>(Catalan)<\/strong>, Jowan&nbsp;<strong>(Cornish)<\/strong>, Ghjuvan&nbsp;<strong>(Corsican)<\/strong>, Ivan, Ivica, Ivo, Janko, Vanja&nbsp;<strong>(Croatian)<\/strong>, Ivan, Jan, Johan, Honza, Janek&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>, Jan, Jens, Johan, Johannes, Jon, Hans, Jannick, Jannik&nbsp;<strong>(Danish)<\/strong>, Jan, Johan, Johannes, Hanne, Hannes, Hans, Jo, Joop&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Johano, Jo\u0109jo&nbsp;<strong>(Esperanto)<\/strong>, Jaan, Johannes, Juhan&nbsp;<strong>(Estonian)<\/strong>, Jani, Janne, Johannes, Joni, Jouni, Juhana, Juhani, Hannes, Hannu, Juha, Juho, Jukka, Jussi&nbsp;<strong>(Finnish)<\/strong>, Jean, Yann, Jeannot, Yanick, Yannic, Yannick&nbsp;<strong>(French)<\/strong>, Xo\u00e1n&nbsp;<strong>(Galician)<\/strong>, Jan, Johann, Johannes, Hannes, Hans, Jo&nbsp;<strong>(German)<\/strong>, Ioannes, Ioannis, Yanni, Yannis, Yianni, Yiannis&nbsp;<strong>(Greek)<\/strong>, Keoni&nbsp;<strong>(Hawaiian)<\/strong>, Yochanan&nbsp;<strong>(Hebrew)<\/strong>, J\u00e1nos, Jancsi, Jani, Janika&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>, J\u00f3hann, J\u00f3hannes, J\u00f3n&nbsp;<strong>(Icelandic)<\/strong>, Eoin, Sean, Se\u00e1n, Shane&nbsp;<strong>(Irish)<\/strong>, Giovanni, Gian, Gianni, Giannino, Nino, Vanni&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Johannes, Joannes&nbsp;<strong>(Late Roman)<\/strong>, J\u0101nis&nbsp;<strong>(Latvian)<\/strong>, Sjang, Sjeng&nbsp;<strong>(Limburgish)<\/strong>, Jonas&nbsp;<strong>(Lithuanian)<\/strong>, Johan, Hanke&nbsp;<strong>(Low German)<\/strong>, Ivan, Jovan, Ivo&nbsp;<strong>(Macedonian)<\/strong>, Ean, Juan&nbsp;<strong>(Manx)<\/strong>, Hann, Jan, Jon, Hankin, Jackin, Jankin&nbsp;<strong>(Medieval English)<\/strong>, Jehan&nbsp;<strong>(Medieval French)<\/strong>, Zuan&nbsp;<strong>(Medieval Italian)<\/strong>, Jan, Jens, Johan, Johannes, Jon, Hans&nbsp;<strong>(Norwegian)<\/strong>, Joan&nbsp;<strong>(Occitan)<\/strong>, Iwan, Jan, Janusz, Janek&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, Jo\u00e3o, Jo\u00e3ozinho&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>, Ioan, Ion, Iancu, Ionel, Ionu\u021b, Nelu&nbsp;<strong>(Romanian)<\/strong>, Ioann, Ivan, Vanya&nbsp;<strong>(Russian)<\/strong>, Eoin, Iain, Ian&nbsp;<strong>(Scottish)<\/strong>, Ivan, Jovan, Ivo, Janko, Vanja&nbsp;<strong>(Serbian)<\/strong>, J\u00e1n, Janko&nbsp;<strong>(Slovak)<\/strong>, Ivan, Jan, Janez, \u017dan, An\u017ee, Janko&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>, Iv\u00e1n, Juan, Xuan, Juanito&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>, Jan, Jens, Johan, Johannes, Jon, Hampus, Hans, Hasse, Janne&nbsp;<strong>(Swedish)<\/strong>, Yahya&nbsp;<strong>(Turkish)<\/strong>, Ivan&nbsp;<strong>(Ukrainian)<\/strong>, Evan, Iefan, Ieuan, Ifan, Ioan, Iwan, Si\u00f4n, Ianto&nbsp;<strong>(Welsh)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bentuk Feminim<\/strong>&nbsp;:<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jone&nbsp;<strong>(Basque)<\/strong>, Joanna&nbsp;<strong>(&nbsp;Biblical)<\/strong>, Ioanna&nbsp;<strong>(&nbsp;Biblical&nbsp;Greek)<\/strong>, Iohanna&nbsp;<strong>(Biblical Latin)<\/strong>, Ioana, Ivana, Yana, Yoana&nbsp;<strong>(Bulgarian)<\/strong>, Joana, Jana&nbsp;<strong>(Catalan)<\/strong>, Ivana&nbsp;<strong>(Croatian)<\/strong>, Ivana, Jana, Johana, Jani\u010dka&nbsp;<strong>(Czech)<\/strong>, Johanna, Johanne&nbsp;<strong>(Danish)<\/strong>, Jana, Janna, Johanna, Janneke, Jantine, Jantje&nbsp;<strong>(Dutch)<\/strong>, Johanna&nbsp;<strong>(Estonian)<\/strong>, Janina, Johanna&nbsp;<strong>(Finnish)<\/strong>, Jeanne, Jeannette, Jeannine&nbsp;<strong>(French)<\/strong>, Xoana&nbsp;<strong>(Galician)<\/strong>, Jana, Janina, Johanna&nbsp;<strong>(German)<\/strong>, Ioanna, Nana&nbsp;<strong>(Greek)<\/strong>, Johanna&nbsp;<strong>(Hungarian)<\/strong>, J\u00f3hanna, J\u00f3na&nbsp;<strong>(Icelandic)<\/strong>, Chevonne, Shavonne, Shevaun, Shevon, S\u00edne, Siobhan&nbsp;<strong>(Irish)<\/strong>, Giovanna&nbsp;<strong>(Italian)<\/strong>, Johanna&nbsp;<strong>(Late Roman)<\/strong>, Janina&nbsp;<strong>(Lithuanian)<\/strong>, Ivana, Jovana&nbsp;<strong>(Macedonian)<\/strong>, Jehanne, Johanne&nbsp;<strong>(Medieval French)<\/strong>, Johanna, Johanne&nbsp;<strong>(Norwegian)<\/strong>, Janina, Joanna&nbsp;<strong>(Polish)<\/strong>, Joana&nbsp;<strong>(Portuguese)<\/strong>, Ioana&nbsp;<strong>(Romanian)<\/strong>, Zhanna, Ivanna&nbsp;<strong>(Russian)<\/strong>, Jean, S\u00ecne, Jessie, Teasag&nbsp;<strong>(Scottish)<\/strong>, Ivana, Jovana&nbsp;<strong>(Serbian)<\/strong>, Jana&nbsp;<strong>(Slovak)<\/strong>, Ivana, Jana&nbsp;<strong>(Slovene)<\/strong>, Juana&nbsp;<strong>(Spanish)<\/strong>, Janina, Janna, Johanna, Jannicke, Jannike&nbsp;<strong>(Swedish)<\/strong>, Si\u00e2n&nbsp;<strong>(Welsh)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/agustus\/yohanes-pembabtis.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/agustus\/yohanes-pembabtis.html<\/a><\/strong><\/h4>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6108\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-98879-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98879-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Rabu-24-Juni-2026-oleh-Rm-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Bdk. Yoh. 1:6-7; Luk. 1:17 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang untuk bersaksi tentang terang, dan menyiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan. PENGANTAR : Kelahiran Yohanes Pembaptis&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-98879","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98879"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98881,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98879\/revisions\/98881"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}