{"id":98618,"date":"2026-06-17T07:23:39","date_gmt":"2026-06-17T00:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98618"},"modified":"2026-06-17T07:23:39","modified_gmt":"2026-06-17T00:23:39","slug":"rabu-17-juni-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98618","title":{"rendered":"Rabu, 17 Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 17 Juni 2026<br \/>\nMatius 6:3 (Mat 6:1-6, 16-18)<br \/>\n\u201dJika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.&#8221;<\/p>\n<p>Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu<\/p>\n<p>Dalqm Injil hari ini, ketika mengajar tentang hal memberi sedekah, hal berdoa dan hal berpuasa, sampai 3 kali Yesus mengulang ungkapan peneguhan Bapa di surga bagi anak-anakNya yang melakukan perbuatan baik dengan hati yang murni dan tulus ikhlas. Bukan dengan motivasi untuk dipuji, dihargai, dihormati, dianggap baik, apalagi hanya untuk dilihat orang lain.<br \/>\nTentu Yesus sungguh mengerti bahwa sebagai manusia, kita butuh pujian dan penghargaan. Bila demikian, maka biarlah pujian itu datang dari Bapa di surga. Kata Yesus, \u201cBapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.&#8221; (Mat 6:4, 6, 18).<\/p>\n<p>Itu berarti motivasi terdalam kita untuk semua perbuatan baik yang kita lakukan adalah untuk memuliakan Bapa di surga, yang telah lebih dahulu mengasihi kita. Seperti kata Yesus, &#8220;Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.&#8221; (Mat 5:16).<br \/>\nBiarlah tangan kita menjadi tangan Bapa di surga atau menjadi tangan Yesus yang selalu menolong.<br \/>\nTangan yang terbuka untuk merangkul, mengangkat yang jatuh, menghapus air mata, menguatkan yang lemah.<\/p>\n<p>Betapa bahagianya kita yang kecil dan sederhana ini dapat dipakai Tuhan untuk menjadi tangan kasihNya serta tanda kehadiranNya.<br \/>\nSemoga melalui karya kita nama Tuhan dipuji dan semua orang berseru, \u201cYa Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi!\u201d (Mzm 8:9).<\/p>\n<p>Selama hari baru. Kesempatan baru untuk berbuat baik dan memuliakan Tuhan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Jun 2026<br \/>\nRabu Pekan Biasa XI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:23<br \/>\nBacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:23<br \/>\nBarangsiapa mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.<br \/>\nBapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 6:1-6.16-18<br \/>\nBapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda,<br \/>\n&#8220;Hati-hatilah,<br \/>\njangan sampai melakukan kewajiban agamamu di depan orang, supaya dilihat.<br \/>\nSebab jika demikian,<br \/>\nkalian tidak memperoleh upah dari Bapamu di surga.<br \/>\nJadi, apabila engkau memberi sedekah,<br \/>\njanganlah engkau mencanangkan hal itu,<br \/>\nseperti yang dilakukan orang-orang munafik<br \/>\ndi rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,<br \/>\nsupaya mereka dipuji orang.<br \/>\nAku berkata kepadamu, &#8216;Mereka sudah mendapat upahnya.&#8217;<br \/>\nTetapi jika engkau memberi sedekah,<br \/>\njanganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu.<br \/>\nHendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi,<br \/>\nmaka Bapamu yang melihat yang tersembunyi<br \/>\nakan membalasnya kepadamu.&#8221;<br \/>\n&#8220;Dan apabila kalian berdoa,<br \/>\njanganlah berdoa seperti orang munafik.<br \/>\nMereka suka mengucapkan doanya<br \/>\ndengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat<br \/>\ndan pada tikungan-tikungan jalan raya,<br \/>\nsupaya mereka dilihat orang.<br \/>\nAku berkata kepadamu, &#8216;Mereka sudah mendapat upahnya.&#8217;<br \/>\nTetapi jikalau engkau berdoa,<br \/>\nmasuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,<br \/>\ndan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.<br \/>\nMaka Bapamu yang melihat yang tersembunyi<br \/>\nakan membalasnya kepadamu.<\/p>\n<p>&#8220;Dan apabila kalian berpuasa,<br \/>\njanganlah muram mukamu, seperti orang munafik.<br \/>\nMereka mengubah air mukanya,<br \/>\nsupaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.&#8217;<br \/>\nTetapi apabila engkau berpuasa,<br \/>\nminyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,<br \/>\nsupaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa,<br \/>\nmelainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.<br \/>\nMaka Bapamu yang melihat yang tersembunyi<br \/>\nakan membalasnya kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Kita biasanya menyalakan lilin saat kita berdoa. Coba perhatikan, saat lilin meleleh dan sumbunya mulai terbakar, pada awalnya api begitu besar dan tak beraturan, namun dipancarkan adalah asap kotor hitam. Nyala api yang tak beraturan berlanjut sampai lebih banyak bagian dari lilin itu meleleh. Hanya saat nyala api itu menjadi tenang, cahaya lilin terasa nyaman dan menghantar kita untuk bejumpa dengan Tuhan.<\/p>\n<p>Dalam diri setiap orang ada kebutuhan untuk mendapat perhatian, diakui, dihargai dan diterima. Seperti lilin yang menyala, setiap orang menginginkan cahayanya bersinar terang untuk dilihat orang lain. Orang merasa bangga bila perbuatan baiknya dilihat dan dipuji orang. Orang merasa senang apabila saat memberi sumbangan dipublikasikan di pelbagai media. Orang akan tersanjung apabila namanya tercantum dalam plakat donator. Petugas liturgi di gereja pun bisa tersinggung apabila lupa diberi ucapan terima kasih saat pengumuman di akhir misa. Seperti awal nyala lilin yang mengeluarkan asap hitam.<\/p>\n<p>Tetapi Yesus mengundang kita untuk \u201cmasuk ke dalam kamar\u201d, ke tempat tersembunyi. Ini adalah panggilan untuk masuk ke \u201ckamar hati\u201d \u2014 ke ruang batin tempat diri sejati kita tinggal, dan di mana Allah dengan sabar menanti. Di dunia yang penuh kebisingan, yang mendorong kita untuk dilihat, dikagumi, dan dipuji, Yesus mengajak kita untuk menjauh dari panggung dan kembali ke hal yang esensial. \u201cMasuklah ke dalam kamarmu,\u201d kata-Nya. Bukan untuk melarikan diri dari dunia, tetapi untuk menemukan kembali kebenaran tentang siapa kita: debu yang dicintai, dibentuk oleh tangan Allah, dicintai dengan cinta yang abadi.<\/p>\n<p>Kita memberi, berdoa, berpuasa \u2014 bukan untuk pamer, tetapi persembahan dari kedalaman hati. Inilah perjalanan kemuridan yang autentik. Firman Allah memanggil kita kembali ke kesederhanaan, kejujuran, dan kekuatan tenang cinta Allah yang bekerja \u201csecara tersembunyi\u201d. Kita ada bukan untuk mengesankan orang lain; kita ada untuk bertemu dengan Allah yang memandang kita dan mencintai kita seperti kita adanya.<\/p>\n<p>Kita diundang untuk melepaskan hal-hal yang tidak lagi melayani kasih. Untuk melepaskan topeng kita, kebanggaan kita, kebutuhan kita akan pengakuan. Yang tersisa adalah kebenaran: kita adalah debu, ya \u2014 tetapi debu yang dicintai. Dalam cinta itu, segalanya menjadi baru.<\/p>\n<p>Mari kita kembali ke hati. Di sana, dalam keheningan, dalam doa, dalam pemberian yang rendah hati, Bapa menanti. Dan Ia berkata kepada masing-masing dari kita: \u201cAku mencintaimu.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan, semoga apa saja yang aku lakukan, semuanya hanya demi kemuliaan-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Semua demi kemuliaan Tuhan. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"BHWWrhLiAK\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/masuklah-ke-kamar-hatimu\/\">Masuklah ke Kamar Hatimu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cMasuklah ke Kamar Hatimu\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/masuklah-ke-kamar-hatimu\/embed\/#?secret=wYXqwBsDG1#?secret=BHWWrhLiAK\" data-secret=\"BHWWrhLiAK\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 17 Juni 2026 Matius 6:3 (Mat 6:1-6, 16-18) \u201dJika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.&#8221; Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu Dalqm Injil&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-98618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98618"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98619,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98618\/revisions\/98619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}