{"id":97991,"date":"2026-06-04T08:53:17","date_gmt":"2026-06-04T01:53:17","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97991"},"modified":"2026-06-04T08:53:17","modified_gmt":"2026-06-04T01:53:17","slug":"kamis-04-juni-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97991","title":{"rendered":"Kamis, 04 Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 04 Juni 2026<br \/>\nMarkus 12:28b (Mrk 12:28b-34)<br \/>\nSeorang ahli Taurat datang kepada Yesus dan bertanya: \u201cHukum manakah yang paling utama?&#8221;<\/p>\n<p>Hukum Yang Terutama<\/p>\n<p>Kita semua tahu jawaban dari pertanyaan ini, sebagaimana telah dijawab Yesus: Hukum yang terutama adalah Hukum Cinta Kasih, baik terhadap Tuhan maupun sesama.<br \/>\nAkan tetapi muncul pertanyaan selanjutnya: apa bedanya hukum cintakasih yang diajarkan Yesus dengan hukum cintakasih yang juga diajarkan dalam banyak budaya dan agama lain?<br \/>\nJawabannya ada pada Yesus. KataNya: \u201cTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.&#8221; (Yoh 15:13).<\/p>\n<p>Yesus mencintai sampai mati, bukan hanya sampai setengah mati. Yesus pun meminta kita untuk saling mencintai, sebagaimana Ia telah mencintai kita. &#8220;Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.&#8221; (Yoh 15:12).<br \/>\nYesus mencintai kita bukan karena kita baik. Bukan juga karena kita telah mencintai Dia atau selalu menyenangkan Dia. Bukan juga karena kita telah berjasa oleh banyaknya kebaikan yang kita lakukan.<br \/>\nIngatlah kata Paulus, \u201cKristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.\u201d (Rom 5:8b). Yesus mencintai kita tanpa syarat dan tanpa perhitungan apapun, sebagaimana Ia selalu mengampuni kita tanpa batas. Inilah cinta yang sejati.<\/p>\n<p>Sekalipun cinta kita masih jauh dari cinta Yesus, mari terus berjuang membaharui dan memperdalam kesungguhan hati kita untuk mencintai setulus-tulusnya dan sampai sehabis-habisnya.<br \/>\n\u201dYa Yesus, terimakasih telah mencintaiku tanpa memandang jasaku dan selalu mengampuniku sekalipun aku tak henti mengecewakanMu. Kobarkanlah cinta di hatiku, agar aku dapat mencintaiMu dan sesamaku sebagaimana Engkau telah mencintaiku. Bila hatiku terluka karena mencintai, pedih karena ditolak dan tidak dihargai, kuatkanlah aku agar tak menyerah. Jadikanlah hatiku seperti hatiMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Mari menyambut hari baru dengan semangat baru untuk tak henti mengasihi seperti Yesus telah mengasihi kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Jun 2026<br \/>\nKamis Pekan Biasa IX<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 119:34<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 12:28b-34<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 119:34<br \/>\nBerilah aku mengerti, maka aku akan mentaati hukum-Mu,<br \/>\naku kan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan..<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 12:28b-34<br \/>\nInilah perintah pertama,<br \/>\nkasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati.<br \/>\nDan yang kedua sama dengan yang pertama.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus,<br \/>\ndan bertanya, &#8220;Perintah manakah yang paling utama?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab, &#8220;Perintah yang utama ialah:<br \/>\n&#8216;Dengarlah, hai orang Israel,<br \/>\nTuhan Allah kita itu Tuhan yang esa!<br \/>\nKasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati,<br \/>\ndengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi,<br \/>\ndan dengan segenap kekuatanmu.<br \/>\nDan perintah yang kedua, ialah:<br \/>\nKasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.&#8217;<br \/>\nTidak ada perintah lain yang lebih utama<br \/>\ndaripada kedua perintah ini.&#8221;<\/p>\n<p>Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan,<br \/>\nbahwa Dia itu esa, dan tak ada Allah lain kecuali Dia.<br \/>\nMemang mengasihi Dia dengan segenap hati,<br \/>\ndengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan<br \/>\nserta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri,<br \/>\njauh lebih utama dari pada semua kurban bakar dan persembahan.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus melihat betapa bijaksananya jawaban orang itu.<br \/>\nMaka Ia berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.&#8221;<br \/>\nDan tak seorang pun masih berani menanyakan sesuatu kepada Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cEngkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!&#8221; (Mrk 12: 34)<\/p>\n<p>Bukan karena kurangnya pengetahuan orang sering gagal melakukan apa yang benar. Pengetahuan tidak ada artinya jika tidak digunakan atau diterapkan. Inilah yang ingin disampaikan oleh Yesus kepada ahli Taurat yang mendekatinya dan bertanya, manakah hukum yang paling utama. Orang-orang Farisi bangga akan diri mereka karena pengetahuan mereka akan hukum dan tuntutan agama. Sepanjang hidup mereka mempelajari 613 perintah Perjanjian Lama bersama dengan komentar-komentarnya. Yesus tidak melihat maksud jahat dalam diri orang yang bertanya tersebut. Ia memandang bahwa pertanyaan orang itu tulus dan pantas untuk mendapat jawaban lansung dengan penjabarannya.<\/p>\n<p>Yesus mengejutkan para pendengarnya dengan kesederhanaan dan penguasaannya yang mendalam atas hukum Allah dan tujuannya. Menggali jauh ke dalam perintah, hukum, dan peraturan Perjanjian Lama, Yesus menunjukkan KASIH sebagai dasar dari setiap hukum yang sah. Semua hukum harus muncul dari dan mengarah pada kasih agar menjadi sah dan otentik. Sayangnya, ini tidak terjadi dalam banyak kasus. Sebagian besar hukum kita muncul dari, dan dimaksudkan untuk mempromosikan dan menimbulkan rasa takut. Hukum demikian secara radikal cacat dan berbahaya. Murid-murid Yesus yang sejati tidak boleh diperintah oleh rasa takut tetapi oleh cinta dan belas kasih Allah.<\/p>\n<p>Yang Tuhan kehendaki dari kita adalah mengasihi seperti Ia mengasihi. St Yohanes dengan jelas mengatakan: \u201cBarangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih\u201d [1 Yoh 4: 8]. Allah adalah kasih dan apa saja yang Ia lakukan mengalir dari kasih-Nya bagi kita. Ia lebih dulu mengasihi kita (1 Yoh 4: 19) dan kasih kita kepada-Nya adalah tanggapan kita terhadap rahmat dan kebaikan-Nya yang melimpah ruah bagi kita. Kasih kepada Allah ada lebih dahulu dan kasih kepada sesama didasarkan dengan teguh pada kasih kepada Allah. Semakin kita mengenal Allah semakin kita mengasihi-Nya dan semakin kita mengasihi-Nya semakin kita mengasihi sesama. St Paulus berkata: \u201cPengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita,\u201d (Rom 5: 5).<\/p>\n<p>Semoga kita tidak hanya tahu tentang hukum yang terutama tetapi mempraktekkannya. \u201cTo love others as God loves you, that is the measure of success,\u201d kata Ibu Teresa dari Calcutta. Semoga kita tidak hanya \u201ctidak jauh dari Kerajaan Allah!&#8221; tetapi \u201cada di dalamnya\u201d karena kita mewujudkannya di tengah-tengah kita, sebab itu inti dari hidup Kristiani.<\/p>\n<p>Tuhan, tolonglah aku untuk mewujudkan kasihku kepada-Mu dalam tindakan. Ciptakanlah dalam diriku hati yang penuh belas kasih dan cinta sehingga aku dapat mengasihi sesamaku dengan lebih baik. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Kasihi Allah, kasihi sesama. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"sMWu2Gq3Lm\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tidak-jauh-dari-kerajaan-allah\/\">Tidak Jauh dari Kerajaan Allah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cTidak Jauh dari Kerajaan Allah\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tidak-jauh-dari-kerajaan-allah\/embed\/#?secret=oh1VfiiVMA#?secret=sMWu2Gq3Lm\" data-secret=\"sMWu2Gq3Lm\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 04 Juni 2026 Markus 12:28b (Mrk 12:28b-34) Seorang ahli Taurat datang kepada Yesus dan bertanya: \u201cHukum manakah yang paling utama?&#8221; Hukum Yang Terutama Kita semua tahu jawaban dari pertanyaan ini, sebagaimana&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97991"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97992,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97991\/revisions\/97992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}