{"id":96780,"date":"2026-05-13T09:53:21","date_gmt":"2026-05-13T02:53:21","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96780"},"modified":"2026-05-13T09:53:21","modified_gmt":"2026-05-13T02:53:21","slug":"rabu-13-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96780","title":{"rendered":"Rabu, 13 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 13 Mei 2026<br \/>\nYohanes 16:12-13b (Yoh 16:12-15)<br \/>\n\u201dMasih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.\u201d<\/p>\n<p>Berilah Diri Dipimpin Oleh Roh Kebenaran<\/p>\n<p>Di era digital sekarang ini di mana teknologi AI (Artificial Intelligence) sudah semakin canggih, muncullah aplikasi \u201dDeepfake\u201d (artinya \u2018sungguh palsu\u2019).<br \/>\nDeepfake adalah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi wajah, suara, dan ekspresi seseorang dalam sebuah video atau audio. Hasilnya terlihat sangat realistis, sehingga sulit dibedakan dari aslinya, dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan termasuk untuk penyebaran informasi palsu alias bohong atau hoax.<br \/>\nSetahun yang lalu, belum lama Paus Leo XIV terpilih menjadi Paus, bermunculan video-video palsu pidato atau sambutan beliau di sosial media. Orang akan mudah percaya karena kelihatan persis sama.<br \/>\nOleh karena itu kita mesti bersikap sangat kritis dengan melakukan verifikasi berulang kali, mengecek dari aplikasi pencarian data hoax, untuk memastikan video atau berita itu benar atau bohong. Termasuk berbagai konten yang viral tanpa peduli dengan kepalsuan dan yang melanggar etika.<\/p>\n<p>Betapa relevan pesan Injil hari ini, janji Yesus akan datangnya Roh Kebenaran agar kita selalu didorong oleh Roh Kudus untuk tak henti mencari kebenaran.<br \/>\nApalagi kalau informasi yang kita terima mendorong orang untuk membenci, memicu perselisihan dan kemarahan. Ada banyak informasi yang membuat orang senang dengan kesalahan dan kejatuhan orang lain. Tentu saja informasi ini tidak datang dari Roh Kebenaran.<br \/>\nBanyak sekali informasi hiburan yang mengumbar hawa nafsu. Ini semua jelas bukan karya Roh Kudus.<\/p>\n<p>Yesus menghendaki kita dituntun oleh Roh Kebenaran, RohNya sendiri. Kita perlu melibatkan selalu Roh Kudus untuk menerangi hati dan budi kita, agar kita dapat memahami apa yang dikehendaki Allah bagi kita.<br \/>\nBegitu banyak hal dalam hidup ini yang begitu sulit dimengerti bila hanya mengandalkan kemampuan kodrati insani kita.<\/p>\n<p>Dalam Mazmur 139:6 dan 17 si Pemazmur berkata, \u201cTerlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah!<br \/>\nBetapa besar jumlahnya!\u201d<br \/>\nOleh karena itu kita memohon dalam doa kiranya Yesus menganugerahkan RohNya bagi kita supaya kita dapat memahami \u201cbetapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.\u201d (Ef 3:18-19).<\/p>\n<p>Semoga dalam bimbingan Roh Kudus Allah, kita semakin memahami misteri kasih Allah dalam Kristus, sehingga kita selalu dapat memuliakan Allah dan sujud syukur menyembahNya dengan hati berserah. Kita semakin dekat dan intim dengan Tuhan, dan dijauhkan dari segala kepalsuan yang ditawarkan dunia ini.<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Berilah diri kita selalu dituntun oleh Roh Kebenaran.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Mei 2026<br \/>\nRabu Paskah VI<br \/>\nPF SP Maria dari Fatima<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 16:12-15<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:16<br \/>\nAku akan minta kepada Bapa,<br \/>\ndan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,<br \/>\nsupaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 16:12-15<br \/>\nRoh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu,<br \/>\ntetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.<br \/>\nTetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran,<br \/>\nIa akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;<br \/>\nIa tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri,<br \/>\ntetapi segala sesuatu yang didengar-Nya,<br \/>\nitulah yang akan dikatakan-Nya,<br \/>\ndan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.<br \/>\nIa akan memuliakan Aku,<br \/>\nsebab Ia akan memberitakan kepadamu<br \/>\napa yang diterima-Nya dari pada-Ku.<\/p>\n<p>Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku,<br \/>\nsebab itu Aku berkata:<br \/>\nIa akan memberitakan kepadamu<br \/>\napa yang Dia terima dari pada-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Hari ini, 13 Mei 109 tahun yang lalu, terjadi penampakan yang pertama Bunda Maria kepada tiga anak gembala\u2014L\u00facia dos Santos, Francisco Marto, dan Jacinta Marto \u2014 di Cova da Iria, Fatima, Portugal. Pesan Bunda Maria dari Fatima masih relevan bagi dunia dan Gereja saat ini \u2013 yaitu berdoa demi pertobatan dunia dan perdamaian dunia.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus berjanji kepada kita bahwa ketika Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Penting untuk membaca kalimat ini dengan cermat, karena tidak dikatakan bahwa saat ini, di sini dan sekarang ini, kita sudah memiliki seluruh kebenaran. Yang Ia katakan kepada kita adalah bahwa Roh Kudus akan memimpin kita menuju kebenaran. Kesimpulannya sederhana: kita sedang dalam perjalanan, dalam peziarahan. Seluruh kebenaran itu diwahyukan kepada kita secara bertahap sepanjang perjalanan.<\/p>\n<p>Banyak orang Kristen percaya bahwa mereka sudah memegang kebenaran. Keyakinan mereka adalah bahwa, selain diri mereka sendiri, semua orang lain salah, dan seluruh dunia hidup dalam kesesatan kecuali mereka. Kita sering mendengar orang-orang mengkritik ajaran Gereja. Seperti para Farisi pada zaman Yesus, sebagian orang di dalam Gereja menganggap tradisi-tradisi Gereja lebih penting daripada perintah untuk mencintai dan mengampuni.<\/p>\n<p>Kebenaran yang sesungguhnya sedikit berbeda. Ada sebuah gambaran yang dapat membantu kita memahami Gereja sebagai peziarah. Gambaran ini menampilkan sebuah ziarah di mana orang yang memimpin perjalanan membawa lentera yang menerangi jalan dengan cahaya yang samar. Mereka yang mengikuti di belakang, dipandu oleh lentera itu, tahu tujuan mereka tetapi tak jarang harus tersandung dalam kegelapan yang mengelilingi mereka.<\/p>\n<p>Jadi, kita adalah penghuni dunia ini, dari segala generasi, berjalan dan mencari yang terbaik, dengan banyak kesalahan dan kekeliruan di sepanjang jalan. Namun, selalu dengan mata tertuju pada cakrawala, pada tujuan yang ingin kita capai: Kerajaan Allah. Mereka yang berjuang untuk keadilan, ilmuwan yang mencari obat dan solusi untuk mempermudah kehidupan manusia, politisi yang jujur dan ingin melayani masyarakat, orang Kristen dan anggota agama-agama lain \u2014 kita semua mencari yang terbaik untuk dunia ini, untuk kemanusiaan.<\/p>\n<p>Kita hanya memiliki satu lentera, yaitu Roh yang memberi energi pada langkah-langkah kita dan menginspirasi kita untuk bekerja bersama semua orang guna menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak Allah, di mana tidak ada yang dikucilkan atau dihukum. Selalu terbuka untuk dialog, selalu penuh harapan, karena, seperti Yesus dan seperti Allah, kita percaya pada kemanusiaan dan bahwa Allah sedang mewujudkan rencana keselamatan-Nya melalui sejarah kita.<\/p>\n<p>Datanglah, Roh Kudus, perbaharuilah muka bumi! Berikanlah kami terang-Mu untuk berjalan, kekuatan-Mu untuk bertekun, dan hikmat-Mu untuk mengasihi. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Dalam tuntunan Roh Kudus. ! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"ymcBnlQtgs\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/peziarahan-menuju-kebenaran\/\">Peziarahan Menuju Kebenaran<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Peziarahan Menuju Kebenaran&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/peziarahan-menuju-kebenaran\/embed\/#?secret=e3wbNIaRsw#?secret=ymcBnlQtgs\" data-secret=\"ymcBnlQtgs\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 13 Mei 2026 Yohanes 16:12-13b (Yoh 16:12-15) \u201dMasih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96781,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96780\/revisions\/96781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}