{"id":96414,"date":"2026-05-05T19:23:19","date_gmt":"2026-05-05T12:23:19","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96414"},"modified":"2026-05-05T19:23:21","modified_gmt":"2026-05-05T12:23:21","slug":"rabu-06-mei-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96414","title":{"rendered":"Rabu, 06 Mei 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 70:8.23\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga mulutku bernyanyi dan memuji Engkau, dan bibirku bersorak bermadah kepada-Mu. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Daya hidup Gereja harus datang dari Tuhan dan hubungan kita dengan Dia. \u201cSebab lepas daripada-Ku, kamu tak mampu berbuat sesuatu,\u201d kata Yesus. Benarkah kita bersatu dengan Tu han? Apakah iman kita hanya menyentuh yang lahiriah dan adat kebiasaan saja? Ataukah didukung persatuan hidup dengan Yesus?\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:&nbsp;\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa pemulih dan pemurni hidup, Engkau telah melepaskan kami dari kegelapan. Arahkanlah hati kami kepada-Mu, agar kami selalu tinggal dalam terang kebenaran-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 15:1-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cPaulus dan Barnabas pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah-tengah jemaat.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ, \u201cJikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.\u201d Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceritakan pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul serta penatua-penatua, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata, \u201cOrang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.\u201d Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;\u2018Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, \u201cMari kita pergi ke rumah Tuhan.\u201d Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.<\/li>\n\n\n\n<li>Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Yoh 15:4)&nbsp;<em>Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:1-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBarangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cAkulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalu Hati<\/em>&nbsp;maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 06 Mei 2026, Hari hari biasa pekan ke 5 Paskah. Tema Resi kita kali ini adalah<strong>:&nbsp;<\/strong><strong>\u201cTinggal dalam Kasih, Berbuah dalam Hidup\u201d&nbsp;<\/strong>Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini.&nbsp;Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Para Sahabat, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus.&nbsp;<\/strong>Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar dan kita sebagai ranting-ranting-Nya. Tuhan menegaskan bahwa ranting tidak dapat berbuah jika tidak tinggal pada pokoknya. Demikian juga kita, tidak dapat menghasilkan apa-apa jika tidak tinggal di dalam Dia. Bapa adalah pengusahanya yang membersihkan ranting supaya berbuah lebih banyak. Hari ini Tuhan Yesus mengundang kita untuk tinggal dalam Dia, karena hanya dengan demikian hidup kita menjadi subur dan bermakna. Lalu apa yang bisa kita pelajai dari perikop Injil hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja:<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tinggal dalam Tuhan adalah sumber kehidupan sejati<\/strong>: Sering kali kita sibuk dengan banyak hal, tetapi lupa untuk sungguh \u201ctinggal\u201d dalam Tuhan, melalui doa, keheningan, dan relasi pribadi dengan-Nya. Padahal di situlah sumber kekuatan kita. Pertanyaan refleksinya adalah: \u201cApakah saya sungguh menyediakan waktu untuk tinggal bersama Tuhan, atau hanya datang kepada-Nya saat butuh saja?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dibersihkan agar berbuah lebih banyak<\/strong>: Pemangkasan memang tidak nyaman. Dalam hidup, itu bisa berupa teguran, kegagalan, atau proses yang menyakitkan. Namun semua itu bisa menjadi cara Tuhan membentuk kita agar lebih murni dan berbuah. \u201cBagaimana saya memaknai pengalaman sulit dalam hidup, sebagai hukuman atau sebagai proses pemurnian dari Tuhan?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berbuah sebagai tanda hidup dalam kasih<\/strong>: Tuhan Yesus tidak hanya mengajak kita untuk dekat dengan-Nya, tetapi juga untuk menghasilkan buah: kasih, kesabaran, pengampunan, dan pelayanan. Hidup yang tinggal dalam Tuhan pasti memancar keluar.&nbsp;<em>Pertanyaannya adalah: \u201c<\/em>Buah apa yang sudah nyata dalam hidupku bagi orang lain?\u201d<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah para sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Panggilan kita sebagai murid Kristus adalah tinggal dalam Hati-Nya, agar hidup kita sungguh menjadi persembahan yang berbuah bagi banyak orang. Bukan soal seberapa hebat kita, tetapi seberapa dalam kita melekat pada-Nya.&nbsp;<strong>Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita setia tinggal dalam kasih-Nya dan menghasilkan buah yang menghidupkan bagi sesama.&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber sukacita, Engkau membahagiakan kami dengan misteri Paskah Putra-Mu.&nbsp; Kami mohon, semoga karya penebusan menjadi pokok sukacita abadi bagi kami. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan telah bangkit dan menerangi kita yang ditebus dengan darah-Nya. Aleluya.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup abadi, dalam misteri Paskah Putra-Mu maut diubah menjadi sumber hidup. Semoga karena pertukaran suci ini kami Kaubantu dalam kehidupan sekarang dan Kauantar memasuki sukacita kekal. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 06 Mei 2026 oleh Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/05\/05\/rabu-06-mei-2026-hari-biasa-pekan-v-paskah\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/05\/05\/rabu-06-mei-2026-hari-biasa-pekan-v-paskah\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=96414-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_781\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-96414-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=96414-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-06-Mei-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 70:8.23\u2063 Semoga mulutku bernyanyi dan memuji Engkau, dan bibirku bersorak bermadah kepada-Mu. Aleluya.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063:&nbsp; Daya hidup Gereja harus datang dari Tuhan dan hubungan kita dengan Dia. \u201cSebab lepas daripada-Ku, kamu&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-96414","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96414"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96417,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96414\/revisions\/96417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}