{"id":98395,"date":"2026-06-12T10:45:49","date_gmt":"2026-06-12T03:45:49","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98395"},"modified":"2026-06-12T10:45:49","modified_gmt":"2026-06-12T03:45:49","slug":"merawat-bumi-memihak-yang-terpinggirkan-dan-berjalan-bersama-orang-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98395","title":{"rendered":"Merawat Bumi, Memihak yang Terpinggirkan, dan Berjalan Bersama Orang Muda"},"content":{"rendered":"<p>Merawat Bumi, Memihak yang Terpinggirkan, dan Berjalan Bersama Orang Muda<\/p>\n<p>Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga hadir sebagai ruang praktik pembelajaran pertanian dan peternakan yang mengusung konsep cerdas, berilmu, dan lestari. Melalui program pelatihan pertanian terpadu, KPTT membekali peserta dengan keterampilan praktis sekaligus membangun karakter dan spiritualitas, sehingga lahir generasi petani yang kompeten, mandiri, dan peduli lingkungan.<\/p>\n<p>Sebagai karya Serikat Jesus Provinsi Indonesia di bidang ekologi, KPTT menjadi wujud nyata dari upaya pertobatan ekologis. Berbagai inisiatif dikembangkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan perawatan bumi sebagai rumah bersama (Laudato Si\u2019).<\/p>\n<p>KPTT Salatiga juga berfokus pada pemberdayaan petani dan peternak lokal melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan. Di saat yang sama, KPTT mengajak generasi muda untuk terlibat dalam dunia pertanian modern dan ramah lingkungan, sebagai bagian dari solusi masa depan.<\/p>\n<p>Sumber Jesuit Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merawat Bumi, Memihak yang Terpinggirkan, dan Berjalan Bersama Orang Muda Kursus Pertanian Taman Tani (KPTT) Salatiga hadir sebagai ruang praktik pembelajaran pertanian dan peternakan yang mengusung konsep cerdas, berilmu, dan lestari. Melalui program pelatihan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,27,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-98395","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-ekonomi","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98395"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98396,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98395\/revisions\/98396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}