{"id":98363,"date":"2026-06-11T21:58:38","date_gmt":"2026-06-11T14:58:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98363"},"modified":"2026-06-11T21:58:39","modified_gmt":"2026-06-11T14:58:39","slug":"jumat-12-juni-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98363","title":{"rendered":"Jumat, 12 Juni 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Bdk Mzm 33:11,19<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rancangan Hati-Nya dari angkatan ke angkatan untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan sungguh sayang akan yang kecil, yang sederhana, yang tak berarti. Ia sayang akan kita, manusia. Ia menaruh hati kepada kita. Beban-beban berat tidak diletakkan pada bahu kita. Ia lemah lembut dan rendah hati. Mengapa kita tak mau saling mengasihi dan menepati perintah-perintah-Nya? Sebab, semakin kita menaruh hati kepada sesama semakin kerasan pula Tuhan bersemayam dalam diri kita, dan semakin besar pula penghormatan yang kita rayakan kepada Hati Yesus, Putera-Nya terkasih.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SERUAN TOBAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Hati Yesus, ungkapan cinta kasih Ilahi kepada manusia.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Hati Yesus, puncak cinta kasih insani kepada Allah.&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Hati Yesus, sumber kehidupan dan kesucian.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Yang Mahakuasa, perkenankanlah kami untuk memuliakan Hati Putra-Mu dan mengenang karya besar cinta kasih-Nya bagi kami. Jadikanlah kami layak untuk menimba anugerah yang mengalir secara berlimpah dari sumber Ilahi itu. Dengan pengantaraan Kristus itu juga yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.&nbsp;Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 7:6-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKamulah yang dipilih dan dikasihi Tuhan!\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, di padang gurun seberang Yordan, Musa berkata kepada umat Israel, \u201cKamulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; kamulah yang dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan karena jumlahmu lebih besar dari bangsa mana pun, maka hati Tuhan terpikat olehmu dan memilih kamu, -sebab nyatanya kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa! -Tetapi karena Tuhan mengasihi kamu dan karena Ia memegang sumpah yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka Tuhan telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat, dan menebus kamu dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. Sebab itu haruslah kamu ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu itu, adalah Allah yang setia. Ia memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan. Tetapi terhadap setiap orang yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang pada hari ini kusampaikan kepadamu untuk dilakukan.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.3-4.6-7.8.10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Berbelas kasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan menjalankan keadilan dan kasih bagi semua orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 4:7-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAllah mengasihi kamu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Penyelamat dunia. Barangsiapa mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya.<\/em><br>S : (Mat 11:29ab)&nbsp;<em>Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:25-30<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku lemah lembut dan rendah hati.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa berkatalah Yesus, \u201cAku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat, 12 Juni 2026, Bertepatan dengan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Untuk itu saya secara Pribadi, dan mewakili semua pembawa Resi (renungan singkat) Dehonian, para Romo, Bruder, dan Freter SCJ menghaturkan Selamat Merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus. Semoga Hati Yesus semakin merajai hati kita sehingga damai, sukacita, senantiasa mewarnai hidup kita dan kita semakin menjadi berkat dan pembawa damai dan sukacita bagi banyak orang. Amin.&nbsp;Tema Resi kita kali ini adalah:&nbsp;<strong>\u201c<\/strong><strong>Hati yang Mengasihi, Hati yang Meneguhkan\u201d.&nbsp;<\/strong>Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus ini kita semua diundang untuk memandang lebih dalam ke dalam hati Allah sendiri yang punuh belas kasih. Dalam bacaan injil yang kita dengar hari ini, Tuhan Yesus bersyukur kepada Bapa karena misteri Kerajaan Allah dinyatakan kepada orang-orang kecil dan sederhana. Tuhan Yesus kemudian mengundang semua orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya dan menemukan kelegaan. Undangan ini lahir dari Hati Yesus yang penuh Belas Kasih, kelembutan, dan kerendahan hati. Hati yang tidak menghakimi, tetapi menerima; tidak menjauhkan, tetapi merangkul; tidak membebani, tetapi memberi kelegaan. Lalu apa yang bisa kita renungkan dan refleksikan? Saya menawarkan 3 hal saja:<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Hati Kudus Yesus Memilih Kita Karena Kasih-Nya:\u00a0<\/strong>Dalam bacaan pertama (Ul. 7:6-11), Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka dipilih bukan karena mereka bangsa terbesar atau terkuat, melainkan karena Allah mengasihi mereka. Pilihan Allah selalu berakar pada kasih, bukan pada jasa manusia. Demikian pula dalam hidup kita. Kita sering merasa tidak pantas, penuh kelemahan, atau bahkan gagal. Namun Hati Yesus tetap mencintai kita. Kasih-Nya mendahului segala usaha dan prestasi kita. Hari Raya Hati Kudus mengingatkan bahwa kita adalah pribadi-pribadi yang dicintai terlebih dahulu oleh Allah.\u00a0<strong>Pertanyaan Refleksinya adalah: \u201c<\/strong>Apakah saya sungguh percaya bahwa Allah mengasihi saya apa adanya, bahkan di tengah kelemahan dan keterbatasan saya?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hati Kudus Yesus Mengajar Kita untuk Mengasihi:\u00a0<\/strong>Dalam bacaan kedua (1 Yoh. 4:7-16), Santo Yohanes dengan tegas berkata:\u00a0<em>\u201cAllah adalah kasih.\u201d<\/em>\u00a0Karena Allah adalah kasih, maka setiap orang yang mengenal Allah dipanggil untuk mengasihi sesamanya. Devosi kepada Hati Kudus Yesus bukan hanya soal doa, novena, atau gambar Hati Kudus yang kita hormati. Devosi yang sejati harus tampak dalam hidup yang penuh kasih, belas kasih, pengampunan, dan kepedulian kepada sesama. Sebagai pencinta Hati Kudus Yesus, kita dipanggil untuk menghadirkan wajah Hati Yesus yang penuh cinta di tengah dunia.\u00a0<strong>Pertanyaan Refleksinya adalah: \u201c<\/strong>Melalui sikap, perkataan, dan tindakan saya sehari-hari, apakah orang lain dapat merasakan kasih Allah yang hidup dalam diri saya?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hati Kudus Yesus Menjadi Tempat Peristirahatan bagi yang Letih:\u00a0<\/strong>Puncak Injil hari ini adalah undangan Yesus:\u00a0<em>\u201c<\/em>Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.\u00a0<em>\u201c<\/em>\u00a0(Matt. 11:28). Banyak orang hidup dengan beban: pekerjaan, keluarga, komunitas, kesehatan, kekecewaan, luka batin, atau kekhawatiran akan masa depan. Sering kali kita mencoba memikul semuanya sendirian hingga akhirnya kelelahan. Hari Raya Hati Kudus Yesus mengingatkan bahwa kita memiliki tempat untuk pulang. Hati Yesus adalah rumah bagi jiwa yang lelah, tempat kita menemukan kekuatan baru, harapan baru, dan damai yang sejati. Dalam Hati-Nya kita belajar bahwa kasih selalu lebih kuat daripada keputusasaan.\u00a0<strong>Yang menjadi pertanyaan bagi kita: \u201c<\/strong>Beban apa yang selama ini saya pikul sendirian dan belum sungguh-sungguh saya serahkan kepada Hati Kudus Yesus?\u201d<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah Para sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati yesus. Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus adalah perayaan kasih Allah yang tanpa batas. Allah memilih kita karena kasih-Nya. Dia mengundang kita untuk hidup dalam kasih, dan menyediakan Hati-Nya sebagai tempat perlindungan bagi setiap orang yang letih lesu. Di tengah dunia yang sering dipenuhi persaingan, kebencian, dan ketidakpedulian, kita dipanggil menjadi saksi kasih Hati Yesus yang lembut, rendah hati, dan penuh belas kasih.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita semakin mampu mengasihi tanpa syarat, melayani dengan sukacita, berbelas kasih kepada sesama, dan menjadi tanda nyata kehadiran kasih Allah bagi dunia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesiis yang Lemahlembut dan Rendah Hati jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I: Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita, yang telah menampakkan cinta kasih-Nya dalam penjelmaan Putra-Nya yang tunggal.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi paroki kita:&nbsp;Ya Bapa, bimbinglah umat-Mu di paroki ini agar dalam hidup sehari-hari memberi kesaksian atas cinta kasih Allah kepada masyarakat sekitarnya.&nbsp;Marilah kita mohon,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang kesepian di zaman sekarang:&nbsp;Ya Bapa, semoga mereka yang dihinggapi kekecewaan hidup membuka hati terhadap cinta kasih sesamanya.&nbsp;Marilah kita mohon,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang sakit dan cacat:&nbsp;Ya Bapa, semoga mereka yang sakit dan cacat menyadari betapa besar pengaruh mereka bagi lingkungan mereka dengan sikap optimistis mereka.&nbsp;&nbsp;Marilah kita mohon,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi kita di sekitar altar ini:&nbsp;Ya Bapa, nyalakanlah api cinta kasih-Mu dalam hati kami agar sanggup mempersembahkan pepulih atas dosa kesalahan kami dan sesama.&nbsp;Marilah kita mohon,\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa Yang Mahabaik, Yesus Putra-Mu adalah warta pengampunan dan pertobatan bagi kami masing-masing dan bersama. Semoga kami tetap menanggapi tawaran dan bimbingan-Nya. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Allah,&nbsp;pandanglah cinta yang tak terperikan dari Hati Putra-Mu yang terkasih,&nbsp;semoga persembahan yang kami unjukkan ini Engkau terima dan mendatangkan pengampunan atas dosa-dosa kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yohanes 19:34<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak,&nbsp;dan segera mengalir keluar darha dan air.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah, Bapa Yang Berbelaskasih,&nbsp;kami bersyukur atas santapan suci yang telah kami terima pada Hari Raya Hati Kudus Putra-Mu. Sucikanlah kami dalam pelayanan dan perjuangan hidup ini, dan semoga kami senantiasa rindu akan tanah air surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Jumat 12 Juni 2026 oleh Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/11\/jumat-12-juni-2026-hari-raya-hati-yesus-yang-mahakudus\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/11\/jumat-12-juni-2026-hari-raya-hati-yesus-yang-mahakudus\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98363-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7047\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-98363-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98363-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-12-Juni-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Bdk Mzm 33:11,19 Rancangan Hati-Nya dari angkatan ke angkatan untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. PENGANTAR: Tuhan sungguh sayang akan yang kecil, yang sederhana,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-98363","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98363"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98365,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98363\/revisions\/98365"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}