{"id":98668,"date":"2026-06-18T21:59:50","date_gmt":"2026-06-18T14:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98668"},"modified":"2026-06-18T21:59:52","modified_gmt":"2026-06-18T14:59:52","slug":"jumat-19-juni-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98668","title":{"rendered":"Jumat, 19 Juni 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Matius 6:20a.21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kumpulkanlah bagimu harta di surga.&nbsp;karena di mana hartamu, di situ pula hatimu.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setia dan tidak setia akan perjanjian silih berganti. Kini pun masih sering terjadi. Bahkan, sering orang tak segan menggunakan kekerasan asal tercapai impiannya. Membedakan mana yang pokok mengandaikan kita tidak mengejar nilai semu. Demikianlah \u2018pandangan tajam\u2019 yang dibicarakan Injil.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa sumber kebahagiaan,&nbsp;semoga berkat sabda-Mu kami menjadi orang&nbsp;yang sungguh bahagia,&nbsp;karena dapat berbuat baik kepada sesama.&nbsp;Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 11:1-4.9-18.20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cMereka mengurapi Yoas dan berseru, \u2018Hiduplah Raja!&#8217;\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja. Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh. Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri. Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka. Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada. Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN. Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja. Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: \u201cHiduplah raja!\u201d Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN. Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: \u201cKhianat, khianat!\u201d Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: \u201cBawalah dia keluar dari barisan! Siapa yang memihak kepadanya bunuhlah dengan pedang!\u201d Sebab tadinya imam itu telah berkata: \u201cJanganlah ia dibunuh di rumah TUHAN!\u201d Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia masuk ke istana raja dengan melalui pintu bagi kuda, dibunuhlah dia di situ. Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat. Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN. Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 132:11.12.13-14.17-18<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat kedudukan-Nya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud , Ia tidak akan memungkirinya: \u201cSeorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka, maka selamanya anak-anak mereka akan duduk di atas takhtamu.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya, \u201cInilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya\u201d.<\/li>\n\n\n\n<li>Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keaiban, tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!\u201d<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Mat 5:3)&nbsp;<em>Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab milik merekalah Kerajaan Allah.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:19-23<\/strong><strong>&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cDi mana hartamu berada, di situ pula hatimu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, \u201cJanganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Finsentius Ari Setiono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian dimanapun berada, jumpa lagi bersama saya Rm. Finsentius Ari Setiono, SCJ dari Pasang Surut dalam ReSi (Renungan Singkat) Edisi Minggu, 19 Oktober 2025, hari Minggu biasa ke-29. Mari sekarang kita siapkan hati untuk mendengarkan bacaan Injil pada hari ini dari Injil Lukas 18:1-8.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat ReSi yang terkasih, semoga sahabat semua dalam keadaan baik dan penuh berkat Tuhan. Pada hari ini kita mendengarkan bacaan injil yang berbicara mengenai ajakan Yesus untuk para muridnya agar tidak jemu-jemunya berdoa. Kegiatan berdoa adalah sebuah kegiatan yang dikalukan oleh manusia beriman kepada yang di imaninya. Dapat diartikan pula bahwa doa adalah salah satu bentuk dari pengungkapan iman. Sedangkan iman sendiri dapat diartikan sebagai tanggapan manusia terhadap wahyu atau rahmat Allah. Iman ini muncul karena adanya kepercayaan dari manusia kepada yang diimaninya. Dari penjelasan itu kita sudah sedikit tahu mengenai hubungan antara doa dan iman.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengenai doa ini, Yesus menyajikan sebuah perumpamaan mengenai janda yang tiada hentinya memohon kepada seorang hakim. Background yang ingin ditampilkan Yesus di sini adalah sebuah pengadilan, dimana ada hakim, pemohon yaitu seorang janda, dan lawan si pemohon. Selain hakim, pemohon, dan lawan si pemohon, yang di tampilkan hanya sikap hakim dan pemohon, tampa menampikan latar belakang kasus atau apa yang dimohon oleh pemohon kepada hakim. Sikap pemohon yang ditampilkan adalah sikap tekun, dimana ia setiap hari datang kepada hakim, dan percaya bahwa hanya hakim yang dapat membantunya. Sedangkan sikap hakim yang ditampilkan adalah sikap yang \u201clalim\u201d, dimana ia akhirnya membenarkan janda itu hanya karena alasan agar ia tidak disusahkan terus menerus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setelah menujukkan perumpamaan yang sudah dibahas tadi, Yesus kemudian ingin menunjukkan bahwa Allah lebih besar daripada hakim lalim itu. Allah tidak akan tinggal diam dan akan membenarkan orang yang meminta kepada-Nya. Yesus juga menunjukkan bagaimana kepercayaan kepada Allah dan ketekunan kita sebagai manusia sangat dibutuhkan dalam berdoa, yang adalah salah satu dari bentuk iman.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Selanjutnya, bacaan yang kita dengarkan hari ini tidak berhenti pada kesimpulan bahwa kita harus tidak jemu-jemunya untuk berdoa. Bacaan yang kita dengarkan hari ini ditutup dengan sebuah pertanyaan dari Yesus: \u201c<em>Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?<\/em>\u201d (Lukas 18:8b). Yesus disini tidak mempertanyakan mengenai doa, tetapi iman. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, iman adalah tanggapan manusia terhadap wahyu atau rahmat Allah. Sedangkan Iman muncul karena adanya kepercayaan dari manusia kepada yang diimaninya. Hal ini sangat berkaitan dengan sikap janda yang ada dalam perumpamaan, yaitu percaya dan tekun. Maka pertanyaan itu bukan hanya sekedar doa, tetapi lebih dalam, yaitu sikap percaya kepada Allah. Sekarang pun pertanyaan yang berumur kurang lebih 2.000 tahun lalu itu tetap relevan untuk kita dan setelah kita; \u201cakankah Allah menemukan iman (sikap percaya penuh kepada-Nya) dalam diri kita?<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kedamaian,&nbsp;semoga hidup kami Kaulimpahi Roh Putra-Mu,&nbsp;dan semoga hati kami Kauarahkan&nbsp;kepada kebahagiaan dan kedamaian sesama.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 6:20a.21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kumpulkanlah bagimu harta di surga.&nbsp;Sebab di mana hartamu, di situ pula hatimu berada.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa mahakuasa dan kekal,&nbsp;kami mengucap syukur karena telah menerima sabda&nbsp;yang tiada ternilai.&nbsp;Semoga jadilah sabda itu harta kami yang terbesar.&nbsp;dalam segala tingkah laku kami.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Jumat 19 Juni 2026 oleh Rm Finsentius Ari Setiono SCJ dari Komunitas SCJ Pasangsurut Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/18\/jumat-19-juni-2026-hari-biasa-pekan-xi\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/18\/jumat-19-juni-2026-hari-biasa-pekan-xi\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98668-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6262\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-98668-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98668-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-19-Juni-2026-oleh-Rm-Finsentius-Ari-Setiono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pasangsurut-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Matius 6:20a.21 Kumpulkanlah bagimu harta di surga.&nbsp;karena di mana hartamu, di situ pula hatimu. PENGANTAR: Setia dan tidak setia akan perjanjian silih berganti. Kini pun masih sering terjadi. Bahkan, sering orang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-98668","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98668"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98670,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98668\/revisions\/98670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}