{"id":96512,"date":"2026-05-07T18:15:32","date_gmt":"2026-05-07T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96512"},"modified":"2026-05-07T18:15:32","modified_gmt":"2026-05-07T11:15:32","slug":"kamis-07-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96512","title":{"rendered":"Kamis, 07 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 07 Mei 2026<br \/>\nYohanes 15:9-11<br \/>\n\u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d<\/p>\n<p>Kepenuhan Sukacita Kita Dalam Yesus<\/p>\n<p>Sebagai manusia biasa kita menyadari begitu mudahnya sukacita dan kebahagiaan kita lepas begitu saja dan tak dapat bertahan lama.<br \/>\nSuasana hati kita sangat tergantung mood. Perubahan cuaca saja bisa menghilangkan sukacita kita. Apalagi ketika kita mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Mengalami penolakan dan merasa tidak dihargai.<br \/>\nSemuanya ini membuat kita kecil hati, sedih, kecewa dan patah semangat.<\/p>\n<p>Di pihak lain, kita akan bersukacita ketika mendapatkan pujian oleh keberhasilan serta pencapaian kita. Kita merasa bahagia karena dihargai dan mendapatkan puja puji.<br \/>\nNamun ketika semuanya itu pergi, hilang juga sukacita kita.<\/p>\n<p>Yesus telah mengalami betapa rapuhnya hati manusia bila tak punya cinta yang dalam, iman yang teguh, harapan yang kokoh.<br \/>\nYesus ingin agar sukacitaNya ada dalam kita dan sukacita kita menjadi penuh. Sukacita ini tak lekang oleh waktu, tak berubah oleh suasana sekitar, dan tertanam kuat dalam hati.<br \/>\nYesus menimba sukacitaNya yang penuh dari Allah Bapa yang sangat mencintaiNya. Yesus menghendaki agar sukacitaNya menjadi milik kita seutuhnya karena cintaNya yang tak pernah berkesudahan.<\/p>\n<p>Kata Paulus, \u201ctidak ada sesuatupun yang akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d (Rom 8:39).<br \/>\nTinggallah selalu dalam kasih Yesus. Peganglah janjiNya dan jangan biarkan apapun atau siapapun mengambil sukacita iman ini dari hidup kita. Apapun yang terjadi, cinta Yesus tak akan pernah berubah.<\/p>\n<p>Selamat hari Kamis. Biarlah hati kita penuh dengan sukacita oleh janji penyertaan Tuhan sepanjang hidup kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 07 Mei 2026<br \/>\nKamis Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:9-11<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:9-11<br \/>\nTinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacitamu menjadi penuh.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, &#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.<\/p>\n<p>Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan undangan untuk tinggal dalam kasih-Nya, sebuah tema yang mendalam dan transformatif. Perikop ini bukan hanya undangan untuk mengalami kasih, tetapi untuk berdiam di dalamnya, membiarkan kasih meresap ke dalam setiap aspek kehidupan kita. Yesus katakan, \u201cSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian pula Aku telah mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasih-Ku.\u201d<\/p>\n<p>Kasih ini, seperti yang dijelaskan oleh Yesus adalah kehadiran yang abadi, yang mencerminkan kasih kekal antara Bapa dan Putra. Dengan mengajak kita untuk tetap berada dalam kasih-Nya, Yesus menawarkan kita tempat dimana kita mendapatkan penyegaran dan pembaruan yang terus-menerus. Di tempat itulah, kita menemukan kebebasan untuk bertumbuh dan memperoleh kedamaian yang berakar kuat dalam kasih ilahi.<\/p>\n<p>Tetap berada dalam kasih Yesus berarti menaati perintah-Nya, yang menjadi jalan menuju sukacita yang lebih dalam. Yesus berkata \u201cJika kamu menaati perintah-Ku, kamu akan tetap berada dalam kasih-Ku.\u201d Perintah-perintah ini merupakan integrasi kasih ke dalam tindakan kita sehari-hari, menyelaraskan hati kita dengan hati-Nya dan mengubah interaksi kita dengan orang lain. Dengan mengikuti jalan-Nya, kita membiarkan kasih-Nya membimbing kita, menciptakan kehidupan yang mencerminkan kasih karunia dan kebenaran-Nya.<\/p>\n<p>Yesus selanjutnya berjanji bahwa cara hidup ini mengarah pada sukacita yang sempurna: \u201cAku telah mengatakan ini kepadamu supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi sempurna.\u201d Ini bukan sukacita biasa tetapi sukacita-Nya\u2014sukacita yang mendalam, menyeluruh, dan kekal. Ini adalah sukacita yang mampu mengatasi tantangan hidup kita dan ketidakpastian dunia.<br \/>\nKetika kita merenungkan perikop ini, Yesus tidak hanya meminta ketaatan kita tetapi Dia menawarkan sebuah hubungan di mana kasih-Nya adalah sumber kekuatan dan sukacita kita. Semoga sukacita kita dapat menjadi benar-benar sempurna, dan hidup kita menjadi bukti kekuatan transformatif ketika kt tetap berada di dalam Dia.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 07 Mei 2026 Yohanes 15:9-11 \u201dSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96512"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96512\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96513,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96512\/revisions\/96513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}