{"id":97620,"date":"2026-05-27T09:25:36","date_gmt":"2026-05-27T02:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97620"},"modified":"2026-05-27T09:25:36","modified_gmt":"2026-05-27T02:25:36","slug":"rabu-27-mei-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97620","title":{"rendered":"Rabu, 27 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 27 Mei 2026<br \/>\nMarkus 10:43-45 (Mrk 10:32-45)<br \/>\nKata Yesus: \u201cTidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Melayani Seperti Yesus<\/p>\n<p>Ada sebuah kisah inspiratif yang bagus dari buku \u201cChicken Soup for Christian Soul\u201d yang berkisah mengenai kerendahan hati untuk melayani.<br \/>\nDikisahkan bahwa ada seorang ibu yang tinggal di perumahan sebuah kampus terkenal di salah satu kota di Amerika, memesan dari agen kebersihan, seorang pekerja untuk membersihkan halaman rumahnya. Pada suatu hari ketika seorang pria separuh baya sedang berjalan mendekati rumahnya, ibu ini langsung berpikir bahwa inillah petugas yang dinantikannya. Maka disuruhnyalah pria itu untuk membersihkan pekarangan rumahnya.<br \/>\nSambil tersenyum dengan ramah pria ini langsung bekerja dengan rajin dan semangat hingga selesai.<br \/>\nBeberapa hari kemudian, ibu ini hadir terundang dalam acara pelantikan Rektor yang baru di kampus itu. Betapa terkejutnya ibu itu ketika mengenali Rektor yang baru tak lain adalah pria yang pernah disuruhnya membersihkan halaman rumahnya. Ia begitu malu berada di situ apalagi bila rektor baru ini melihatnya hadir.<br \/>\nTapi langsung saja ia berpikir penuh kekaguman. Bila seorang pimpinan universitas sebesar ini rela dan penuh kerendahan hati bersedia membersihkan halaman rumahnya, betapa kampus ini sesungguhnya dipimpin seorang pemimpin yang luar biasa.<br \/>\nMaka sekalipun tetap ada perasaan malu di hatinya, ibu ini lantas menceritakan pengalaman uniknya dengan Rektor baru yang pernah jadi \u2018cleaning service\u2019 di rumahnya, kepada siapa saja yang ia jumpai.<br \/>\nKisah ini tentu menjadi sebuah promosi yang luar biasa, yang mendatangkan kekaguman dan kepercayaan semua warga universitas, bahkan tersiar ke mana-mana.<\/p>\n<p>Apapun panggilan dan perutusan kita, jabatan atau kepercayaan kepemimpinan yang kita emban, kiranya semangat Yesus, Tuhan dan Guru Agung menjadi semangat kita. \u201cAku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.\u201d<br \/>\nYesus adalah Guru dan Tuhan. Tapi Ia mengambil rupa seorang hamba. Kiranya kitapun demikian.<br \/>\nDengan melayani dan memberi diri hati kita bahagia karena menjadi alat Tuhan untuk menyatakan kebaikanNya.<\/p>\n<p>\u201dTerindah dalam hidupku, ya Tuhan, mengenal, mencintai dan melayaniMu dalam diri sesamaku dalam seluruh hidup dan karyaku. Terimakasih Tuhan untuk kesempatan yang Engkau berikan bagiku untuk melayani dan menjadi berkat bagi orang lain.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari terus melayani dengan penuh semangat. Tuhan Yesus memberkati kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Mei 2026<br \/>\nRabu Pekan Biasa VIII<br \/>\nPF S. Agustinus dari Canterbury, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 10:45<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 10:32-45<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 10:45<br \/>\nPutera Manusia datang untuk melayani<br \/>\ndan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 10:32-45<br \/>\nSekarang kita pergi ke Yerusalem,<br \/>\ndan Anak Manusia akan diserahkan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan<br \/>\nke Yerusalem.<br \/>\nYesus berjalan di depan.<br \/>\nPara murid merasa cemas,<br \/>\ndan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut.<br \/>\nSekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya<br \/>\ndan Ia mulai mengatakan kepada mereka<br \/>\napa yang akan terjadi atas diri-Nya.<br \/>\nYesus berkata, &#8220;Sekarang kita pergi ke Yerusalem,<br \/>\ndan Anak Manusia akan diserahkan<br \/>\nkepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.<br \/>\nMereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.<br \/>\nMereka akan menyerahkan Dia<br \/>\nkepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.<br \/>\nIa akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh,<br \/>\ndan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,<br \/>\nmendekati Yesus.<br \/>\nMereka berkata,<br \/>\n&#8220;Guru, kami harap<br \/>\nEngkau mengabulkan suatu permohonan kami.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?&#8221;<br \/>\nMereka menjawab,<br \/>\n&#8220;Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak,<br \/>\nseorang lagi di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Mu.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.<br \/>\nSanggupkah kalian meminum piala yang harus Kuminum?<br \/>\nDan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?&#8221;<br \/>\nMereka menjawab, &#8220;Kami sanggup.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus lalu berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Memang, kamu akan meminum piala yang harus Kuminum,<br \/>\ndan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.<br \/>\nTetapi hal duduk di sebelah kanan atau di kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nyang baginya telah disediakan.&#8221;<br \/>\nMendengar itu,<br \/>\nkesepuluh murid yang lain menjadi marah<br \/>\nkepada Yakobus dan Yohanes.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kalian tahu, bahwa<br \/>\norang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi,<br \/>\ndan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.<br \/>\nTetapi janganlah demikian di antara kalian!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kalian,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu.<br \/>\nDan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.<br \/>\nSebab Anak Manusia pun datang<br \/>\nbukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan<br \/>\nbagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Kita hidup dalam dunia di mana kita ingin menonjol di atas orang lain dan lebih memilih untuk berada di tempat yang penuh kehormatan dan pengakuan. Dalam Injil hari ini Yakobus dan Yohanes meminta Tuhan agar mempertimbangkan mereka untuk menduduki posisi teratas ketika Tuhan mendirikan Kerajaan-Nya. Yesus memberi mereka sebuah pengajaran yang indah: \u201cBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang tekemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.\u201d<\/p>\n<p>Untungnya, di antara kita ada orang-orang hebat seperti yang Yesus kehendaki. Mereka tidak pernah muncul di media, tidak ada yang memberikan pengakuan kepada mereka. Mereka mungkin tidak memiliki kualifikasi akademis mentereng dan juga tidak memiliki banyak harta, tetapi mereka memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada harta benda: kebaikan, kelembutan, dan belas kasih kepada mereka yang membutuhkan. Mereka adalah orang-orang sederhana dan biasa tetapi yang ditemukan pada saat yang tepat ketika Anda membutuhkan kata penyemangat, tatapan ramah, senyum bahagia, serta bantuan\u2026<\/p>\n<p>Di padang gurun dunia ini, di mana hanya persaingan dan konfrontasi yang tampaknya tumbuh, mereka adalah oasis kecil di mana persahabatan, kepercayaan, dan saling membantu tumbuh. Mereka mungkin tidak pernah menerima penghargaan atau bahkan ucapan terima kasih, tetapi mereka ini adalah orang-orang hebat karena mereka menjadi manusia seutuhnya dengan menghidupkan sesama, bahkan melalui hal-hal kecil dan biasa.<\/p>\n<p>Mereka adalah orang-orang yang membuat hidup lebih membahagiakan dan dunia lebih layak untuk dihuni. Mereka adalah orang-orang \u201chebat\u201d karena mereka hidup untuk melayani orang lain dan membantu mereka untuk hidup dengan harapan dan sukacita. Andakah salah satunya?<\/p>\n<p>Allah Tuhan kami, Putera-Mu Yesus, yang setara dengan-Mu, namun Ia menjadikan diri-Nya sebagai saudara dan hamba kami. Semoga Roh-Nya hidup di dalam diri kami dan membuat kami menjadi serupa dengan-Nya, tak berdaya dan rentan, sehingga kami dapat melayani satu sama lain, terutama saudara-saudari kita yang paling lemah. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Jadilah orang-orang hebat karena melayani. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"Sc5d8fWWnK\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/hebat-karena-melayani\/\">Hebat Karena Melayani<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cHebat Karena Melayani\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/hebat-karena-melayani\/embed\/#?secret=q6E4fFZO6l#?secret=Sc5d8fWWnK\" data-secret=\"Sc5d8fWWnK\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 27 Mei 2026 Markus 10:43-45 (Mrk 10:32-45) Kata Yesus: \u201cTidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97620"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97621,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97620\/revisions\/97621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}