{"id":97529,"date":"2026-05-25T17:47:30","date_gmt":"2026-05-25T10:47:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97529"},"modified":"2026-05-25T17:47:30","modified_gmt":"2026-05-25T10:47:30","slug":"senin-25-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97529","title":{"rendered":"Senin, 25 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 25 Mei 2026<br \/>\nPerayaan St Maria Bunda Gereja<br \/>\nYohanes 19:25-27 (19:25-34)<br \/>\nDekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: &#8220;Ibu, inilah, anakmu!&#8221; Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: &#8220;Inilah ibumu!&#8221; Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.<\/p>\n<p>Bunda Maria, Bunda Yesus, Bunda Para Rasul, Bunda Kita Semua<\/p>\n<p>Sehari sesudah Gereja merayakan Hari Raya Pentakosta, kita diajak merayakan pesta \u2018St Maria Bunda Gereja.\u2019<br \/>\nMaksud peringatan ini ingin mengingatkan kita bahwa sejak Gereja Perdana, Bunda Maria telah menjadi Bunda para murid Yesus. Ia ada bersama Para Rasul ketika Roh Kudus dicurahkan pada hari raya Pentakosta. Kis 1:14 berkata, \u201cMereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.\u201d<\/p>\n<p>Kita tahu bersama bahwa ketika Yesus disalibkan, murid-murid Yesus telah lari meninggalkan Dia, tetapi tidak bundaNya Maria. Bunda Yesus tetap setia mengikuti Yesus di jalan salibNya, sebagaimana ia telah setia mengandung dan membesarkan Yesus.<br \/>\nBunda Maria ikut merasakan derita putraNya saat memanggul salib ke Golgota. Ia ikut menemani Yesus untuk memberi kekuatan. Seakan Maria berujar dalam hatinya untuk Yesus, \u201cbertahanlah Nak, ini ibuMu akan terus menemanimu. Penuhilah perintah BapaMu untuk menebus seluruh umat manusia dengan salibMu!\u201d<\/p>\n<p>Bunda Maria adalah ibu Yesus sekaligus Bunda kita semua. Yesus telah mengalami bahwa BapaNya di surga telah memberiNya seorang ibu yang luar biasa baik hati, perkasa dan tabah menghadapi sengsara dan derita. Karena itu di aras kayu salib, Yesus memberikan BundaNya menjadi Bunda kita dengan bersabda, \u201cIbu, inilah anakmu.\u201d Dan kepada kita, \u201cInilah ibumu.\u201d (Yoh 19:27).<br \/>\nBunda Maria tetap menjadi Bunda kita sampai kapanpun, sebagaimana Yesus adalah Tuhan kita selamanya. Dalam Kitab Wahyu bab 12, yang mengisahkan kisah akhir zaman, Bunda Maria disebut khusus sebagai Ratu Surgawi, dengan mahkota dari 12 bintang. Ia menjadi Ibu Surgawi kita selamanya.<\/p>\n<p>\u201dBapa di surga, terimakasih tak terhingga karena telah memilihkan Maria menjadi Bunda Yesus. Dan Yesus Tuhan kami telah memberikan BundaNya menjadi Bunda kami.<br \/>\nBunda Maria, Mempelai Roh Kudus, doakanlah kami pada Yesus Puteramu agar kami tak pernah kekurangan anggur sukacita dan anggur kasih karunia Allah. Doakanlah kami dari surga agar kami tabah dan setia mengikuti Yesus Puteramu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin! Yesus tak pernah membiarkan kita jalan sendiri, Roh Kudus dan IbuNya menemani kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Mei 2026<br \/>\nSenin Hari Biasa<br \/>\nPF S. Maria Magdalena de Pazzi, Perawan<br \/>\nPF S. Gregorius VII, Paus<br \/>\nPF S. Beda, Imam dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 19:25-34<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 19:25-34<br \/>\nInilah ibumu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Waktu Yesus bergantung di salib,<br \/>\ndekat salib itu berdiri ibu Yesus,<br \/>\ndan saudara ibu Yesus, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.<br \/>\nKetika Yesus melihat ibu-Nya<br \/>\ndan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,<br \/>\nberkatalah Ia kepada ibu-Nya, &#8220;Ibu, inilah anakmu!&#8221;<br \/>\nKemudian kata-Nya kepada murid-Nya, &#8220;Inilah ibumu!&#8221;<br \/>\nDan sejak saat itu<br \/>\nmurid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.<\/p>\n<p>Sesudah itu,<br \/>\nkarena tahu bahwa segala sesuatu telah selesai,<br \/>\nberkatalah Yesus,<br \/>\n&#8212; supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci &#8212;<br \/>\n&#8220;Aku haus!&#8221;<\/p>\n<p>Di situ ada suatu wadah penuh anggur asam.<br \/>\nMaka mereka mencelupkan bunga karang dalam anggur asam itu,<br \/>\nmencucukkannya pada sebatang hisop,<br \/>\nlalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.<br \/>\nSesudah meminum anggur asam itu,<br \/>\nberkatalah Yesus, &#8220;Sudah selesai!&#8221;<br \/>\nLalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.<\/p>\n<p>Karena hari itu hari persiapan,<br \/>\ndan supaya pada hari Sabat<br \/>\nmayat-mayat itu tidak tinggal tergantung<br \/>\npada kayu salib &#8212; sebab Sabat itu adalah hari yang besar &#8212;<br \/>\nmaka datanglah para pemuka Yahudi kepada Pilatus<br \/>\ndan meminta kepadanya<br \/>\nsupaya kaki orang-orang itu dipatahkan,<br \/>\ndan jenazah-jenazahnya diturunkan.<br \/>\nLalu datanglah prajurit-prajurit<br \/>\ndan mematahkan kaki orang yang pertama<br \/>\ndan kaki orang yang lain<br \/>\nyang disalibkan bersama-sama dengan Yesus.<br \/>\nTetapi ketika mereka sampai kepada Yesus<br \/>\ndan melihat bahwa Ia telah mati,<br \/>\nmereka tidak mematahkan kaki-Nya,<br \/>\ntetapi seorang dari antara prajurit itu<br \/>\nmenikam lambung-Nya dengan tombak,<br \/>\ndan segera mengalir keluar darah dan air.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Pada tanggal 3 Maret 2018, Paus Fransiskus menetapkan Peringatan Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, untuk dirayakan sehari setelah Pentakosta. Hari raya ini memberikan kesaksian akan peran penting Maria dalam iman kita. Dia hadir bersama para murid, berdoa bersama komunitas Kristen pertama, dengan penuh semangat menantikan karunia Roh Kudus. Dan Maria, Bunda kita yang terkasih, terus menjadi perantara bagi kita dalam doa.<\/p>\n<p>Perayaan ini akan membantu kita mengingat Santa Perawan Maria, yang adalah &#8220;Bunda Penebus&#8221; dan &#8220;Bunda Orang-Orang yang Ditebus.&#8221;<\/p>\n<p>Injil menampilkan gambaran Bunda Maria di kaki Salib, yang kepadanya Yesus mempercayakan tugas sebagai ibu dari murid-murid-Nya &#8211; &#8220;Bunda semua orang yang percaya kepada-Nya.&#8221; Jika kita mau berdiri di dekat Salib bersama dengan Bunda Maria, maka kita juga akan memiliki hak istimewa untuk mendengarkan kata-kata Yesus, &#8220;Lihatlah Ibumu.&#8221; Ketika kita menemukan diri kita berada di saat-saat yang sulit atau menyakitkan dalam hidup, ingatlah bahwa kita tidak ditinggalkan sendirian. Kita memiliki seorang Bunda yang menjaga kita dengan kasih sayang dan perlindungan keibuan. Dia membawa kita lebih dekat kepada Putranya setiap hari dan membantu kita melewati tantangan yang kita hadapi.<\/p>\n<p>Menjelaskan perikop Injil ini, mendiang Paus Fransiskus berkata, &#8220;Pada masa-masa sekarang ini di dunia, ketika ada perasaan mendalam tentang dunia yang yatim piatu, Injil hari ini memiliki arti yang sangat penting, seperti yang dijanjikan Yesus kepada kita: &#8216;Aku tidak meninggalkan kamu sebagai yatim piatu, Aku akan memberikan kamu seorang ibu. Dan ini juga merupakan suatu kebanggaan bagi kita: kita memiliki seorang ibu yang melindungi kita, menemani kita, dan menolong kita di saat-saat yang sulit atau mengerikan.&#8221;<\/p>\n<p>Ya Allah, Bapa yang penuh belas kasih, ketika Ia tergantung di kayu salib, Putera-Mu memilih Santa Perawan Maria, Bunda-Nya, untuk menjadi Bunda kami. Kiranya, dengan pertolongan penuh cinta kasihnya, Gereja-Mu semakin berbuah dari hari ke hari, dan dengan bergembira atas kekudusan anak-anak-Nya, menarik semua orang ke dalam pelukanya. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Dalam lindungan sang Bunda. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"UuoGg6J3yf\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/inilah-ibumu\/\">Inilah Ibumu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cInilah Ibumu\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/inilah-ibumu\/embed\/#?secret=6vxyp0tZRA#?secret=UuoGg6J3yf\" data-secret=\"UuoGg6J3yf\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 25 Mei 2026 Perayaan St Maria Bunda Gereja Yohanes 19:25-27 (19:25-34) Dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97530,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97529\/revisions\/97530"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}