{"id":98162,"date":"2026-06-07T13:30:01","date_gmt":"2026-06-07T06:30:01","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98162"},"modified":"2026-06-07T13:30:09","modified_gmt":"2026-06-07T06:30:09","slug":"senin-08-juni-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=98162","title":{"rendered":"Senin, 08 Juni 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 121:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aku melayangkan pandangan ke gunung: dari manakah dapat kuharapkan pertolongan? Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan bumi langit.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seperti kebanyakan para nabi, Elia mendapat tugas mewartakan bencana kepada umat. Sekalipun baik, namun tidak selalu diterima baik. Yesus memuji kepatuhan para nabi dan menganggap mereka sebagai pengikutnya; mereka itulah para papa miskin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa: Allah Bapa mahakudus, Kami mohon, berkenanlah memberkati kami dengan embun sabdamu, dan semoga hidup kami yang gersang ini kau jadikan subur dalam cinta kasih. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 17:1-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cElia melayani Tuhan, Allah Israel.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, berkata kepada Raja Ahab: \u201cDemi Tuhan yang hidup, Allah Israel , yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.\u201d Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, \u201cPergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana .\u201d Maka ia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 121:1-2.3-4.5-6.7-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref<em>. Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.<\/em><\/strong><br><strong>atau&nbsp;<em>Pertolongan kita dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel .<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Alleluya, alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Luk 6:23b)&nbsp;<em>Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:1-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, \u201cBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.\u201d<br>Demikialah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro, Lampung, dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari senin biasa X, 08 Maret 2026. Saudara-saudari yang terkasih, setiap orang pasti menginginkan hidup yang damai dan bahagia. Tidak ada seorang pun yang ingin hidup dalam ketakutan, pertengkaran, atau kebencian. Kita semua mendambakan hati yang tenang, keluarga yang rukun, dan lingkungan yang penuh kasih. Namun kenyataannya, dunia yang kita hidupi saat ini sering kali jauh dari kedamaian. Kita masih menyaksikan peperangan, kekerasan, ketidakadilan, serta berbagai bentuk permusuhan yang terjadi di sekitar kita. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, sering muncul pertengkaran, iri hati, dendam, dan sikap mementingkan diri sendiri yang merusak hubungan antarsesama.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam situasi seperti ini, Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita melalui Sabda Bahagia:&nbsp;<strong><em>\u201cBerbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah\u201d<\/em><\/strong><em>&nbsp;(Mrk 5:9).<\/em>&nbsp;Sabda ini bukan hanya sebuah nasihat, melainkan panggilan hidup bagi setiap pengikut Kristus. Apa yang dimaksud Yesus dengan menjadi pembawa damai? Menjadi pembawa damai bukan berarti menghindari masalah atau hanya berdiam diri ketika terjadi konflik. Menjadi pembawa damai berarti berusaha menghadirkan kasih, pengampunan, dan keadilan di tengah kehidupan. Seorang pembawa damai adalah orang yang berani membangun persaudaraan, mendamaikan mereka yang bertikai, dan menghindari perkataan maupun tindakan yang melukai orang lain.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sering kali kita berpikir bahwa kedamaian bergantung pada keadaan di luar diri kita. Padahal, kedamaian sejati berawal dari hati yang dekat dengan Allah. Ketika relasi kita dengan Tuhan baik, hati kita akan dipenuhi kasih dan sukacita. Sebaliknya, ketika hati dikuasai oleh keegoisan, iri hati, kemarahan, dan dendam, maka damai itu akan hilang. Karena itu, langkah pertama untuk menjadi pembawa damai adalah membiarkan Tuhan mengubah dan membentuk hati kita.artinya bahwa kebahagiian dan kedamaian mampu kita temukan dalam sikap penyerahan diri secara utuh kepada Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai mulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kita. Dalam keluarga, kita dapat menjadi pembawa damai dengan saling menghormati dan mau mengampuni. Di tempat kerja atau sekolah, kita dapat menjadi pembawa damai dengan menghindari gosip, fitnah, dan perselisihan. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita dapat memperjuangkan keadilan, menghargai perbedaan, dan membangun persaudaraan dengan semua orang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Menjadi pembawa damai memang tidak selalu mudah. Kadang-kadang kita harus mengalah, meminta maaf terlebih dahulu, atau mengampuni orang yang telah menyakiti kita. Namun justru di situlah letak kebesaran hati seorang murid Kristus. Yesus sendiri telah menunjukkan jalan itu melalui hidup-Nya. Di tengah penderitaan dan salib, Ia tetap mengajarkan kasih dan pengampunan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang terkasih, Yesus menyebut orang yang membawa damai sebagai&nbsp;<strong>anak-anak Allah<\/strong>. Mengapa? Karena Allah sendiri adalah sumber segala damai. Ketika kita menghadirkan damai di tengah dunia, kita sedang menampilkan wajah Allah kepada sesama. Kita menjadi tanda kehadiran Tuhan yang membawa harapan, kasih, dan sukacita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka pada hari ini, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri:&nbsp;<strong>Apakah saya sudah menjadi pembawa damai dalam keluarga, komunitas, dan lingkungan tempat saya hidup? Ataukah justru saya sering menjadi sumber pertengkaran dan perpecahan?<\/strong>&nbsp;Semoga melalui Sabda Bahagia ini, Tuhan memberikan kepada kita hati yang penuh kasih, kerendahan hati untuk mengampuni, serta keberanian untuk selalu memperjuangkan kedamaian. Dengan demikian, kita sungguh menjadi anak-anak Allah yang membawa sukacita dan harapan bagi dunia. Semoga Tuhan memberkati kita semua, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahamulia, buatlah kami bersemangat miskin di hadapan-Mu berkat roti anggur ini dan perkayalah kami dengan Roh-Mu dalam Kristus Yesus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Matius 5:5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Raja mahamulia, datanglah kiranya kerajaan-Mu di dunia. Maka orang miskin akan menjadi kaya raya dan keadilan serta belas kasih menjadi hukum tertinggi berkat Yesus Putra-Mu, yang mendahului kami menghadap Engkau dan menjadi perantara kami sepanjang segala abad.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 08 Juni 2026 oleh Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro Lampung \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/07\/senin-08-juni-2026-hari-biasa-pekan-x-novena-hati-kudus-yesus-hari-vi\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/06\/07\/senin-08-juni-2026-hari-biasa-pekan-x-novena-hati-kudus-yesus-hari-vi\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98162-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengantar:<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, \u201cSCJ\u201d setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama \u201cDehonian\u201d yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya\/pelayanan tertentu, melainkan semangat \/ motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan \u201ckehidupan batin\u201d, maksudnya adalah relasi \/ hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, \u201cAku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan \u2013 bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi \u2013 bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MEDITASI&nbsp;<\/strong><strong>Hari VI<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u201cHati Yesus, kasih Yesus, adalah seluruh Injil. Yesus mengajarkan kepada para rasul-Nya doa Hati-Nya, Bapa Kami, yang akan menjadi doa kita sampai akhir dunia.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dia menasehatkan agar tidak perlu khawatir, yang merupakan kepercayaan dari hati yang penuh kasih: \u2018Jangan khawatir,\u2019 Dia memberi tahu mereka, \u2018Bapamu mencintaimu; Dia akan selalu menjagamu.\u2019 Berdoalah pada-Nya dan kamu akan didengar.\u201d<\/h4>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>P<\/em><em>. Leo John Dehon, SCJ,<\/em>&nbsp;<em>Studies on the Sacred Heart of Jesus<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>NOVENA HATI KUDUS YESUS<\/strong><br><strong>HARI VI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hati Yesus yang Maha Kudus,&nbsp;<\/strong>aku berdoa kepada Hati-Mu, semoga Hati-Mu&nbsp; menenangkan kegelisahan-kegelisahanku&nbsp;dan menghidupkan hatiku kembali.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan penuh keyakinan&nbsp;pada cinta Hati-Mu yang lembut,&nbsp;aku datang kepada-Mu&nbsp;dengan penuh iman dan memohon&nbsp;apa yang sungguh aku butuhkan.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>[Sebutkan permintaan Anda.]&nbsp;<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karena Engkau sangat mengenalku,&nbsp;aku akan menunggu dengan sabar&nbsp;untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah,&nbsp;apa yang benar-benar aku butuhkan&nbsp;untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga jawaban atas doaku,&nbsp;memungkinkan aku untuk bekerja sama&nbsp;dengan Hati-Mu dalam membangun&nbsp;Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Amin.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,<\/strong><\/em><\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Doa-doa Litani Hati Yesus<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami,<em>&nbsp;kami memuji Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami,&nbsp;<em>kami memuji Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia,&nbsp;<em>kami memuji Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah,&nbsp;<em>kami memuji Engkau.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami,&nbsp;<em>kami bersyukur kepada-Mu.<\/em><br>Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga,&nbsp;<em>kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><br>Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup,<em>&nbsp;kami bersyukur kepada-Mu<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami,<em>&nbsp;kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><br>Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami,&nbsp;<em>kami mencintai-Mu.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih,&nbsp;<em>kami menyambut-Mu.<\/em><br>Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami,&nbsp;<em>kami menyambut-Mu.<\/em><br>Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia,&nbsp;<em>kami menyambut-Mu.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita,<em>&nbsp;kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat,&nbsp;<em>kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin,&nbsp;<em>kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><br>Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah,<em>&nbsp;kami ingin menjadi seperti Engkau.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><br>Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami,&nbsp;<em>kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan,&nbsp; kami berdoa:<\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami<br>rahmat untuk mulai mencintai-Mu;<br>berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,<br>yang sering kali terasa begitu berat.<br>Dalam semangat cinta,<br>kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu<br>perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.<\/h3>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengudusan Keluarga&nbsp;<\/strong><strong>kepada Hati Yesus<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Lebih dari sekadar upacara \u2013 seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.<\/em><br><em>Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih)&nbsp; tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.<\/em><br><em>Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan \u201cDoa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus\u201d untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan \u201cDoa dengan Tangan\u201d.<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12<br>Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>~ Waktu untuk hening sejenak ~<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]<\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus yang penuh kasih,<br>karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami<br>kami mohon bantuan-Mu.<br>Sebagai sebuah keluarga \/ Komunitas<br>(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)<br>Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,<br>mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,<br>dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.<br>Di saat kuat atau lemah,<br>di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,<br>bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,<br>dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.<br>Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,<br>kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.<br>Dengan bantuan-Mu,<br>kami berjanji untuk terus mengusahakannya.<br>Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat<br>dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.<br>Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa dengan Tangan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>[Pilih cara A atau B:]<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.<br>Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa Bapa kami.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.<br>Bapa kami\u2026.\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Doa Penutup<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus yang Penuh Kasih,<br>jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu<br>dan ajari kami untuk mencintai<br>dan mendukung satu sama lain.<br>Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Doa untuk Pembaruan Harian<\/strong><\/em><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.<br>Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu<br>dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.<br>Amin<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hati Yesus,<br>bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih<br>di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.<br>Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>Copyright 2020, United States Province<\/strong><\/em><br><em><strong>Priests of the Sacred Heart<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Novena-Hati-Kudus-Yesus-SCJ-HP.pdf\">Novena-Hati-Kudus-Yesus-SCJ-HP<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/14-Hari-6-A-Novena-Hati-Kudus-Yesus.png\">14 Hari 6 A Novena Hati Kudus Yesus<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/15-Hari-6-B-Novena-Hati-Kudus-Yesus.png\">15 Hari 6 B Novena Hati Kudus Yesus<\/a><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8680\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-98162-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=98162-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-08-Juni-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 121:1-2 Aku melayangkan pandangan ke gunung: dari manakah dapat kuharapkan pertolongan? Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan bumi langit. PENGANTAR: Seperti kebanyakan para nabi, Elia mendapat tugas mewartakan bencana kepada umat.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-98162","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=98162"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98164,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/98162\/revisions\/98164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=98162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=98162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=98162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}