{"id":97779,"date":"2026-05-30T15:56:52","date_gmt":"2026-05-30T08:56:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97779"},"modified":"2026-05-30T15:56:52","modified_gmt":"2026-05-30T08:56:52","slug":"sabtu-30-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97779","title":{"rendered":"Sabtu, 30 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 30 Mei 2026<br \/>\nMarkus 11:27-28 ( Mrk 11:27-33)<br \/>\nKetika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, bertanya kepada Yesus: &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?&#8221;<\/p>\n<p>Tak Perlu Merasa Terancam Oleh Kelebihan Orang Lain<\/p>\n<p>Pertanyaan para imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua Israel mengenai kuasa Yesus mencerminkan ketakutan mereka soal siapakah yang lebih berkuasa atau lebih hebat.<br \/>\nMereka merasa terancam karena tak mampu menandingi kewibawaan Yesus, apalagi dalam hal melakukan mujizat. Padahal Ia masih sangat muda, dibandingkan dengan mereka yang sudah dianggap senior dan masuk kalangan elite di Israel. Oleh karena itu mereka mempertanyakan legalitas dan kewenangan Yesus dari mana didapatNya.<\/p>\n<p>Yesus bukan termasuk kalangan para imam, Ia juga bukan lulusan sekolah Taurat seperti mereka, dan tidak masuk kalangan tua-tua atau orang yang dituakan, maka semua yang dilakukan Yesus ingin mereka masukkan ke kategori sihir dan jampi-jampi, seakan Ia termasuk aliran sesat.<br \/>\nSemua itu mereka lakukan karena kehadiran Yesus telah mengancam kewibawaan mereka dan mengganggu zona nyaman mereka. Para imam kepala, ahli taurat dan tua-tua, merasa terganggu karena mereka hanya melayani kalangan atas sedangkan Yesus turun sampai ke semua lapisan, khususnya untuk orang yang dianggap kecil dan terpinggirkan, termasuk wanita dan anak-anak, serta orang-orang berdosa.<\/p>\n<p>Para imam kepala dan para tua-tua itu tidak peduli pada rakyat jelata, yakni orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan, apalagi jeritan hati umat yang butuh belaskasihan. Jabatan yang mereka emban hanya demi mencari kehormatan, pujian dan status sosial. Bukan untuk melayani.<br \/>\nSementara itu hati Yesus tertuju pada orang-orang yang butuh pertolongan. Yesus ingin agar rahmat pengampunan dan belaskasih Allah dialami oleh semua orang khususnya mereka yang sangat membutuhkan dan merindukanNya. Entah dia orang besar atau orang kecil.<\/p>\n<p>Bila kita melayani dan berkarya dengan tulus hati khususnya untuk menolong orang lain, tidak perlu kita merasa terancam oleh keberhasilan orang lain, atau merasa diri kecil karena ada yang lebih hebat atau lebih berkuasa.<br \/>\nBila orqng berkarya demi mencari pujian dan kehormatan maka ia akan selalu dihantui ketakutan untuk dianggap biasa saja, kecil dan tak berarti.<br \/>\nMari melayani dengan hati yang tulus, yakni hati yang tertuju pada belaskasih dan kerelaan untuk menolong dan mengasihi. Cinta mengalahkan ketakutan.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan dengan hati penuh syukur dan pujian.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 30 Mei 2026<br \/>\nSabtu Pekan Biasa VIII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Kol 3:16a.17c<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 11:27-33<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nKol 3:16a.17c<br \/>\nSemoga sabda Kristus tinggal dalam diri kalian secara melimpah.<br \/>\nBersyukurlah dengan perantaraan Kristus<br \/>\nkepada Allah Bapa kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 11:27-33<br \/>\nDengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang<br \/>\ndari halaman bait Allah,<br \/>\nYesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem.<br \/>\nKetika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman Bait Allah,<br \/>\ndatanglah kepada-Nya imam-imam kepala,<br \/>\nahli-ahli Taurat dan tua-tua.<br \/>\nMereka bertanya kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?<br \/>\nDan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu,<br \/>\nsehingga Engkau melakukan hal-hal itu?&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian.<br \/>\nJawablah Aku,<br \/>\ndan Aku akan mengatakan,<br \/>\ndengan kuasa mana Kulakukan hal-hal itu.<br \/>\nPembaptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia?<br \/>\nJawablah!&#8221;<\/p>\n<p>Mereka memperbincangkannya seraya berkata,<br \/>\n&#8220;Jikalau kita katakan &#8216;Dari Allah,&#8217;<br \/>\nIa akan berkata,<br \/>\n&#8216;Kalau begitu, mengapakah kalian tidak percaya kepada-Nya?&#8217;<br \/>\nTetapi masakan kita katakan &#8216;Dari manusia&#8217;.&#8221;<br \/>\nSebab mereka takut kepada orang banyak,<br \/>\nkarena semua orang menganggap<br \/>\nbahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.<br \/>\nMaka mereka menjawab Yesus, &#8220;Kami tidak tahu.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Jika demikian, Aku pun takkan mengatakan kepada kalian,<br \/>\ndengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>KEBENARAN DAN KEJUJURAN MEMILIKI BANYAK MUSUH<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini bahwa:\u201dKita tercipta untuk saling menyanyangi dan mengakui kelebihan, keunggulan dan keberhasilan orang lain. Maka singkirkanlah benalu cemburu pada batang dirimu sehingga engkau terlihat seperti maksud Allah menciptakanmu.\u201d<\/p>\n<p>Sifat kecemburuan itu melekat pada kelompok orang Yahudi ini ketika menyaksikan semua yang diperbuat oleh Yesus. Terbukti dalam firman ini: \u201cLalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,\u201d( ayat 27 ) Lalu inilah yang mereka lakukan terhadap Yesus: \u201cdan bertanya kepada-Nya: &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?&#8221;( ayat 27 )<\/p>\n<p>Pesan Injil hari ini kepada kita:<\/p>\n<p>&#8211; Milikilah nilai kerendahan hati agar Anda mampu mengakui kelebihan orang lain dan kekuranganmu di hadapan sesama;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Singkirkanlah semua rasa cemburu dan iri hati yang menyengsarakan diri, hidup dan masa depanmu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jangalah mencelakakan orang lain terutama orang-orang baik hanya karena rasa iri dan cemburu di dalam dirimu yang tak tertahankan.<\/p>\n<p>Akhirnya sadar dan siapkanlah dirimu untuk menghadapi para musuh kejujuran dan kebaikan yang menjadi karaktermu. Bila seribu tangan ingin menjatuhkanmu karena karakter baikmu maka ingatlah bahwa hanya dengan satu tangan Tuhan, engkau pasti terselamatkan.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 30 Mei 2026 Markus 11:27-28 ( Mrk 11:27-33) Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, bertanya kepada Yesus: &#8220;Dengan kuasa manakah Engkau melakukan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97779"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97780,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97779\/revisions\/97780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}