{"id":96985,"date":"2026-05-16T09:30:08","date_gmt":"2026-05-16T02:30:08","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96985"},"modified":"2026-05-16T09:30:08","modified_gmt":"2026-05-16T02:30:08","slug":"sabtu-16-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96985","title":{"rendered":"Sabtu, 16 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 16 Mei 2026<br \/>\nNovena Pentakosta Hari ke 2<br \/>\nYohanes 16:23b (Yoh 16:23b-28)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.\u201d<\/p>\n<p>Inti Terdalam Doa Kita<\/p>\n<p>Dari semua doa yang kita panjatkan dan dari semua hal yang kita minta dalam doa, nyatalah bahwa sesungguhnya inti dari doa kita adalah kerinduan hati kita untuk selalu bersatu dengan Allah Bapa kita. Kita rindu mengalami cinta Allah Bapa yang tahu apa yang terbaik bagi kita, putra putri kesayanganNya.<\/p>\n<p>Pengalaman hidup doa kita membawa kita pada suatu kesadaran bahwa doa bukan lagi sejumlah permohonan atau untaian kata-kata, melainkan menyatunya kehendak kita dengan kehendak Bapa di surga.<br \/>\nDoa membuat kita semakin berserah dan bersandar pada Bapa, bersyukur atas semua anugerahNya, dan dengan penuh kerendahan hati berseru seperti Yesus, \u201cbukan kehendaku, ya Bapa, melainkan kehendakMulah yang terjadi.\u201d<\/p>\n<p>Dalam nama Yesus, doa kita menjadi seruan anak kepada Bapa. Kita selalu rindu untuk bersatu hati dengan Yesus menghadap Bapa. Kita mengalami bahwa Yesus ada bersamaku selalu, setia hadir menemaniku, menjawab semua doa kita.<br \/>\nKarena kita berdoa dalam nama Yesus, Allah memberi kita Roh KudusNya yang adalah jawaban utama Allah atas doa-doa kita.<br \/>\nBiarlah Roh Kudus menyatu dengan jiwa dan roh kita agar kita dapat selalu berseru kepada Allah, \u201cAbba ya Bapa.\u201d<br \/>\nLihatlah, betapa Allah memberi kita jauh melampaui apa yang kita minta dan harapkan.<\/p>\n<p>\u201dDatanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Tetaplah berdoa dan bekerja dengan giat.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Mei 2026<br \/>\nSabtu Paskah VI<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 16:28<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 16:23b-28<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 16:28<br \/>\nAku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;<br \/>\nkini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 16:23b-28<br \/>\nBapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa,<br \/>\nakan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.<br \/>\nSampai sekarang<br \/>\nkamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku.<br \/>\nMintalah maka kamu akan menerima,<br \/>\nsupaya penuhlah sukacitamu.<\/p>\n<p>Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan.<br \/>\nAkan tiba saatnya<br \/>\nAku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan,<br \/>\ntetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.<br \/>\nPada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku.<br \/>\nDan tidak Kukatakan kepadamu,<br \/>\nbahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,<br \/>\nsebab Bapa sendiri mengasihi kamu,<br \/>\nkarena kamu telah mengasihi Aku<br \/>\ndan percaya bahwa Aku datang dari Allah.<\/p>\n<p>Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;<br \/>\nkini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d &#x2618;&#xfe0f;<\/p>\n<p>Suatu kali menjelang akhir tahun ajaran, beberapa anak sekolah datang dan meminta berkat untuk ballpoint yang akan mereka pakai untuk ujian. Mereka bilang mereka percaya bahwa mereka akan lulus ujian dengan bantuan Tuhan. Tetapi kemudian saya katakan kepada mereka, \u201cBenar, Tuhan akan menolong kalian, tetapi kalau kalian tidak belajar, air berkat satu ember besar pun tidak akan membantu kalian.\u201d Mereka katakan, \u201cBenar Romo. Kami juga belajar mempersiapkan diri untuk ujian. Tetapi tanpa berkat, bisa jadi nanti kami tiba-tiba lupa semuanya, atau kami sial.\u201d Akhirnya saya berkati mereka, bukan hanya ballpoint mereka. Memang, tak jarang orang menggunakan barang-barang yang sudah diberkati sebagai \u201cjimat\u201d keberuntungan atau untuk melindungi mereka dari nasib buruk.<\/p>\n<p>Kita dikenal sebagai masyarakat yang religius. Di rumah mungkin terdapat tempat khusus untuk berdoa, dengan salib, patung Bunda Maria, patung Hati Kudus, atau patung santo pelindung. Ke mana-mana juga memakai kalung rosario. Tetapi tetap menjadi pertanyaan, bagaimana kita berdoa? Apakah kita berdoa seperti mengucapkan rumus otomatis? Apakah kita berdoa seakan-akan memaksa Tuhan mengabulkan doa-doa kita? Tak jarang kemudian kita marah ketika kita merasa bahwa doa-doa kita tidak dikabulkan.<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku,\u201d kata Yesus. Apakah kita berdoa kepada Bapa dengan yakin dan percaya? Yesus memberikan jaminan kepada kita bahwa Bapa akan mendengarkan doa-doa kita.<\/p>\n<p>Orang sering mengeluh dan bertanya, \u201cMengapa doa-doa saya tetap tak terjawab meskipun saya berdoa dalam nama Yesus?\u201d Atau kita membandingkan dengan orang lain, \u201cItu tetangga saya, hidupnya gak benar-benar amat, jarang-jarang juga dia ikut misa, koq sepertinya doa-doanya dikabulkan terus\u2026\u201d<\/p>\n<p>Benarkah doa-doa kita tidak dikabulkan? Atau Allah ingin agar kita menunggu serta bertumbuh dalam kesabaran dan iman? Mungkin Ia sedang mempersiapkan kejutan yang lebih besar dan lebih baik bagi kita. Mungkin jawabannya sudah ada bahkan di sekitar kita tetapi kita tidak melihatnya.<\/p>\n<p>Atau mungkin doa kita salah dan menggunakan nama Yesus dengan sia-sia. Misalnya, ada yang berdoa agar tidak ketahuan mencuri, atau memohon supaya Tuhan memberkati hubungan gelapnya, atau memohon agar orang yang menyakiti hatinya mengalami kecelakaan dan mati. Dan sungguh, mereka berdoa \u201cdalam nama Yesus\u201d!<\/p>\n<p>Kita tahu, Allah bekerja atas cara-cara yang kadang tidak kita pahami. Namun, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, tetapi sesuai dengan kehendak-Nya, sesuai dengan kasih-Nya serta atas cara dan dalam waktu yang lebih tepat.<\/p>\n<p>Bapa Surgawi, kasih-Mu tidak mengenal batas dan belas kasihan-Mu selalu baru setiap hari. Penuhi aku dengan rasa syukur atas berkat-Mu yang tak terhingga dan dekatkanlah aku pada takhta kasih karunia dan kemurahan-Mu. Berikanlah aku keyakinan dan keberanian untuk berdoa agar kehendak-Mu terjadi di bumi seperti di surga.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Tetap tekun berdoa, dalam nama Yesus! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"XGhRvHA8Jr\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dalam-nama-yesus\/\">Dalam Nama Yesus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Dalam Nama Yesus&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dalam-nama-yesus\/embed\/#?secret=KPdhTrlPfd#?secret=XGhRvHA8Jr\" data-secret=\"XGhRvHA8Jr\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 16 Mei 2026 Novena Pentakosta Hari ke 2 Yohanes 16:23b (Yoh 16:23b-28) \u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.\u201d Inti Terdalam Doa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96986,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96985\/revisions\/96986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}