{"id":97907,"date":"2026-06-02T18:59:38","date_gmt":"2026-06-02T11:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97907"},"modified":"2026-06-02T20:22:12","modified_gmt":"2026-06-02T13:22:12","slug":"selasa-02-juni-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97907","title":{"rendered":"Selasa, 02 Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 02 Juni 2026<br \/>\nMarkus 12:17 (Mrk 12:13-17)<br \/>\nLalu kata Yesus kepada mereka: &#8220;Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!&#8221;<\/p>\n<p>Seimbang Antara Surga Dan Dunia<\/p>\n<p>Dengan sangat bijaksana Yesus memadukan dua realitas yang tak terpisahkan: kewajiban duniawi dan surgawi. Jasmani dan rohani. Jiwa dan raga. Keterpaduan bukan pemisahan. 100% anak Bangsa dan 100% anak Allah.<br \/>\nDalam Lukas 11:42, dengan bagus Yesus menyampaikan prinsip ini: \u201cYang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.\u201d Mengasihi Allah adalah juga mengasihi sesama, cinta kepada Gereja adalah juga cinta untuk Tanah Air.<\/p>\n<p>Allah Bapa menghadirkan kita di dunia untuk bermisi yakni membangun dunia ini sesuai cita-cita Kerajaan Allah seperti yang diwartakan Yesus. Itulah dunia dengan citarasa surgawi yakni dunia yang adil dan damai oleh cinta dan persaudaraan.<br \/>\nDalam dunia ini kita berdoa dan bekerja, beriman dan berbuat baik, agar supaya \u201cterjadilah kehendak Allah di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus yang sangat baik dan bjikasana, anugerahkanlah kami kebijaksanaan untuk sambil bekerja membangun dunia, tetap mengejar cita-cita surgawi. Biarlah hal-hal duniawi yang kami kerjakan kami persembahkan untuk kemuliaan nama Allah, agar semua orang tahu bahwa Allah Bapa turut bekerja dalam diri kami semua. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Ora et labora, berdoa dan bekerja.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Jun 2026<br \/>\nSelasa Pekan Biasa IX<br \/>\nPF S. Marselinus dan Petrus, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Ef 1:17-18<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 12:13-17<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nEf 1:17-18<br \/>\nSemoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus<br \/>\nmenerangi mata budi ktia<br \/>\nagar kita mengenal harapan panggilan kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 12:13-17<br \/>\nBerikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar,<br \/>\ndan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada waktu itu<br \/>\nbeberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus,<br \/>\nuntuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.<br \/>\nOrang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur.<br \/>\nEngkau tidak takut kepada siapa pun,<br \/>\nsebab Engkau tidak mencari muka,<br \/>\ntetapi dengan jujur mengajar jalan Allah.<br \/>\nNah, bolehkah kita membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?<\/p>\n<p>Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka,<br \/>\nlalu berkata kepada mereka, &#8220;Mengapa kamu mencobai Aku?<br \/>\nTunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!&#8221;<br \/>\nMereka menunjukkan sekeping dinar.<br \/>\nLalu Yesus bertanya, &#8220;Gambar dan tulisan siapakah ini?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Gambar dan tulisan Kaisar.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar,<br \/>\ndan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!&#8221;<br \/>\nMereka sangat heran mendengar Dia.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210ddup <\/p>\n<p>Orang Yahudi membayar macam-macam pajak. Ada pajak Bait Allah untuk pemeliharaan Bait Allah di Yerusalem. Setiap lelaki Yahudi setelah mencapai usia tertentu wajib membayar pajak itu setiap tahun. Yang menjadi topik diskusi dalam Injil hari ini adalah pajak perorangan yang harus dibayar kepada kepada kaisar sejak tahun 6M pada masa pemerintahan Arkhelaos diganti oleh seorang Gubernur Romawi. Setiap orang Yahudi dewasa harus membayar pajak. Mata uang yang dipakai sebagai pajak adalah koin Romawi yaitu denarius. Nah pada zaman Yesus, uang logam atau koin itu bertuliskan: \u201cTiberius, kaisar, Putra Agustus yang ilahi.\u201d<\/p>\n<p>Namun, pertanyaan orang Farisi dan Herodian kepada Yesus, tidak bermaksud mencari kebenaran, tetapi hanya sebuah jebakan. \u201cApakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?\u201d Jika Yesus mengatakan \u201ctidak\u201d, tentu ia akan dianggap pemberontak melawan pemerintahan penjajah Roma. Dia bisa ditangkap karena dianggap menghasut rakyat untuk melawan pemerintah Roma. Jika Ia menjawab \u201cya\u201d maka, akan dianggap tidak nasionalis, tetap mendukung penjajah dan oleh sebab itu kredibilitas-Nya di tengah orang-orang Yahudi bisa jatuh.<\/p>\n<p>Terhadap jebakan itu Yesus menjawab: \u201cBerikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.\u201d (Mat 22: 21). Berikanlah kepada kaisar berarti mengembalikan kepada kaisar apa yang menjadi milik kaisar karena di mata uang tersebut ada gambar Kaisar Tiberius. Uang itu milik kaisar Tiberius maka mereka juga berkewajiban mengembalikannya kepadanya.<\/p>\n<p>Sahabat, jika mata uang dibuat dengan cap penguasa, kita diciptakan dengan cap PENGUASA segala penguasa, yakni ALLAH sendiri. Oleh karena itu kita harus mengembalikan diri kita kepada Allah, dalam arti mempersembahkan diri seutuhnya kepada-Nya sebagai tanda cinta dan bakti karena kita adalah milik Allah. Di samping itu, segala sesuatu di atas dunia termasuk manusia adalah milik Allah, diciptakan dan dilengkapi dengan cap-Nya maka harus diberikan kembali kepada-Nya, yaitu untuk dipakai sesuai rencana ilahi-Nya.<\/p>\n<p>Kita harus mencari dan melaksanakan kehendak Allah, mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat 6:33). Apakah kita pernah menyadari diri kita sebagai ciptaan istimewa di hadiratNya? Sebagai pengikut Kristus, kita ini segambar dengan Kristus karena sakramen pembaptisan. Maka, memberi diri secara total kepada Kristus berarti menjadi serupa dengan Kristus. Apa yang perlu aku lakukan supaya aku menjadi milik Kristus sepenuhnya?<\/p>\n<p>Segala sesuatu dalam hidupku adalah milik-Mu, ya Tuhan. Terima kasih. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Persembahkan dirimu kepada Allah. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"OAbrcnKziz\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kamu-milik-allah\/\">Kamu Milik Allah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cKamu Milik Allah\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kamu-milik-allah\/embed\/#?secret=iGvbTkJhue#?secret=OAbrcnKziz\" data-secret=\"OAbrcnKziz\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 02 Juni 2026 Markus 12:17 (Mrk 12:13-17) Lalu kata Yesus kepada mereka: &#8220;Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97907"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97934,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97907\/revisions\/97934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}