{"id":97468,"date":"2026-05-24T09:32:35","date_gmt":"2026-05-24T02:32:35","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97468"},"modified":"2026-05-24T09:32:35","modified_gmt":"2026-05-24T02:32:35","slug":"debat-pdt-mell-atock-dengan-romo-cafe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97468","title":{"rendered":"Debat Pdt Mell Atock dengan Romo Cafe"},"content":{"rendered":"<p>Debat Pdt Mell Atock dengan Romo Cafe<\/p>\n<p>Dalam diskusi antara Romo Cafe dengan Pdt. Mell Atock, tampak jelas bahwa Romo Caf\u00e9 sangat menguasai Kitab Suci dan konsisten dengan topik \u201cSola Scriptura\u201d.<\/p>\n<p>Moderator sangat tegas menegur secara lisan Bapak Pdt. Mell Atock karena mengajukan dua pertanyaan yang justru keluar dari pembahasan topik &#8220;Sola Scriptura&#8221;. Bahkan, karena Pdt. Mell Atock tidak bisa mengikuti aturan debat, akhirnya debat tidak diteruskan.<\/p>\n<p>Saya melihat beberapa poin:<\/p>\n<p>Pertama, penentu jumlah Alkitab langsung Tuhan adalah blunder. Pernyataan Pdt. Mell Atock yang mengatakan bahwa Tuhan sendiri yang menentukan daftar Alkitab, secara khusus 27 Kitab Perjanjian Baru, ini blunder besar. Itu artinya, Alkitab jatuh dari langit. Tuhan sendiri sudah menyusun daftar Alkitab yang kanon. Ini blunder! Apakah langsung Tuhan yang datang ke dunia untuk menentukan kanon Alkitab sebanyak 73 Alkitab? Jika Tuhan yang menentukan langsung daftar Alkitab, mengapa di Protestan menjadi 66 Kitab?<\/p>\n<p>Padahal secara historis, Alkitab dikanonkan pada tahun 382 oleh Paus Damasus, kemudian diteguhkan oleh Konsili Hippo (393) dan Konsili Kartago (397). Bapa-Bapa Konsili ini tentu dinaungi dan dituntun oleh Roh Kudus, tetapi bukan langsung Tuhan yang menentukan daftar jumlah Alkitab. Ada partisipasi Bapa-Bapa Konsili untuk mengkanonkan Alkitab.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, dalam proses pengkanonan Alkitab, Magisterium Gereja memilik peran penting. Daftar 46 Kitab Perjanjian Lama dan 27 Kitab Perjanjian Baru, misalnya tidak tertulis dalam Alkitab. Jumlah &#8220;4 Injil&#8221; juga tidak ditulis dalam Alkitab. Semua itu ditentukan oleh Magisterium Gereja.<\/p>\n<p>Pendeta Mell Atock berada dalam situasi buah simalakama: jika ia mengakui sejarah pengkanonan Alkitab oleh Magisterium Gereja dalam Konsili, berarti gugur prinsip Sola Scriptura. Namun, ketika ia tidak mengakui peran Magisterium, maka makin jauh ketidak-benaran ajarannya!<\/p>\n<p>Kedua, penentu tafsiran pribadi merupakan tafsiran yang benar. Pernyataan Pdt. Mell Atock yang mengatakan bahwa yang menentukan tafsiran pribadi orang itu benar, salah satunya, adalah tafsiran itu tidak bertentangan dengan Alkitab; Kitab Suci menafsirkan Kitab Suci, tafsiran yang satu tidak boleh bertentangan dengan tafsiran lain. Nah, ini perangkap. Jawaban ini ibarat memercik air di dulang terpercik ke muka sendiri. Tafsiran berbagai denominasi banyak yang bertentangan satu sama lain. Padahal sama-sama menyebut diri penganut &#8220;Sola Scriptura&#8221;.<\/p>\n<p>Bahkan, Sola Scriptura justru bertentangan dengan 2 Tes 2: 15, karena di situ sumber ajaran, tidak hanya yang tertulis (Scriptura) tetapi juga yang disampaikan secara lisan (Tradisi Suci). Ia juga langsung bertentangan dengan Matius 28: 19-20 di mana Yesus meminta para Rasulnya untuk mengajarkan segala sesuatu yang telah diperintahkan Yesus. Yesus tidak menyampaikan perintahnya dengan memberikan Alkitab, tetapi menyampaikan secara lisan. Perintah ini diteruskan oleh para Rasul kepada segela bangsa jauh sebelum Perjanjian Baru ditulis.<\/p>\n<p>Ketiga, dasar biblis Sola Scriptura sangat lemah. Romo Caf\u00e9 memaparkan dasar-dasar biblis bahwa dalam Alkitab tidak ada Sola Scriptura. Romo Caf\u00e9 sangat menguasai isi Alkitab dan menerapkan dengan tepat. Dalam Alkitab justru yang punya dasar biblis adalah Tradisi Suci, Kitab Suci dan Magisterium (ketiganya mesti saling terkait). Sementara Pdt. Mell Atock tidak bisa membantah argumen Romo Caf\u00e9. Malah Pdt. Mell Atock keluar topik.<\/p>\n<p>Keempat, penyebab perpecahan. Menurut Pdt. Mell Atock, penyebab perpecahan denominasi adalah dosa dan setan. Kalau yang ini, saya setuju. Perpecahan denominasi bertentangan dengan kehendak Yesus dalam Injil Yohanes 17: 11-21. Yesus menghendaki persatuan para pengikutNya. Dengan kata lain, perpecahan denominasi bukanlah kehendak Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Sumber Romo Postinus Gul\u00f6, OSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Debat Pdt Mell Atock dengan Romo Cafe Dalam diskusi antara Romo Cafe dengan Pdt. Mell Atock, tampak jelas bahwa Romo Caf\u00e9 sangat menguasai Kitab Suci dan konsisten dengan topik \u201cSola Scriptura\u201d. Moderator sangat tegas&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[27,5,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-97468","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-kateketik","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97468"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97469,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97468\/revisions\/97469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}