{"id":96452,"date":"2026-05-06T09:47:10","date_gmt":"2026-05-06T02:47:10","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96452"},"modified":"2026-05-06T09:47:10","modified_gmt":"2026-05-06T02:47:10","slug":"rabu-06-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96452","title":{"rendered":"Rabu. 06 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 06 Mei 2026<br \/>\nYohanes 15:5 (Yoh 15:1-8)<br \/>\n\u201dAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.\u201d<\/p>\n<p>Tinggal Dalam Yesus Dan Terus Berbuah<\/p>\n<p>Betapa indah dan nyata gambaran yang dilukiskan Yesus mengenai kesatuan dan keintiman relasi kita denganNya.<br \/>\nBagaikan pohon anggur, Yesus adalah pokoknya dan kita adalah ranting-ranting yang menerima hidup dari Sang Pokok Anggur.<br \/>\nKita diberi makan dan minum serta semua nutrisi yang perlu agar sebagai ranting kita tumbuh subur dan menghasilkan buah.<br \/>\nDemikianlah Yesus memberikan hidupNya agar kita hidup dan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan.<\/p>\n<p>Mari kita hening sejenak, masuk ke dalam hati kita dan membayangkan diri kita sebagai ranting yang hidup, yang melekat pada Sang Pokok Anggur.<br \/>\nRasakanlah aliran kasih Yesus mengalir ke dalam tubuh kita. Tak pernah berhenti bagaikan aliran darah yang mengalir dari jantung ke seluruh bagian tubuh.<br \/>\nAda rupa-rupa karunia Roh KudusNya dialirkan ke sel-sel tubuh kita, menjadi nutrisi yang melimpah untuk kita dapat menjalankan peran kita, serta mengolah semua karunia itu menjadi buah-buah kebaikan.<\/p>\n<p>Tinggallah selalu dalam Dia, jadikanlah Tubuh dan Darah Kristus serta santqpan SabdaNya menjadi makanan harian kita agar dapat terus menghasilkan buah-buah kebaikan untuk kemuliaan Tuhan. Biarlah buah-buah Roh yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri, nampak nyata dalam kesaksian hidup kita.<br \/>\nBetapa hidup kita menjadi begitu berarti karena kita tinggal di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita, memberi hidup bagi dunia melalui pemberian diri kita.<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Bahagianya tinggal dalam Tuhan. Teruslah berbuah.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Mei 2026<br \/>\nRabu Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:4a.5b<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 15:1-8<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:4a.5b<br \/>\nTinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.<br \/>\nBarangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 15:1-8<br \/>\nBarangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.<br \/>\nSetiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya,<br \/>\ndan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya<br \/>\nsupaya berbuah lebih banyak.<br \/>\nKamu memang sudah bersih<br \/>\nkarena firman yang telah Kukatakan kepadamu.<\/p>\n<p>Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.<br \/>\nSama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,<br \/>\nkalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,<br \/>\ndemikian juga kamu tidak berbuah,<br \/>\njikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.<br \/>\nAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.<br \/>\nBarangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,<br \/>\nia berbuah banyak,<br \/>\nsebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.<br \/>\nBarangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,<br \/>\nia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering,<br \/>\nkemudian dikumpulkan orang<br \/>\ndan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.<\/p>\n<p>Jikalau kamu tinggal di dalam Aku<br \/>\ndan firman-Ku tinggal di dalam kamu,<br \/>\nmintalah apa saja yang kamu kehendaki,<br \/>\ndan kamu akan menerimanya.<br \/>\nDalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan,<br \/>\nyaitu jika kamu berbuah banyak,<br \/>\ndan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Dalam Injil Yohanes Bab 15, Yesus menekankan sebuah kata yang penting: \u201ctinggallah.\u201d Hari ini, penulis Injil menyoroti salah satu makna yang ia berikan kepada kata kerja ini: TINGGAL atau bersatu dengan Yesus seperti ranting-ranting pada pokok anggur.<\/p>\n<p>TINGGAL DI DALAM Yesus berarti persekutuan yang mendalam antara Dia dan orang yang percaya kepada-Nya. Sama seperti ranting menerima kehidupan dari dan melalui pokok anggur, demikian juga kita menerima kehidupan kita di dalam dan melalui Yesus. Ranting-ranting yang bersatu mengekspresikan vitalitas pokok anggur karena ranting-ranting tersebut memiliki darah Kristus &#8211; kehidupan Kristus. Kehidupan Yesuslah yang menciptakan persekutuan, persatuan hati, bukan hanya kebersamaan; persekutuan perasaan, bukan hanya kata-kata.<\/p>\n<p>Ketika kita tinggal di dalam Yesus, kita mengijinkan hidup-Nya mengalir melalui pembuluh darah kita. Kita menjadi saluran rahmat, cinta, dan belas kasihan-Nya kepada dunia. Dengan tinggal di dalam Yesus, kita tidak hanya dipenuhi dengan hadirat-Nya, tetapi kita juga menjadi tempat kediaman-Nya. Kita menjadi alat perdamaian, belas kasihan, dan keadilan-Nya.<\/p>\n<p>Yesus juga bersabda, \u201csetiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.\u201d Ranting anggur harus secara rutin dipangkas agar menghasilkan buah yang banyak. Ketika kita mengizinkan Firman Tuhan memangkas dan memurnikan hidup kita, kita belajar untuk menghargai dan menghormati orang lain serta menerima satu sama lain dengan belas kasihan dan pengertian. Kemudian kita dapat berkata seperti Santo Paulus: \u201cAku hidup, namun bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku\u201d.<\/p>\n<p>Apakah saya memiliki hubungan yang mendalam dengan Yesus yang memungkinkan saya untuk menunjukkan kasih kepada orang lain? Apakah saya terus berusaha untuk bersatu dengan-Nya?<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, pokok anggur tempat kami hidup, tinggallah selalu bersama kami, jagalah kami agar tetap bersatu dengan-Mu dan satu dengan yang lain. Semoga kami menghasilkan buah-buah keadilan dan cinta kasih. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini, bersama Yesus menghasilkan buah. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"dSh9ZqS8PB\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tinggal-di-dalam-yesus\/\">Tinggal di Dalam Yesus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Tinggal di Dalam Yesus&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tinggal-di-dalam-yesus\/embed\/#?secret=1715ywmegP#?secret=dSh9ZqS8PB\" data-secret=\"dSh9ZqS8PB\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 06 Mei 2026 Yohanes 15:5 (Yoh 15:1-8) \u201dAkulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96452"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96452\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96453,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96452\/revisions\/96453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}