{"id":96408,"date":"2026-05-05T17:48:51","date_gmt":"2026-05-05T10:48:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96408"},"modified":"2026-05-05T17:48:51","modified_gmt":"2026-05-05T10:48:51","slug":"selasa-05-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96408","title":{"rendered":"Selasa, 05 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 05 Mei 2026<br \/>\nYohanes 14:27 (Yoh 14:27-31)<br \/>\n\u201dDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d<\/p>\n<p>Damai Sejahtera Dalam Yesus<\/p>\n<p>Di waktu kecil, kita begitu gelisah dan ketakutan saat merasa sendirian. Kehadiran Papa dan Mama, membuat hati kita tenang dan damai karena kehadiran dan cinta mereka menjadi jaminan bahwa kita tak perlu takut dan cemas. Ada Mama dan Papa di samping.<br \/>\nSeiring berjalannya waktu, kita tidak bisa berharap bahwa mereka selalu ada. Berbagai persoalan hidup, menuntut kita mandiri. Kecemasan dan ketakutan bukan hanya bahwa kita sendirian, tapi ternyata ada begitu banyak penyebab lainnya.<br \/>\nAntara lain karena kita dihantui oleh rasa bersalah dan dosa yang kita perbuat. Tak ada jaminan bahwa kita diampuni dan dicintai. Sementara di hati kita sulit sekali mengampuni dan berdamai dengan orang yang telah melukai hati kita. Semua luka batin itu begitu membekas di hati, ditambah berbagai persoalan dan beban hidup yang tak mampu kita atasi. Ada saja alasan untuk gelisah, cemas dan takut.<\/p>\n<p>Apapun yang ditawarkan dunia, tak ada yang membuat damai di hati terus bertahan.<br \/>\nYesus tahu apa yang paling kita butuhkan dan harapkan, karena Ia telah menjadi sama dengan kita manusia.<br \/>\nPaskah Kristus telah menghancurkan ketakutan kita yang paling utama yakni kematian. Apalagi kematian akibat dosa. Yesus hadir untuk mengampuni dan mencintai kita seutuhnya.<br \/>\nKarena itu damai yang sejati hanya dapat kita temukan dalam Yesus. Dan memang untuk itulah Yesus bangkit: agar damai sejahteraNya tinggal dalam kita.<br \/>\nYesus telah bersabda, \u201cIni Aku, jangan takut! Tinggallah dalam Aku dan Aku dalam kamu. Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepadaKu. Damai sejahtera kutinggalkan bagimu.\u201d<br \/>\nTak ada satu kekuatan appun di dunia ini yang mampu mengambil damai dan sukcita kita dalam Yesus.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Syalom, damailah selalu di hati.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 05 Mei 2026<br \/>\nSelasa Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 24:46.26<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 14:27-31a<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 24:46.26<br \/>\nMesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 14:27-31a<br \/>\nDamai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.<br \/>\nDamai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,<br \/>\ndan apa yang Kuberikan<br \/>\ntidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.<br \/>\nJanganlah gelisah dan gentar hatimu!<br \/>\nKamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:<br \/>\nAku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.<br \/>\nSekiranya kamu mengasihi Aku,<br \/>\nkamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,<br \/>\nsebab Bapa lebih besar dari pada Aku.<br \/>\nSekarang juga Aku mengatakannya kepadamu<br \/>\nsebelum hal itu terjadi,<br \/>\nsupaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.<br \/>\nTidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,<br \/>\nsebab penguasa dunia ini datang,<br \/>\nnamun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.<br \/>\nTetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,<br \/>\ndan bahwa Aku melakukan segala sesuatu<br \/>\nseperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menjanjikan karunia damai sejahtera kepada para pengikut-Nya. Ia segera membandingkan damai sejahtera yang Ia berikan dengan damai sejahtera yang diberikan dunia.<br \/>\nPada masa Yesus hidup dan pada masa Injil Yohanes ditulis di seluruh kekaiseran Romawi, orang mengelu-elukan Pax Romana (damai sejahtera Romawi). Damai sejahtera yang dibawa Roma ini adalah buah dari penaklukan dan penindasan. Damai sejahtera yang diberikan dunia pada masa itu bukanlah damai sejahtera yang diberikan Yesus.<\/p>\n<p>Damai sejahtera Tuhan bukanlah buah dari penaklukan dan penindasan, tetapi seperti apa yang dikatakan Santo Paulus sebagai buah Roh. Itu adalah damai sejahtera yang datang kepada mereka yang hidupnya dipimpin oleh Roh dan dibentuk oleh Roh. Buah utama Roh adalah kasih. Kasih dan damai sejahtera adalah dimensi dari buah Roh. Ketika kita mengasihi dengan kasih Tuhan, maka kita akan mengenal damai sejahtera-Nya dan kita akan menjadi saluran damai sejahtera bagi orang lain.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 05 Mei 2026 Yohanes 14:27 (Yoh 14:27-31) \u201dDamai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.\u201d&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96408"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96409,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96408\/revisions\/96409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}