{"id":96505,"date":"2026-05-06T21:30:29","date_gmt":"2026-05-06T14:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96505"},"modified":"2026-05-06T21:30:31","modified_gmt":"2026-05-06T14:30:31","slug":"kamis-07-mei-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96505","title":{"rendered":"Kamis, 07 Mei 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Keluaran 15:1-2\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mari kita memuji Allah, pahlawan yang gagah perkasa. Ia menyelamatkan kita dengan kekuatan-Nya yang jaya. Aleluya.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gereja yang masih muda dihadapkan pada persoalan berat: Apakah agama baru ini mau berpegang teguh pada adat istiadat Yahudi ataukah mau menjadi universal di mana semua orang dapat masuk? Bagaimana para rasul memecahkan persoalan itu, akan kita dengar hari ini. Mereka yang bertobat dari dunia kafir tidak dibebani yang tidak perlu. Barangsiapa mau meng ikuti Yesus, harus melaksanakan tuntutan Tuhan: hidup dalam cinta kasih dan membawa kabar gembira mana saja.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa pembebas umat, kami telah Kaubebaskan dari kejahatan dan Kauselamatkan dari kebinasaan berkat iman kami.. Bantulah kami dengan rahmat-Mu, supaya tetap bertekun dalam iman. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA:&nbsp;<\/strong><strong>Bacaan dari Kisah Para Rasul 15:7-21<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Rasul dan penatua-penatua jemaat di Yerusalem bersidang, membicarakan soal sunat. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung tukar pikiran, berdirilah Petrus dan berkata kepada para rasul serta penatua-penatua, \u201cSaudara-saudara, kamu tahu, bahwa sejak semula Allah telah memilih aku di antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita. Allah sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.\u201d Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceritakan segala tanda dan mukjizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa lain. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus, \u201cSaudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceritakan,bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-banga lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh. Reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan, juga segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya, yang telah diketahui dari sejak semula ini. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka yang dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah. Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2a.2b-3<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala suku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari Tuhan. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.<\/li>\n\n\n\n<li>Katakanlah di antara bangsa-bangsa: Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah, Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 10:27)&nbsp;<em>Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:9-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAllah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Rafael Sudibyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, dalam resi \u2013 renungan singkat dehonian, edisi hari kamis minggu paskah ke V, 7 Mei 2026.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, dalam keramaian dunia, sering kali luka yang paling menyayat bukanlah luka fisik, melainkan luka akibat penolakan. Ada rasa getir yang mendalam saat kehadiran kita dianggap tak berharga, seperti mencecap perjamuan yang hambar atau mendapati dahaga yang tak terobati di tengah padang yang gersang. Tanpa rasa dikasihi, jiwa kita seolah kehilangan kompas; kita menjadi lumpuh untuk mencintai, karena tak mungkin kita memberikan apa yang tidak kita miliki.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Namun, di tengah retakan hati manusia yang merindukan pengakuan, Kristus hadir membawa pemulihan yang begitu puitis namun nyata: \u201cSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.\u201d Ini adalah sebuah undangan untuk pulang ke rumah yang paling aman\u2014yaitu di dalam dekapan kasih Allah yang tidak menuntut, namun mengubah. Kasih ini bukanlah emosi yang dangkal, melainkan arus kuat yang mampu mengubah identitas kita secara mendasar. Kita yang tadinya hidup dalam bayang-bayang keegoisan dan rasa haus akan validasi manusia, kini diangkat menjadi sahabat-Nya yang penuh arti. Transformasi ini mengubah wajah hidup kita: yang semula menuntut untuk dicintai, kini justru memiliki kelimpahan batin untuk mencintai tanpa syarat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keindahan hidup orang percaya terletak pada ketaatan yang lahir dari rasa syukur, sebuah ritme yang menyelaraskan detak jantung kita dengan detak jantung Tuhan. Sebagaimana Yesus tinggal dalam kasih Bapa melalui ketaatan-Nya, kita pun diundang untuk merajut hidup kita di dalam perintah-perintah-Nya. Ketaatan ini bukanlah beban, melainkan jalan setapak menuju sukacita yang meluap. Saat kasih Kristus meresap dan membasuh segala trauma penolakan di masa lalu, kita tidak lagi memiliki alasan untuk menutup diri. Kita dipanggil untuk menjadi cermin bagi kasih-Nya\u2014memantulkan cahaya kehangatan itu kepada orang tua, saudara, dan setiap jiwa yang kita jumpai. Inilah puncak dari perjalanan iman kita: sebuah hidup yang memancarkan kemuliaan Tuhan, di mana sukacita kita bukan lagi sekadar perasaan sementara, melainkan sebuah kepenuhan abadi yang menetap di dalam jiwa.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.&nbsp;Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita,&nbsp;<strong>+ Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kepercayaan, roti anggur persembahan kami ini akan Kauubah menjadi tubuh darah Kristus Putra-Mu terkasih. Demikian pula kami manusia lemah ini Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu sendiri. Kami mohon, semoga kami hidup sesuai dengan kebenaran yang kami imani. Demi Kristus, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014 II Korintus 5:15\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kristus telah wafat untuk semua orang agar mereka yang hidup bukan lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Kristus, yang telah wafat dan bangkit bagi mereka. Aleluya.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, Engkau telah menyegarkan umat dengan sakramen-Mu. Semoga kami dapat beralih dari hidup lama ke hidup yang baru. Demi Kristus, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\">Resi-Kamis 07 Mei 2026 oleh Rm Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang Sumatera Selatang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/05\/06\/kamis-07-mei-2026-hari-biasa-pekan-v-paskah\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/05\/06\/kamis-07-mei-2026-hari-biasa-pekan-v-paskah\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=96505-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_3300\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-96505-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=96505-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Kamis-07-Mei-2026-oleh-Rm-Rafael-Sudibyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-Para-Rasul-Kudus-Tegalsari-Belitang-Sumatera-Selatang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Keluaran 15:1-2\u2063 Mari kita memuji Allah, pahlawan yang gagah perkasa. Ia menyelamatkan kita dengan kekuatan-Nya yang jaya. Aleluya.\u2063 PENGANTAR\u2063: Gereja yang masih muda dihadapkan pada persoalan berat: Apakah agama baru ini&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-96505","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96505"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96507,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96505\/revisions\/96507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}