{"id":98496,"date":"2026-06-14T19:50:25","date_gmt":"2026-06-14T12:50:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98496"},"modified":"2026-06-14T19:50:25","modified_gmt":"2026-06-14T12:50:25","slug":"minggu-14-juni-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98496","title":{"rendered":"Minggu, 14 Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 14 Juni 2026<br \/>\nHari Minggu Biasa XI<br \/>\nMatius 10:8b (Mat 9:36 &#8211; 10:8)<br \/>\n\u201dKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Rasul Kemurahan Hati Tuhan<\/p>\n<p>Yesus selalu tergerak hati oelh belaskasihan terutama bagi mereka yang butuh perhatian dan kasih sayang. Karena itu Ia memilih dari antara banyak orang, 12 murid untuk menjadi rasul kemurahan hati Tuhan.<br \/>\nIa memilih mereka bukan karena jasa mereka, atau karena kelebihan dan kehebatan mereka, melainkan karena semata oleh kasih dan kemurahan hati Tuhan. Bahkan kepada mereka diberikan segala anugerah yang perlu untuk mrnjadi penyalur berkat Tuhan.<br \/>\nKarena itu Yesus mengingatkan mereka, \u201cKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.\u201d<\/p>\n<p>Sebuah cerita kecil berikut ini, kiranya menjadi pengingat bagi kita pesan Yesus ini.<br \/>\nPada suatu ketika, ada seorang anak kecil yang merasa sudah berjasa kepada ibunya, karena telah membantu melakukan beberapa pekerjaan yang biasanya dikerjakan pembantu di rumah. Ia lalu menulis nota tagihan kepada mamanya. Antara lain tercatat:<br \/>\n1. Mengatur tempat tidur Rp. 10.000<br \/>\n2. Menyapu halaman Rp. 10.000<br \/>\n3. Mencuci piring Rp. 10.000<br \/>\n4. Memasak air Rp. 10.000.<br \/>\n5. Mencuci pakaian Rp. 20.000.<br \/>\nRupanya cukup panjang tagihan yang dimintakan, hingga total jumlahnya Rp. 100.000.<\/p>\n<p>Si ibu mulanya terkejut menerima nota tagihan tersebut, namun dengan tersenyum menulis di baliknya sebagai berikut:<br \/>\n9 bulan tinggal dalam rahimku, gratis!.<br \/>\nMakan dan minum 3x sehari, gratis!<br \/>\nUang sekolah, cepatu dan pakaian seragam, gratis!<br \/>\nTempat tidur, mainan, hp, gratis!<\/p>\n<p>Si kecil tak dapat berkata-kata lagi. Ia segera memeluk ibunya dan penuh haru menyampaikan beribu terimakasih.<br \/>\nBerapa banyak yang telah kita terima dari Tuhan? Bukankah kita menerima anugerah kehidupan secara cuma-cuma dari Tuhan melalui orang tua?<\/p>\n<p>Bila semua yang kita terima adalah semata pemberian Tuhan, ikhlaskanlah semuanya untuk menjadi berkat Tuhan bagi sesama.<br \/>\nYesus telah berjanji, \u201cAku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.\u201d (Yoh 10:10b). Biarlah janji Yesus ini terpenuhi oleh kemurahan hati kita untuk berbaik hati bagi sesama.<\/p>\n<p>Selamat hari Minggu, dan selamat melayani. Bahagianya hidup menjadi saluran berkat Tuhan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Jun 2026<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 1:15<br \/>\nBacaan Injil : Mat 9:36-10:8<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 1:15<br \/>\nKerajaan Allah sudah dekat.<br \/>\nBertobatlah dan percayalah kepada Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:36-10:8<br \/>\nYesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa,<br \/>\nketika Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya,<br \/>\ntergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,<br \/>\nkarena mereka lelah dan terlantar<br \/>\nseperti domba yang tidak bergembala.<br \/>\nMaka kata Yesus kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.<br \/>\nKarena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,<br \/>\nsupaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya<br \/>\ndan memberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat<br \/>\ndan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.<br \/>\nInilah nama kedua belas rasul itu:<br \/>\nPertama Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya,<br \/>\nYakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,<br \/>\nFilipus dan Bartolomeus,<br \/>\nTomas dan Matius pemungut cukai,<br \/>\nYakobus anak Alfeus, dan Tadeus,<br \/>\nSimon orang Zelot,<br \/>\ndan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.<\/p>\n<p>Yesus mengutus kedua belas murid itu<br \/>\ndan berpesan kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain<br \/>\natau masuk ke dalam kota orang Samaria,<br \/>\nmelainkan pergilah<br \/>\nkepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.<br \/>\nPergilah dan beritakanlah:<br \/>\nKerajaan Surga sudah dekat.<br \/>\nSembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;<br \/>\ntahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.<br \/>\nKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma,<br \/>\nkarena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, karya pewartaan Injil atau penyebaran iman, apalagi melalui kotbah, sering dianggap sebagai tugas eksklusif para uskup, imam, dan misionaris. Namun, Konsili Vatikan II dengan jelas menyatakan kesetaraan semua pekerja Gereja: \u201cUmat pilihan Allah adalah satu: \u2018Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan\u2019 (Efesus 4:5)\u2026 Semua memiliki kesetaraan sejati dalam hal martabat dan kegiatan yang sama bagi semua umat beriman untuk membangun Tubuh Kristus (Lumen Gentium, 32).<\/p>\n<p>Dengan kata lain, Konsili tersebut menghapus segala pembedaan dalam Gereja yang terbagi menjadi dua golongan: para \u201cprofesional suci\u201d (Paus, Uskup, Imam, dan sebagainya) serta umat awam yang \u201cduniawi\u201d.<\/p>\n<p>Keberhasilan Gereja tidak hanya bergantung pada Roh Kudus, tetapi juga sangat bergantung pada upaya para anggotanya \u2014 baik para klerus maupun umat awam.<\/p>\n<p>Suatu ketika, seorang imam muda berangkat ke paroki pertamanya setelah tahbisan imam dengan semangat yang membara.<\/p>\n<p>Namun, di sana ia kecewa karena uamt yang hadir dalam misa sangat sedikit dan kehidupan rohani jemaat pun terasa lesu. Ia mengunjungi rumah demi rumah untuk membangkitkan kembali minat mereka, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa gereja itu begitu sepi sehingga mereka tidak tertarik untuk datang.<\/p>\n<p>Maka imam itu mengumumkan bahwa ia akan memimpin upacara pemakamannya pada hari Minggu. Gereja itu penuh sesak pada hari itu.<\/p>\n<p>Di depan altar terdapat sebuah peti mati. Imam itu menyampaikan sambutan perpisahan untuk almarhum; kemudian ia mengajak umat untuk maju ke depan dan melihat jenazah. Satu per satu, umat yang hadir melihat ke dalam peti mati tersebut.<\/p>\n<p>Masing-masing terkejut melihat wajahnya sendiri terpantul dari cermin di dasar peti mati itu.<\/p>\n<p>Banyak yang terkejut dan marah. Namun, kemudian setiap umat mulai menyadari apa yang ingin disampaikan oleh imam itu \u2014 bahwa ketidakpedulian dan apatisme mereka sendiri lah yang menjadi penyebab kematian Gereja.<\/p>\n<p>Syukurlah, sekarang ini semakin banyak umat awam yang mengambil peran aktif dalam Gereja, seperti nampak dalam organisasi-organisasi paroki seperti para petugas pastoral awam, dewan pastoral paroki, kaum bapa, atau gerakan pembaruan seperti Marriage Encounter, Couples for Christ, gerakan karismatik, kelompok-kelompok kategorial yang sangat beragam \u2014 hal ini tentu saja merupakan berkat dan dorongan yang luar biasa bagi Gereja.<\/p>\n<p>Apalagi sekarang kita memahami Gereja sebagai Gereja Sinodal, Gereja yang berjalan bersama. Itu adalah cara hidup Gereja di mana seluruh umat \u2014 baik hierarki (Paus, Uskup, Imam) maupun kaum awam \u2014 saling mendengarkan, terlibat aktif, dan berpartisipasi dalam misi perutusan Gereja. Setiap orang yang dibaptis memiliki martabat yang sama dan bertanggung jawab atas misi perwartaan Injil, bukan hanya tugas para rohaniwan. Tidak ada sekat-sekat pemisah agar semua anggota umat merasa diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar Gereja.<\/p>\n<p>Injil hari ini bertutur tentang Yesus yang memilih para murid-Nya dan \u201csedikit pekerja di ladang-Nya\u201d merupakan sebuah tantangan.<\/p>\n<p>Mari kita renungkan: Apa yang kita lakukan untuk membantu di kebun anggur Tuhan di zaman modern ini? Berapa banyak di antara kita yang secara rutin berdoa kepada Tuhan, memohon agar Ia menyentuh hati para pemuda dan pemudi agar mempertimbangkan panggilan untuk menjadi imam, biarawan, atau biarawati?<\/p>\n<p>Berapa banyak di antara kita yang benar-benar terlibat secara pribadi dengan menyumbangkan waktu, materi, dan talenta yang dimiliki untuk membangun Gereja di mana ana berada?<\/p>\n<p>Saat ini, jumlah pekerja yang \u201cmenuai panen\u201d lebih sedikit daripada sebelumnya. Apakah hal ini disebabkan karena keluarga kita tidak lagi menjadi tempat tumbuhnya panggilan hidup religius? Atau karena kita tidak pernah membicarakan kehidupan religius kepada anak-anak kita sendiri sebagai salah satu pilihan hidup bagi mereka?<\/p>\n<p>Saat nanti Anda berhadapan langsung dengan Tuhan, apakah Anda akan dengan jujur mengatakan bahwa Anda telah melakukan sesuatu untuk misi-Nya? Atau apakah Anda akan menundukkan kepala karena malu karena gagal melakukan sesuatu?<\/p>\n<p>Di tengah berbagai kekhawatiran dan kesibukan duniawi kita saat ini, jangan lupa untuk turut serta dalam panen Tuhan.<\/p>\n<p>Tuhan, pimpin kami, untuk berjalan bersama, mewartakan Injil dan membangun Kerajaan-Mu saat ini dan di sini. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Pergilah dan wartakanlah, Kerajaan Sorga sudah dekat! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"w6EIFWyeud\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tuaian-memang-banyak-tetapi-pekerja-sedikit\/\">Tuaian Memang Banyak, Tetapi Pekerja Sedikit<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cTuaian Memang Banyak, Tetapi Pekerja Sedikit\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tuaian-memang-banyak-tetapi-pekerja-sedikit\/embed\/#?secret=KaPXlpw6ob#?secret=w6EIFWyeud\" data-secret=\"w6EIFWyeud\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 14 Juni 2026 Hari Minggu Biasa XI Matius 10:8b (Mat 9:36 &#8211; 10:8) \u201dKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.\u201d Menjadi Rasul Kemurahan Hati Tuhan Yesus selalu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-98496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98496"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98496\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98497,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98496\/revisions\/98497"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}