{"id":98228,"date":"2026-06-08T21:18:30","date_gmt":"2026-06-08T14:18:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98228"},"modified":"2026-06-08T21:18:32","modified_gmt":"2026-06-08T14:18:32","slug":"selasa-09-juni-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98228","title":{"rendered":"Selasa, 09 Juni 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFO PEMBUKA \u2013 Matius 5:13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kalian ini garam dunia.&nbsp;Jika garam menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan lagi?&nbsp;Tiada gunanya selain dibuang dan diinjak-injak orang.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Si janda Sarfat memberikan miliknya yang terakhir kepada Nabi Elia, utusan Allah. Habislah sudah semuanya, tinggal harapannya pada Tuhan. Maka ia diganjar dengan rezeki melimpah. Dengan demikian, ia menunjukkan jalan untuk menjadi garam dan cahaya bagi manusia.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa sumber kehidupan sejati,&nbsp;Engkau menghendaki semua orang menerima rezeki&nbsp;dan dihidupi oleh sabda Yesus, Sang Nabi Agung.&nbsp;Kami bersyukur atas semuanya itu,&nbsp;tetapi memohon, berkenanlah Engkau&nbsp;menjadi pegangan andalan kami&nbsp;entah hidup entah mati.&nbsp;Demi Yesus kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 17:7-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cTempat tepungnya tak pernah kosong sesuai dengan sabda Tuhan yang diucapkan Nabi Elia.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Sungai Kerit menjadi kering, sebab hujan tiada turun-turun di negeri itu. Maka datanglah sabda Tuhan kepada Elia, \u201cBersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.\u201d Maka Elia pun bersiap-siap, lalu pergi ke sarfat. Ketika ia tiba di dekat gerbang kota, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, \u201cCobalah, ambilkan daku sedikit air dalam kendi untuk kuminum.\u201d Ketika wanita itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, \u201cCobalah ambil juga bagiku sepotong roti.\u201d Wanita itu menjawab, \u201cDemi Tuhan Allahmu yang hidup, sesungguhnya tiada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, sebentar lagi aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.\u201d Tetapi Elia berkata kepadanya, \u201cJanganlah takut, pulanglah, dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah sabda Tuhan Allah Israel, \u201cTepung dalam tempayan itu takkan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.\u201d Maka pergilah wanita itu, berbuat seperti yang dikatakan oleh Elia. Maka Elia, wanita itu dan anaknya mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan sabda Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Mazmur 4:2-3.4-5.7-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang membenarkan daku. Engkau memberi kelegaan kepadaku di saat kesesakan; kasihanilah aku, dan dengarkanlah doaku! Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan?<\/li>\n\n\n\n<li>Ketahuilah, Tuhan telah memilih bagi-Nya seorang yang Ia kasihi; apabila aku berseru kepada-Nya, Ia mendengarkan. Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hati di tempat tidurmu, tetapi tetaplah tenang.<\/li>\n\n\n\n<li>Banyak orang berkata, \u201cSiapa akan memperlihatkan yang baik kepada kita? Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan! Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak daripada yang mereka berikan di saat mereka kelimpahan gandum dan anggur.\u201d<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR IINJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya<\/em><br>S : (Mat 5:16)&nbsp;<em>Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapa-Mu di surga.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:13-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKamu adalah garam dunia\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda, \u201cKalian ini garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan? Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kalian ini cahaya dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu di surga.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Rm. Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Rumah Dehonian St. Yohanes, Gudang Peluru, Jakarta, Indonesia dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Selasa, 09 Juni 2026, Hari Biasa Pekan X.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, Hari ini, melalui Injil Matius, Yesus memberikan sebuah identitas yang luar biasa kepada kita. Ia tidak berkata,&nbsp;<em>\u201cBerusahalah menjadi garam\u201d<\/em>&nbsp;atau&nbsp;<em>\u201cBelajarlah menjadi terang.\u201d<\/em>&nbsp;Yesus dengan tegas berkata, \u201cKamu adalah garam dunia\u201d dan \u201cKamu adalah terang dunia.\u201d Ini bukan sebuah pilihan atau imbauan, melainkan sebuah identitas dan panggilan. Kita ditantang untuk merenungkan: Apakah kehadiran kita sebagai orang beriman sudah memberi rasa dan memancarkan cahaya, atau jangan-jangan kita justru telah menjadi \u201chambar\u201d dan \u201ctersembunyi\u201d?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Garam memiliki dua fungsi utama: pengawet dan pemberi rasa. Ketika Yesus menyebut kita garam, Ia ingin kita menjadi agen \u201cpengawet\u201d moral dan iman di tengah dunia yang cenderung mengalami pembusukan moral. Namun, Yesus memberi peringatan keras:&nbsp;<em>\u201cJika garam itu menjadi hambar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang.\u201d<\/em>&nbsp;Jika terkena air, bagian garamnya larut, meninggalkan ampas putih yang tidak asin lagi. Itulah yang dibuang. Menjadi hambar berarti kita kehilangan esensi kekristenan kita karena tercampur oleh arus duniawi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Terang memiliki sifat alami: menghalau kegelapan dan menunjukkan arah. Yesus menggunakan metafora \u201ckota yang terletak di atas gunung\u201d dan \u201cpelita di atas kaki dian.\u201d Rumah-rumah di Palestina zaman dulu umumnya gelap dengan jendela kecil, sehingga sebuah pelita kecil sangat krusial untuk menerangi seluruh ruangan. Menaruh pelita di bawah gantang adalah tindakan yang konyol dan sia-sia. Terang ada untuk dilihat, bukan untuk disembunyikan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Di tengah dunia yang sering kali dipenuhi oleh budaya korupsi, kejujuran kita adalah garam. Di tengah maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan gosip yang merusak di media sosial, tutur kata kita yang menyejukkan dan membawa damai adalah garam. Menjadi garam berarti kita berani tampil beda demi kebenaran. Garam baru berfungsi ketika ia&nbsp;<em>larut<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>lebur<\/em>. Artinya, sebagai orang Katolik, kita tidak boleh eksklusif atau mengurung diri. Kita harus berbaur dengan masyarakat, masuk ke dunia profesi kita masing-masing, dan memberi \u201crasa\u201d kasih Kristus di sana.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Banyak orang saat ini hidup dalam kegelapan emosional dan spiritual: depresi, kesepian, kebingungan, dan keputusasaan. Kehadiran kita sebagai pendengar yang baik, uluran tangan kita bagi yang membutuhkan, dan senyuman kita yang tulus adalah terang kecil yang mereka butuhkan. Jangan sembunyikan iman kita. Ketika nilai-nilai Kristiani ditantang, kita harus berani menunjukkan identitas kita melalui tindakan kasih, keadilan, dan pengampunan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang terkasih, Dunia saat ini mungkin terasa semakin gelap dan hambar. Namun, mengeluh tentang kegelapan tidak akan pernah menghasilkan cahaya. Daripada mengutuk kegelapan, Yesus mengajak kita untuk menyalakan lilin kehidupan kita. Mari kita berefleksi sejenak: 1) Apakah kehadiran saya di dalam keluarga, tempat kerja, dan lingkungan masyarakat membawa kedamaian, atau justru membawa perpecahan?; 2) Apakah tindakan dan kata-kata saya menuntun orang kepada Tuhan, atau justru membuat orang menjauh dari-Nya?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Sabda Tuhan yang kita terima hari ini meneguhkan kita, sehingga ke mana pun kita pergi, kita siap menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menuntun sesama kepada Bapa di surga.&nbsp;Semoga Allah memberkati hidup kita, keluarga kita, niat baik dan usaha kita, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kebahagiaan,&nbsp;semoga lapar kami akan kebahagiaan sejati&nbsp;Kaupuaskan dalam diri Yesus Putra-Mu,&nbsp;dan jangan sampai kami kehilangan Dia.&nbsp;Sebab Dialah Tuhan dan pengantara Kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 5:14a.16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kalian ini cahaya dunia.&nbsp;Hendaknya cahaya-Mu bersinar di depan orang,&nbsp;agar mereka melihat perbuatan-Mu yang baik&nbsp;dan memuji Bapa di surga.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Allah Bapa kami sumber cahaya kehidupan,&nbsp;jadilah cahaya hidup kami,&nbsp;jadilah sukacita seluruh umat manusia,&nbsp;agar kami semua meluhurkan nama-Mu yang kudus.&nbsp;Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 09 Juni 2026 oleh Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Biara St Yohanes Gudang Peluru Jakarta \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/08\/selasa-09-juni-2026-hari-biasa-pekan-x-novena-hati-kudus-yesus-hari-vii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/08\/selasa-09-juni-2026-hari-biasa-pekan-x-novena-hati-kudus-yesus-hari-vii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98228-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengantar:<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, \u201cSCJ\u201d setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama \u201cDehonian\u201d yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya\/pelayanan tertentu, melainkan semangat \/ motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan \u201ckehidupan batin\u201d, maksudnya adalah relasi \/ hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, \u201cAku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan \u2013 bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi \u2013 bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MEDITASI&nbsp;<\/strong><strong>Hari VII<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cSelama hidup ini, Hati Yesus akan selalu tetap menjadi Hati yang bersahabat bagi kita, Hati seorang Bapa yang lembut, Hati seorang pasangan hidup. Dia akan menganugerahkan semua belas kasihan-Nya kepada orang-orang yang datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan. Yesus memiliki Hati seorang sahabat, seorang penyembuh, dan bukan Hati seorang hakim.\u201d<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>P<\/em><em>. Leo John Dehon, SCJ, Crowns of Love for the Sacred Heart I th Mystery, 2nd Meditation<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>NOVENA HATI KUDUS YESUS<\/strong><br><strong>HARI VII<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hati Yesus yang Maha Kudus,&nbsp;<\/strong>aku bersukacita karena dapat memanggil-Mu sahabatku.&nbsp;Semoga kerahiman-Mu kepadaku juga melimpah,&nbsp;melalui sikapbelarasa-ku,&nbsp;kepada mereka yang sangat membutuhkan.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan penuh keyakinan&nbsp;pada cinta Hati-Mu yang lembut,&nbsp;aku datang kepada-Mu&nbsp;dengan penuh iman dan memohon&nbsp;apa yang sungguh aku butuhkan.&nbsp;&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>[Sebutkan permintaan Anda.]&nbsp;<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karena Engkau sangat mengenalku,&nbsp;aku akan menunggu dengan sabar&nbsp;untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah,&nbsp;apa yang benar-benar aku butuhkan&nbsp;untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga jawaban atas doaku,&nbsp;memungkinkan aku untuk bekerja sama&nbsp;dengan Hati-Mu dalam membangun&nbsp;Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Amin.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,<\/strong><\/em><\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Doa-doa Litani Hati Yesus<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami,<em>&nbsp;kami memuji Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami,&nbsp;<em>kami memuji Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia,&nbsp;<em>kami memuji Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah,&nbsp;<em>kami memuji Engkau.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami,&nbsp;<em>kami bersyukur kepada-Mu.<\/em><br>Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga,&nbsp;<em>kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami,<em>&nbsp;kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih,&nbsp;<em>kami menyambut-Mu.<\/em><br>Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami,&nbsp;<em>kami menyambut-Mu.<\/em><br>Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia,&nbsp;<em>kami menyambut-Mu.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita,<em>&nbsp;kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat,&nbsp;<em>kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin,&nbsp;<em>kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah,<em>&nbsp;kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan,&nbsp; kami berdoa:<\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami<br>rahmat untuk mulai mencintai-Mu;<br>berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,<br>yang sering kali terasa begitu berat.<br>Dalam semangat cinta,<br>kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu<br>perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.<\/h3>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengudusan Keluarga&nbsp;<\/strong><strong>kepada Hati Yesus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Lebih dari sekadar upacara \u2013 seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.<\/em><br><em>Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih)&nbsp; tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.<\/em><br><em>Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan \u201cDoa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus\u201d untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan \u201cDoa dengan Tangan\u201d.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12<br>Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>~ Waktu untuk hening sejenak ~<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus yang penuh kasih,<br>karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami<br>kami mohon bantuan-Mu.<br>Sebagai sebuah keluarga \/ Komunitas<br>(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)<br>Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,<br>mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,<br>dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.<br>Di saat kuat atau lemah,<br>di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,<br>bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,<br>dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.<br>Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,<br>kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.<br>Dengan bantuan-Mu,<br>kami berjanji untuk terus mengusahakannya.<br>Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat<br>dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.<br>Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa dengan Tangan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>[Pilih cara A atau B:]<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.<br>Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa Bapa kami.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.<br>Bapa kami\u2026.\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa Penutup<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus yang Penuh Kasih,<br>jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu<br>dan ajari kami untuk mencintai<br>dan mendukung satu sama lain.<br>Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Doa untuk Pembaruan Harian<\/strong><\/em><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.<br>Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu<br>dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.<br>Amin<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus,<br>bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih<br>di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.<br>Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Copyright 2020, United States Province<\/strong><\/em><br><em><strong>Priests of the Sacred Heart<\/strong><\/em><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_6920\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-98228-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98228-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-09-Juni-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFO PEMBUKA \u2013 Matius 5:13 Kalian ini garam dunia.&nbsp;Jika garam menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan lagi?&nbsp;Tiada gunanya selain dibuang dan diinjak-injak orang. PENGANTAR: Si janda Sarfat memberikan miliknya yang terakhir kepada Nabi Elia,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-98228","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98228"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98230,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98228\/revisions\/98230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}