{"id":96590,"date":"2026-05-09T11:03:34","date_gmt":"2026-05-09T04:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96590"},"modified":"2026-05-09T11:03:34","modified_gmt":"2026-05-09T04:03:34","slug":"sabtu-09-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96590","title":{"rendered":"Sabtu, 09 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 09 Mei 2026<br \/>\nYohanes 15:19 15:18-21)<br \/>\n\u201dSekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.\u201d<\/p>\n<p>Kita Berasal Dari Dunia Yang Lain<\/p>\n<p>Yesus telah mengingatkan murid-muridNya dan kita semua bahwa memang kita ada dalam dunia, namun kita bukan dari dunia ini.<br \/>\nKita adalah orang-orang pilihan Allah, yang telah diangkat Allah menjadi putra-putriNya.<br \/>\nSebagai putra putriNya, Allah Bapa kita telah menganugerahkan hidup ilahiNya kepada kita melalui pembaptisan.<br \/>\nRasul Paulus berkata, \u201cKita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.\u201d (Rom 6:4).<\/p>\n<p>Karena kita bukan dari dunia ini, mari tinggalkan prinsip-prinsip dunia yang berlawanan dengan prinsip hidup ilahi.<br \/>\nDunia mengajarkan: mata ganti mata dan bencilah musihmu. Akan tetapi Yesus meminta kita untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita.<br \/>\nJadilah pejuang iman, pejuang kebenaran, sekalipun orang akan mengatakan kita ini sok suci, sok benar, sok baik.<\/p>\n<p>Dalam dunia ada semboyan: Tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Mari terus berjuang untuk menjadi kawan sejati, baik saat suka maupun duka. Bukan karena ada kepentingan pribadi di balik pertemanan ini, tapi karena ingin memberi diri dan peduli.<\/p>\n<p>Apapun kata dunia, ingatlah Yesus telah berkata: \u201dkamu adalah sahabatKu!&#8221; (Yoh 15:14). Sebagai sahabat Yesus kita akan mengalami apa yang dijalani Yesus, yakni jalan salib dan penolakan.<br \/>\nInilah dunia kita, maka jadilah pemenang bersama Yesus. Jangan kalah oleh kefanaan dan kesementaraan dunia.<br \/>\nKita tak pernah berjuang sendirian, Yesus bersama kita. Tetaplah berjuang sebagai \u201corang dari dunia lain\u201d, sebagai \u201calien\u201d yang diutus Tuhan untuk tinggal dan berkarya di dunia ini.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan dalam lindungan kasih Tuhan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Mei 2026<br \/>\nSabtu Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Kol 3:1<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:18-21<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nKol 3:1<br \/>\nKalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus,<br \/>\ncarilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada,<br \/>\nduduk di sebelah kanan Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:18-21<br \/>\nKamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Jikalau dunia membenci kamu,<br \/>\ningatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.<br \/>\nSekiranya kamu dari dunia,<br \/>\ntentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.<br \/>\nTetapi karena kamu bukan dari dunia,<br \/>\nsebab Aku telah memilih kamu dari dunia,<br \/>\nmaka dunia membenci kamu.<\/p>\n<p>Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu:<br \/>\nSeorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.<br \/>\nJikalau mereka telah menganiaya Aku,<br \/>\nmereka juga akan menganiaya kamu;<br \/>\njikalau mereka telah menuruti firman-Ku,<br \/>\nmereka juga akan menuruti perkataanmu.<br \/>\nTetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu<br \/>\nkarena nama-Ku,<br \/>\nsebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Sabda Yesus dalam Injil hari ini mudah dibaca, gampang didengarkan, tetapi tak mudah dilaksanakan. Apa yang Yesus minta dari kita, murid-murid-Nya?<\/p>\n<p>* Yang diminta oleh Yesus kepada para murid-Nya adalah melakukan seperti yang Ia lakukan. Tak kurang dan tak lebih. Apa yang Ia maksudkan sudah jelas dari apa yang Ia katakan: \u201cJikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu&#8230;.. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.\u201d Ciri khas Yesus adalah Misteri Paskah \u2013 salib dan kebangkitan. Semua pengikut-Nya dibaptis dalam misteri yang sama.<\/p>\n<p>* Menjadi murid Yesus berarti selalu siap menghadapi tantangan yang menantikan kita dalam dunia yang sering diwarnai oleh ketidaknyamanan. Yesus sendiri pernah berdoa: \u201c&#8221;Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat itu,&#8221; (Yoh 17: 15). Yesus menghendali kita tetap berada di dunia untuk mengubah dunia bersama dengan-Nya. Kita harus memikul salib bersama-Nya. Hidup bersama dengan Yesus tidak selalu menyenangkan. Kita tidak lari dari kenyataan di dunia, namun merangkul kenyataan di sekeliling kita sambil tetap berpegang pada Yesus. Maka, kita seharusnya tidak berdoa untuk hidup yang mudah. Tetapi, kita berdoa untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan hidup dan memberikan yang terbaik yang Tuhan telah berikan kepada kita.<\/p>\n<p>Ketika Ibu Teresa dari Calcutta ditanya oleh seorang wartawan apakah dia tidak ingin berhenti dari pekerjaannya yang sulit melayani orang-orang yang paling miskin, jawabannya adalah: &#8220;Saya dipanggil bukan untuk sukses tapi untuk tetap setia.&#8221;<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, semoga api kasih-Mu memenuhi hatiku dengan hasrat untuk menyenangkan-Mu dalam segala hal. Semoga tak suatupun dapat melemahkan kasih dan pengabdianku kepada-Mu. Engkaulah segalanya bagiku. Bunda Hati Kudus, bantu aku untuk setia. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Semoga kita tetap bertekun dan setia. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"F7E6xTrbeh\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dipanggil-untuk-setia\/\">Dipanggil untuk Setia<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Dipanggil untuk Setia&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dipanggil-untuk-setia\/embed\/#?secret=PgpcM9zbNj#?secret=F7E6xTrbeh\" data-secret=\"F7E6xTrbeh\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 09 Mei 2026 Yohanes 15:19 15:18-21) \u201dSekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96591,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96590\/revisions\/96591"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}