{"id":97670,"date":"2026-05-27T19:10:00","date_gmt":"2026-05-27T12:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97670"},"modified":"2026-05-27T19:10:02","modified_gmt":"2026-05-27T12:10:02","slug":"kamis-28-mei-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97670","title":{"rendered":"Kamis, 28 Mei 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 100:2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Umat beriman disebut Petrus kaum imam rajawi, milik Allah sendiri. Maka mereka ditugasi melanjutkan karya Kristus, yang hanya dapat dikerjakan dalam Kristus dan melalui Kristus, batu sendi Gereja, di mana mereka merupakan anggota-anggotanya dan di mana Tuhan tinggal di antara manusia. Barangsiapa ber- seru kepada Tuhan, seperti si buta dalam Injil, akan di- dengarkan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa, bangunlah kami kiranya menjadi tubuh Yesus dan perkenankanlah Dia menjadi batu sendi yang menghimpun kami semua. Sebab Dialah Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 2:2-5,9-12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKamulah bangsa terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri. Kamu harus memaklumkan karya agung Tuhan. Sebab Ia telah memanggil kamu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara terkasih, jadiah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:2-3.4-5.6-7.8-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh napas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung, samudera raya ditaruh-Nya dalam bejana.<\/li>\n\n\n\n<li>Biarlah seluruh bumi takut kepada Tuhan, biarlah segenap penduduk dunia gentar terhadap-Nya! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 8:12)&nbsp;<em>Akulah cahaya dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, hidup dalam cahaya abadi.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 10:46-52<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cRabuni, semoga aku melihat.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama murid-murid-Nya, dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya, bahwa yang lewat itu Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, \u201cYesus, Anak Daud, kasihanilah aku!\u201d Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, \u201cAnak Daud, kasihanilah aku!\u201d Maka Yesus berhenti dan berkata, \u201cPanggillah dia!\u201d Mereka memanggil si buta itu dan berkata kepadanya, \u201cKuatkanlah hatimu. Berdirilah, Ia memanggil engkau.\u201d Orang buta itu lalu menanggalkan jubahnya. Ia segera berdiri, dan pergi mendapatkan Yesus. Yesus bertanya kepadanya, \u201cApa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?\u201d Orang buta itu menjawab, \u201cRabuni, semoga aku dapat melihat.\u201d Yesus lalu berkata kepadanya, \u201cPergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.\u201d Pada saat itu juga melihatlah ia! Lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.<br>Demikianlah Injil Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Robertus Susilo Haryono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, berjumpa kembali dengan saya romo Robertus Susilo haryono SCJ, dari komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang dalam renungan singkat dehonian edisi Kamis, 28 Mei 2026.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar resi yang &nbsp;terkasih,kisah penyembuhan Bartimeus anak Timeus, seorang pengemis yang buta memberikan teladan hidup bagi kita semua. Bartimeus yang&nbsp; buta tidak menyerah begitu saja dengan keadaan dirinya yang tidak dapat melihat . Kebutaan Bartimeus menyebabkan hidupnya serba terbatas. Bartimeus rindu untuk sembuh dan melihat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara saudari Bartimeus tentu mendengar kisah-kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus yang luar biasa i.&nbsp; Bartimeus tentu&nbsp; ada kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus agar ia dapat disembuhkan. Maka ketika mendengar bahwa Yesus akan melewatinya&nbsp; Bartimeus berseru&nbsp; , \u201c Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!\u201d. Sebutan Yesus&nbsp; Anak Daud adalah gelar gelar mesianik yang menunjukkan pengakuannya bahwa Yesus adalah Raja dan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Bartemeus mengkaui dan percaya bahwa Yesus adalah mesias, penyelamat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;Saudara-saudari terkasih meski Bartimeus ditegur dan disuruh diam oleh banyak orang namun ia semakin keras berseru \u201cAnak Daud kasihanilah aku !\u201d Ia gigih tidak berhenti dan akhirnya Yesus meminta agar Bartimeus dipanggil. Betepa gembiranya hati Bartimeus ketika Yesus memanggilnya. Ia tentu berharap bahwa perjumpaan dengan Yesus itu akan membawa perubahan hidup dan didalam dirinya.&nbsp; Dan apa yang diharapkannya terjadi. Yesus bertanya kepada Bartimeus \u201cApa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?\u201d Jawab Bartimeus, \u201cRabuni, supaya aku dapat melihat.\u201d Yesus berkata kepadanya, \u201c Pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.\u201d Iman yang teguh, &nbsp;kegigihan, dan usaha yang tanpa henti mendatangkan berkah baginya. &nbsp;Yesus berkenan menyembuhkan kebutaan Bertimeus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&nbsp;Saudara-saudari rintangan, tantangan dan kesulitan hidup tidak menyurutkan niat Bartimeus untuk berjumpa dengan Yesus. Tentu hal ini dapat menjadi teladan dan pelajaran berharga bagi kita semua. Dalam hidup sehari hari acap kali kita temui&nbsp; sebagian orang mutung ketika usahanya untuk meraih sesuatu mendapat tantangan yang berat dan banyak. Orang putus asa dan berhenti melanjutkan untuk mencapai tujuannya yang diharapkan. Ada orang yang tidak mau berdoa lagi karena merasa doanya tidak pernah dikabulkan lagi. Padahal Tuhan mengabulkan meski tidak persis sama dengan yang kita harapkan. &nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-suadari terkasih marilah kita belajar beriman sejati, tangguh dan gigih seperti Bartimeus. Marilah kita bertekun dan setia , tidak menyerah dan putus asa karena kita percaya bahwa Tuhan akan menganugerahkan yang terbaik bagi kita semua. Saudara saudari terkasih, Tuhan memberkati kita semua,<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha pengasih, jadikanlah kami umat-Mu yang telah dibebaskan dari kegelapan dan perang oleh Yesus Putra-Mu. Semoga kami Kauperkenankan mengalami dan menikmati rahmat-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yohanes 8:12<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Akulah cahaya dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, hidup dalam cahaya abadi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kasihanilah kami dan bukalah mata hati budi kami, agar dapat memperhatikan sesama serta melihat apa yang memberikan kedamaian dalam sabda Yesus, cahaya dunia. Sebab Dialah\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3\">Resi-Kamis 28 Mei 2026 oleh Rm Robertus Susilo Haryono SCJ dari Komunitas Seminari Menengah St Paulus Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/05\/27\/kamis-28-mei-2026-hari-biasa-pekan-viii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/05\/27\/kamis-28-mei-2026-hari-biasa-pekan-viii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=97670-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_5725\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-97670-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=97670-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-28-Mei-2026-oleh-Rm-Robertus-Susilo-Haryono-SCJ-dari-Komunitas-Seminari-Menengah-St-Paulus-Palembang-Indonesia-.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 100:2 Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. PENGANTAR:&nbsp; Umat beriman disebut Petrus kaum imam rajawi, milik Allah sendiri. Maka mereka ditugasi melanjutkan karya Kristus, yang hanya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-97670","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97670"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97672,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97670\/revisions\/97672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}