{"id":97215,"date":"2026-05-20T09:20:56","date_gmt":"2026-05-20T02:20:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97215"},"modified":"2026-05-20T09:20:56","modified_gmt":"2026-05-20T02:20:56","slug":"rabu-20-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=97215","title":{"rendered":"Rabu, 20 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 20 Mei 2026<br \/>\nNovena Pentakosta hari ke 6<br \/>\nYohanes 17:17 (Yoh 17:11b-19)<br \/>\n\u201dKuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.\u201d<\/p>\n<p>Hiduplah Dalam Kekudusan<\/p>\n<p>Dalam doaNya bagi murid-muridNya saat perjamuan malam terakhir, Yesus berdoa kepada BapaNya agar semua muridNya senantiasa dikuduskan oleh Firman Allah.<br \/>\nJangan sampai di dalam keterbatasan dan kelemahan manusiawinya, kita lupa bahwa kita adalah ciptaan Allah yang telah lahir baru dalam pembaptisan dan diurapi dengan Roh Kudus Allah.<br \/>\nAir pembaptisan telah menguduskan kita. Oleh darah Yesus kita telah dibersihkan dari dosa, dan jiwa kita dimurnikan dalam api Roh KudusNya.<\/p>\n<p>Hidup dalam kekudusan berarti hidup sepenuhnya dalam cinta akan Allah, dan dituntun selalu oleh Firman Allah. Kita menjadi persembahan yang kudus bagi Allah, sekalipun kita tetap diliputi kelemahan dan keterbatasan kita. Oleh karena itu, sakramen-sakramenNya dianugerahkan bagi kita agar kita tetap kudus dan tak bercela di hadapan Tuhan.<\/p>\n<p>Dosa akan terus menghampiri kita, tapi kasih Kristus jauh lebih kuat dari dosa. Tuntunan Roh KudusNya selalu membawa kita pada penyesalan dan pertobatan agar kita selalu diperdamaikan dengan Allah.<br \/>\nCinta kita padaNya dibaharui, hati dan jiwa kita dikuduskan kembali, dan kita hidup dalam kekudusan.<br \/>\nYesus telah memberikan tubuh dan darahNya menjadi santapan jiwa kita, agar Firman Allah yang telah menjadi manusia terus tinggal dalam diri kita.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus kuduskanlah kami dalam kebenaran firmanMu. Biarlah cinta kami kepadaMu terus berkobar, agar kami mampu mengatasi kelemahan-kelemahan kami. Tanpa Engkau kami tak dapat berbuat apa-apa. Angkat kami bila kami jatuh, sucikan hati kami agar mampu mengenali kehadiranMu di tengah hidup kami yang tercemar oleh dosa. Amin.\u201d<\/p>\n<p>\u201dDatanglah ya Roh Kudus. Penuhilah hati umatMu dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Doa Yesus menguatkan kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Mei 2026<br \/>\nRabu Paskah VII<br \/>\nPF S. Bernardinus dari Siena, Imam<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 17:11b-19<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 17:17b.a<br \/>\nFirman-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran.<br \/>\nKuduskanlah kami dalam kebenaran.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 17:11b-19<br \/>\nSupaya mereka menjadi satu sama seperti kita.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam perjamuan malam terakhir<br \/>\nYesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu,<br \/>\nyaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku,<br \/>\nsupaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.<br \/>\nSelama Aku bersama mereka,<br \/>\nAku memelihara mereka dalam nama-Mu,<br \/>\nyaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku.<br \/>\nAku telah menjaga mereka,<br \/>\ndan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa<br \/>\nselain dia yang telah ditentukan untuk binasa,<br \/>\nsupaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.<br \/>\nTetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu.<br \/>\nAku mengatakan semuanya ini<br \/>\nsementara Aku masih ada di dalam dunia,<br \/>\nsupaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.<br \/>\nAku telah memberikan firman-Mu kepada mereka,<br \/>\ndan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia,<br \/>\nsama seperti Aku bukan dari dunia.<br \/>\nAku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia,<br \/>\ntetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.<br \/>\nMereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.<\/p>\n<p>Kuduskanlah mereka dalam kebenaran;<br \/>\nfirman-Mu adalah kebenaran.<br \/>\nSama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia,<br \/>\ndemikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.<br \/>\nDan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka,<br \/>\nsupaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini merupakan bagian dari doa Yesus sebagai Imam Agung. Dalam doa-Nya, Yesus berkata bahwa para murid bukan dari dunia, tetapi Ia mengutus mereka ke dalam dunia.<\/p>\n<p>DALAM DUNIA tetapi BUKAN DARI DUNIA. Suatu gambaran yang bagus tentang hidup kristiani!<\/p>\n<p>Kita perlu membedakan dengan hati-hati antara DALAM DUNIA tetapi BUKAN DARI DUNIA. Suatu perbedaan antara DI MANA KITA BERADA dan SIAPA DIRI KITA; antara yang BERGUNA bagi dunia dan apa yang PERLU bagi keselamatan; antara ilah-ilah masa kini dan satu-satunya Allah yang benar, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.<\/p>\n<p>Ketika Yesus berdoa kepada Bapa, agar Bapa memelihara para murid, Ia tidak meminta agar memindahkan para murid dari dunia, atau memisahkan mereka ke suatu tempat yang khusus bagi orang-orang yang dibaptis. Sebab mereka harus menjadi garam dunia dan terang dunia (Mat 5: 13 \u2013 14). Dan begitulah, kita ada dalam dunia agar menggaraminya dan meneranginya. Kita ada di dalam dunia, dalam masyarakat, di tempat kerja kita, di sekolah, di komunitas, di rumah, di kelas, dalam persahabatan, dalam keluarga. DALAM DUNIA. Apa jadinya dunia ini jika kita tidak ada di dalamnya?<\/p>\n<p>Tetapi \u201cdalam dunia\u201d tidak berarti \u201cdari dunia\u201d. \u201cDari dunia\u201d berarti berpikir dan bertindak melawan kehendak Allah. Ketika Paulus menulis kepada umat di Efesus mengingatkan: \u201cKini kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya,\u201d (Ef 2: 10).<\/p>\n<p>Semoga kita senantiasa ingat SIAPA DIRI KITA. \u201cJika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?\u201d (Rom 8: 1).<\/p>\n<p>Roh Kudus, bukalah pikiran dan hatiku untuk sepenuhnya menerima kebenaran tentang hidup dan keberadaanku, dan tolonglah aku untuk menyambutnya dan menjalaninya setiap hari. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat menggarami dan menerangi dunia. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"xtDj4bFI2j\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/ada-dalam-dunia-tetapi-bukan-dari-dunia\/\">Ada dalam Dunia, tetapi Bukan dari Dunia<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Ada dalam Dunia, tetapi Bukan dari Dunia&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/ada-dalam-dunia-tetapi-bukan-dari-dunia\/embed\/#?secret=V0rF5o3fF4#?secret=xtDj4bFI2j\" data-secret=\"xtDj4bFI2j\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 20 Mei 2026 Novena Pentakosta hari ke 6 Yohanes 17:17 (Yoh 17:11b-19) \u201dKuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.\u201d Hiduplah Dalam Kekudusan Dalam doaNya bagi murid-muridNya saat perjamuan malam terakhir, Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-97215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=97215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97216,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/97215\/revisions\/97216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=97215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=97215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=97215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}