{"id":96728,"date":"2026-05-12T09:31:59","date_gmt":"2026-05-12T02:31:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96728"},"modified":"2026-05-12T09:31:59","modified_gmt":"2026-05-12T02:31:59","slug":"selasa-12-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96728","title":{"rendered":"Selasa, 12 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 12 Mei 2026<br \/>\nYohanes 16:7 (Yoh 16:5-11)<br \/>\n\u201dNamun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.\u201d<\/p>\n<p>Yesus Pergi Untuk Kembali<\/p>\n<p>Yesus ingin tinggal selamanya bersama kita. Ia tidak ingin hanya tinggal di Israel tempat Ia hidup dan berkarya sebagai manusia.<br \/>\nOleh kebangkitanNya Yesus menjadi Tuhan atas seluruh alam semesta, di segala ruang dan waktu. Ia kini ada di segala waktu dan tempat sampai akhir jaman, tak lagi terbatas di suatu waktu dan tempat tertentu.<br \/>\nItulah maksudnya Yesus pergi kepada Bapa untuk datang kembali dalam Roh KudusNya untuk menemani para rasul dan kita semua, kapanpun dan di manapun.<\/p>\n<p>Betapa agung dan mulia rancangan Allah untuk keselamatan seluruh dunia, seluruh umat manusia, di segala penjuru dunia dan untuk sepanjang masa.<br \/>\nAllah yang begitu tinggi dan jauh telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita, bukan hanya untuk sekelompok orang di tempat tertentu, tapi oleh Roh KudusNya Yesus ada selalu bersama kita. Terlebih lagi, Ia berkenan tinggal di hati kita.<br \/>\nJanji Yesus, \u201ctinggallah di dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu,\u201d menjadi kenyataan sepanjang masa. Yesus tinggal dalam hati kita dan dalam hidup kita, sekarang dan di sini, sampai selamanya.<br \/>\nKita hanya perlu menyadarinya, dengan masuk ke hadirat ilahi dalam doa dan kontemplasi.<\/p>\n<p>Masuklah ke kedalaman hati dalam doa untuk menemukan Yesus yang bersemayam dalam lubuk hati kita.<br \/>\nHati kita telah menjadi bait kediaman Roh Kudus. Ia selalu mengangkat hati kita ke hadirat Allah dalam doa, hingga setiap saat kita dapat menyapa Allah sebagai Bapa dan Yesus Tuhan kita sebagai saudara.<br \/>\nDan bila kita percaya bahwa Yesus ada di hati kita, maka kita percaya juga, Yesus ada di hati sesama orang beriman. Oleh karena itu pandanglah wajah Yesus dalam setiap wajah yang hadir bagi kita, siapapun dia.<br \/>\nYakinlah bila Yesus ada selalu bersama kita, maka semua karyaNya, mujizat dan kasih sayangNya, akan terus ada dalam hidup kita.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus, terangilah kami dengan Roh KudusMu, supaya kami dapat selalu menyadari kehadiranMu di hati kami, di hidup kami. Terimakasih Engkau selalu menemani kami, dan menghadirkan diri melalui Papa dan Mama, suami-istri, anak-anak kami, kakak dan adik, teman sahabat, tetangga, dan semua orang yang kami jumpai. Engkau hadir dalam semua peristiwa hidup kami, membuat hidup kami penuh makna. Semua yang Engkau ijinkan terjadi dalam hidup kami, kami percaya semua adalah demi kebaikan kami, karena hidup kami berada dalam tangan kasihMu. Engkau-lah Tuhan kami yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Yesus menemani kita dalqm Roh KudusNya.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Mei 2026<br \/>\nSelasa Paskah VI<br \/>\nPF S. Pankrasius, Martir<br \/>\nPF S. Nereus dan Akhiles, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 16:7.13<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 16:5-11<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 16:7.13<br \/>\nAku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan,<br \/>\ndan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 16:5-11<br \/>\nJikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku,<br \/>\ndan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku:<br \/>\nKe mana Engkau pergi?<br \/>\nTetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu,<br \/>\nmaka hatimu berdukacita.<br \/>\nNamun benar yang Kukatakan kepadamu:<br \/>\nAdalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.<br \/>\nSebab jikalau Aku tidak pergi,<br \/>\npenghibur itu tidak akan datang kepadamu;<br \/>\nsebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.<\/p>\n<p>Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia<br \/>\nakan dosa, kebenaran dan penghakiman;<br \/>\nakan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;<br \/>\nakan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa<br \/>\ndan kamu tidak melihat Aku lagi;<br \/>\nakan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*********\u2020*&#8221;<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Melepaskan adalah memilih bagian yang lebih baik. Dalam hidup ada saat-saat ketika kita perlu melepaskan orang-orang atau hal-hal yang kita sayangi untuk tujuan yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus mengucapkan perpisahan kepada murid-muridnya setelah bertahun-tahun bersama mereka. Dia menghibur mereka dan berjanji bahwa Ia akan tetap bersama mereka melalui Roh Kudus dan melalui Roh Kudus dunia akan diubah.<\/p>\n<p>Sering kali, untuk melepaskan, kita harus meninggalkan zona nyaman tertentu. Banyak dari kita yang mapan dengan pola yang sudah ada. Melepaskan membuka kemungkinan-kemungkinan bagi pertumbuhan baru. Melepaskan apa yang telah Anda ciptakan atau pelihara membutuhkan keberanian. Apakah Anda bersedia melepaskan pola yang sudah lama Anda jalani, peran, jabatan, seperangkat keyakinan atau harapan, rasa aman atau kepastian, untuk bertumbuh?<\/p>\n<p>Pada level pribadi, kita pun harus mengalami saat-saat melepaskan untuk mengalami pertumbuhan. Salah satu contoh konkret adalah melepaskan kebiasaan-kebiasaan, sikap, atau relasi yang menghalangi hubungan baik kita dengan Tuhan dan orang lain. Saat-saat melepaskan itu mungkin sulit pada awalnya tetapi kita harus percaya dan meminta kekuatan-Nya melalui Roh Kudus agar kita dapat melakukannya. Hanya melalui rahmat Tuhanlah kita dapat mengatasinya.<\/p>\n<p>Adakah hal-hal yang harus saya lepaskan agar saya bertumbuh sebagai murid Kristus yang baik?<\/p>\n<p>Datanglah Roh Kudus, biarlah api kasih-Mu menyala di dalam hatiku. Bantulah aku hanya menginginkan apa yang murni, indah, kudus dan baik dan sesuai dengan kehendak Allah dan berikanlah aku keberanian untuk melepaskan semua yang tidak berkenan di hadapan-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Selamat beraktivitas hari ini dalam berkat Tuhan. ! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"CSayOv2qW8\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/belajar-melepaskan-agar-bertumbuh\/\">Belajar Melepaskan agar Bertumbuh<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Belajar Melepaskan agar Bertumbuh&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/belajar-melepaskan-agar-bertumbuh\/embed\/#?secret=GWPHCWNvwv#?secret=CSayOv2qW8\" data-secret=\"CSayOv2qW8\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 12 Mei 2026 Yohanes 16:7 (Yoh 16:5-11) \u201dNamun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96729,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96728\/revisions\/96729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}