{"id":97741,"date":"2026-05-29T10:03:31","date_gmt":"2026-05-29T03:03:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97741"},"modified":"2026-05-29T10:03:31","modified_gmt":"2026-05-29T03:03:31","slug":"jumat-29-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97741","title":{"rendered":"Jumat, 29 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 29 Mei 2026<br \/>\nHari Lanjut Usia Nasional<br \/>\nMarkus 11:14, 20 (Mrk 11:11-26)<br \/>\nMaka kata-Nya kepada pohon itu: &#8220;Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!&#8221; Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya._<\/p>\n<p>Bersyukur Untuk Buah Yang Sudah Dibagikan Para Lansia<\/p>\n<p>Hari ini secara nasional bangsa kita merayakan \u201cHari Lanjut Usia Nasional\u201d. Tema yang diangkat dalam rangka Hari Lansia ini adalah, \u201cLansia Tangguh Indonesia Tumbuh\u201d.<br \/>\nMencapai usia lanjut adalah suatu bukti ketangguhan sebuah perjuangan, kegigihan dan ketahanan serta kebaikan dan kearifan. Bukankah kita selalu berdoa,\u201dsemoga umur panjang,\u201d setiap kali merayakan hari ulang tahun?<\/p>\n<p>Secara kebetulan bacaan Injil hari ini mengenai pohon ara yang tidak berbuah yang dikutuk Yesus. Di pihak lain mengenai kekuatan iman dalam ungkapan doa.<br \/>\nTentulah para Lansia bukan pohon ara yang tidak berbuah. Mereka telah menghasilkan buah melimpah yang telah dipetik banyak orang, anak cucu, bangsa dan negara, gereja dan begitu banyak orang.<br \/>\nKetahanan iman mereka dan kesetiaan mereka untuk menjadi pendoa bagi anak cucu, bangsa dan negara, telah menjadi kontribusi yang indah dan bermakna untuk tumbuh kembangnya kehidupan, keimanan, persaudaraan dan pengabdian tanpa henti serta persembahan seluruh keluarganya untuk Tuhan dan sesama.<\/p>\n<p>\u201dBapa di surga, oleh kebijkasanaan ilahiMu, kami putra putriMu, anak cucu cicitMu, menggambarkan Engkau sebagai Bapa yang lanjut usia, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, Bapa kami semua yang Maharahim. Kami bersyukur atas usia lanjut, umur panjang yang Engkau anugerahkan kepada para Lansia. Semoga mereka tetap tangguh dan menjadi teladan keteguhan dan kesetiaan iman-harap-kasih kepadaMu dan sesama. Bahagiakanlah mereka semua di masa tuanya. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Lanjut Usia Nasional ke 30, tahun ini. Umur panjang, tangguh dan bahagia. Tuhan Yesus memberkati.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Rev Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 29 Mei 2026<br \/>\nJumat Pekan Biasa VIII<br \/>\nPF S. Paulus VI, Paus<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:16<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 11:11-26<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:16<br \/>\nAku telah memilih kalian dari dunia,<br \/>\nagar kalian pergi dan menghasilkan buah,<br \/>\ndan buahmu itu tetap.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 11:11-26<br \/>\nRumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.<br \/>\nPercayalah kepada Allah!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem,<br \/>\nIa masuk ke Bait Allah, dan meninjau semuanya.<br \/>\nTetapi karena hari sudah hampir malam,<br \/>\nIa keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.<\/p>\n<p>Keesokan harinya,<br \/>\nsesudah mereka itu meninggalkan Betania,<br \/>\nYesus merasa lapar.<br \/>\nDan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun.<br \/>\nIa mendekatinya untuk melihat<br \/>\nkalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu.<br \/>\nTetapi waktu tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa<br \/>\nselain daun-daun saja,<br \/>\nsebab memang bukan musim buah ara.<br \/>\nMaka kata Yesus kepada pohon itu,<br \/>\n&#8220;Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!&#8221;<br \/>\nUcapan itu terdengar pula oleh para murid.<\/p>\n<p>Maka Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem.<br \/>\nSesudah masuk ke Bait Allah,<br \/>\nmulailah Yesus mengusir orang-orang<br \/>\nyang berjual beli di halaman Bait Allah.<br \/>\nMeja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,<br \/>\ndan Ia tidak mengijinkan orang<br \/>\nmembawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.<br \/>\nLalu Ia mengajar mereka,<br \/>\n&#8220;Bukankah ada tertulis:<br \/>\nRumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa?<br \/>\nTetapi kalian ini telah menjadikannya sarang penyamun!&#8221;<\/p>\n<p>Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar<br \/>\ntentang peristiwa itu.<br \/>\nMaka mereka berusaha untuk membinasakan Yesus.<br \/>\nTetapi mereka takut kepada-Nya,<br \/>\nsebab mereka melihat orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.<br \/>\nMenjelang malam mereka keluar lagi dari kota.<\/p>\n<p>Pagi-pagi Yesus dan murid-murid-Nya lewat,<br \/>\ndan melihat bahwa pohon ara itu sudah kering<br \/>\nsampai ke akar-akarnya.<br \/>\nMaka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi,<br \/>\nlalu berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus menjawab mereka, &#8220;Percayalah kepada Allah!<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung itu,<br \/>\n&#8216;Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut,&#8217;<br \/>\nmaka hal itu akan terjadi, asal ia tidak bimbang hati,<br \/>\ntetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi.<br \/>\nKarena itu Aku berkata kepadamu,<br \/>\napa saja yang kalian minta dan doakan,<br \/>\nakan diberikan kepadamu,<br \/>\nasal kalian percayalah bahwa kalian akan menerimanya.<\/p>\n<p>Dan jika kalian berdiri untuk berdoa,<br \/>\nampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga<br \/>\nmengampuni kesalahan-kesalahanmu.&#8221;<br \/>\nTetapi jika kalian tidak mengampuni,<br \/>\nmaka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, ada 2 bagian penting yang digambarkan Markus yaitu:<br \/>\nPertama, Yesus mengutuk pohon Ara yg tdk berbuah. Dan kedua, Yesus mengusir orang dalam bait Allah yang menjadikan tempat bisnis.<br \/>\nKalau kita hubungkan kedua moment ini yaitu: Pohon ara itu berdaun tapi tdk berbuah dan Bait Allah Yerusalem yang indah dari luar tapi tanpa pengabdian batin.<br \/>\nkeduanya mengarahkan kita pada refleksi menarik:<br \/>\n1. Apakah hidup kita seperti pohon ara ini? Memiliki banyak dedaunan yang indah dan tampilan luar yang menarik tetapi gagal menghasilkan buah kasih, sukacita, dan damai sejahtera.<br \/>\n2. Apakah hidup kita seperti Bait Suci Yerusalem? Memiliki citra dan nama baik yang luar biasa di masyarakat tetapi gagal mempertahankan nilai hidup dan pengabdian yang mendalam serta iman.<\/p>\n<p>Kita hidup di dunia yang penuh dengan tantangan materialistis dan duniawi.<br \/>\nNamun, sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menjalani hidup \u201ciman dan pengabdian\u201d<br \/>\nMarilah kita selalu ingat: \u201cKenyamanan lahiriah seringkali menyebabkan kelesuan iman dan akibatnya kehilangan ketaatan dan keyakinan kepada Tuhan!\u201d<\/p>\n<p>Marilah kita pada hari Jumat ini menyerahkan diri kepada Hati Kudus Tuhan Yesus agar memperbarui kasih dan komitmen kita kepada-Nya. Dan semoga Injil hari ini menjadi pengingat bagi kita semua, untuk menjalani hidup yang \u201cbaik dan benar\u201d serta menghasilkan buah-buah kebajikan!<br \/>\nTuhan memberkati!<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 29 Mei 2026 Hari Lanjut Usia Nasional Markus 11:14, 20 (Mrk 11:11-26) Maka kata-Nya kepada pohon itu: &#8220;Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!&#8221; Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97741"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97742,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97741\/revisions\/97742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}