{"id":96294,"date":"2026-05-03T09:30:29","date_gmt":"2026-05-03T02:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96294"},"modified":"2026-05-03T09:30:29","modified_gmt":"2026-05-03T02:30:29","slug":"minggu-03-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96294","title":{"rendered":"Minggu, 03 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 03 Mei 2026<br \/>\nHari Minggu Paskah V<br \/>\nYoh 14:8-9 (Yoh 14:1-12)<br \/>\nKata Filipus kepada-Nya: &#8220;Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.&#8221;<\/p>\n<p>Allah Bapa Dalam Yesus, Yesus Dalam Kita<\/p>\n<p>Pertanyaan Filipus kepada Yesus mewakili kita semua yang ingin melihat Allah yang Maha Mulia, Maha Agung dan Maha Kuasa. Allah yang dikisahkan turun temurun melalui Perjanjian Lama. Ternyata jawaban atas kerinduan hati kita ada pada Yesus!<br \/>\nKata Yesus, \u201cBarangsiapa telah melihat Aku, Ia telah melihat Bapa!&#8221;<br \/>\nDalam Perjanjian Lama, Allah digambarkan begitu jauh, ada di tempat yang mahatinggi. Allah begitu menakutkan dan membuat bumi dan seluruh isinya bergetar. Namun dalam Yesus, Allah hadir sebagai Tuhan yang mahatinggi dan serentak sebagai Saudara. Di satu pihak Ia begitu agung dan mulia, di pihak lain Ia sangat manusiawi dan penuh kasih sayang.<\/p>\n<p>Dalam Yesus kita mengenal Allah yang mau makan semeja dalam perjamuan, bersusah derita di jalan salib demi menebus kita.<br \/>\nDalam perumpamaan tentang anak yang hilang, Yesus menunjukkan kepada kita Allah sebagai Bapa yang sangat baik hti, yang selalu mengampuni anak-anakNya yang telah melukai hatiNya.<br \/>\nBetapa hati kita penuh syukur dan sukacita, Allah yang Mahabesar dan Maharahim mau tinggal di hati kita dalam Yesus PutraNya dan menjadikan diri kita Bait kediaman Roh KudusNya.<br \/>\nBiarlah damai sejahtera dan sukacita surgawi melimpah dalam hidup dan karya kita, oleh persatuan mesra kita dengan Allah Tritunggal Mahakudus.<\/p>\n<p>\u201dTerimakasih ya Yesus, Engkau telah menunjukkan wajah Bapa surgawi kepada kami melalui hadirMu di tengah kami. Engkaulah jalan-kebenaran-dan hidup kami. Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Engkaulah Raja dan Sahabat kami sepanjang masa. PadaMu kami menyembah, dalam tanganMu kami berserah. Tuntunlah kami menuju rumah Bapa di surga. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Diberkatilah kita semua dalam nama Yesus.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Mei 2026<br \/>\nMinggu Paskah V<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan I: Kis 6:1-7<br \/>\nMazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.18-19<br \/>\nBacaan II: 1Ptr 2:4-9<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:6<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 14:1-12<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:6<br \/>\nAkulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan.<br \/>\nTidak seorang pun dapat datang kepada Bapa<br \/>\nkalau tidak melalui Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 14:1-12<br \/>\nAkulah jalan, kebenaran dan hidup.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Janganlah gelisah hatimu;<br \/>\npercayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.<br \/>\nDi rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.<br \/>\nJika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.<br \/>\nSebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu.<br \/>\nDan apabila Aku telah pergi ke sana<br \/>\ndan telah menyediakan tempat bagimu,<br \/>\nAku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,<br \/>\nsupaya di tempat Aku berada, kamu pun berada.<br \/>\nDan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.&#8221;<br \/>\nKata Tomas kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;<br \/>\njadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Akulah jalan, kebenaran dan hidup.<br \/>\nTidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,<br \/>\nkalau tidak melalui Aku.<br \/>\nSekiranya kamu mengenal Aku,<br \/>\npasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.<br \/>\nSekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.&#8221;<br \/>\nKata Filipus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,<br \/>\ndan itu sudah cukup bagi kami.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus,<br \/>\nnamun engkau tidak mengenal Aku?<br \/>\nBarangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;<br \/>\nbagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami.<br \/>\nTidak percayakah engkau<br \/>\nbahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?<br \/>\nApa yang Aku katakan kepadamu,<br \/>\ntidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,<br \/>\ntetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,<br \/>\nDialah yang melakukan pekerjaan-Nya.<br \/>\nPercayalah kepada-Ku<br \/>\nbahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;<br \/>\natau setidak-tidaknya<br \/>\npercayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,<br \/>\nia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,<br \/>\nbahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.<br \/>\nSebab Aku pergi kepada Bapa.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Bacaan I Hari Minggu Paskah V hari ini, Kisah Para Rasul 6, menggambarkan bagaimana perbedaan dan perselisihan diselesaikan pada masa-masa awal gereja. Kaum Helenis (orang-orang yang baru bertobat dan berbahasa Yunani) mengeluh bahwa para janda di kalangan mereka tidak mendapatkan bagian yang adil dari pelayanan sosial gereja. Solusi yang diberikan para rasul terhadap masalah ini menunjukkan bahwa perubahan dalam praktik tidak hanya mungkin, tetapi juga diperlukan demi kesehatan gereja.<\/p>\n<p>Solusi tersebut menunjukkan dua dimensi penting dalam kehidupan gereja: doa dan pelayanan; serta bahwa dalam menjalani panggilan Kristiani, kita memerlukan keseimbangan antara keduanya. Setiap dari kita dipanggil secara pribadi untuk berdoa, untuk beribadah, kepada Allah; dan kita juga dipanggil untuk melayani. Apa pun yang kita lakukan dalam hidup, pekerjaan kita memengaruhi orang lain atas cara tertentu. Kita harus melayani sesama; bahkan melalui hal paling sederhana dalam penghargaan kita kepada sesama, tidak ada yang dianggap remeh. Doa dan pemberitaan firman merupakan hal yang paling penting bagi para rasul; namun pelayanan kepada janda-janda dan orang-orang miskin di komunitas juga sangat vital, karena itu mereka menunjuk tujuh orang yang dipercaya untuk mengurusnya, dan mengukuhkan mereka melalui upacara yang penuh makna.<\/p>\n<p>Akibatnya, jumlah murid di Yerusalem bertambah. Kita mungkin bertanya-tanya bagaimana pertumbuhan semacam ini dalam Gereja dapat dihidupkan kembali di zaman kita. Apakah firman Tuhan masih tersebar atau jumlah murid bertambah? Dalam surat St. Petrus, Gereja digambarkan sebagai rumah rohani, dengan kita sebagai batu hidup yang membentuk rumah Allah yang hidup. Setiap kali kita mengucapkan Doa Bapa Kami, kita berkata, \u201cDatanglah Kerajaan-Mu.\u201d Hal ini menyiratkan bahwa kita harus mengambil tanggung jawab untuk menyebarkan firman dan melakukan sesuatu untuk membangun Gereja. Kita dapat bekerja untuk Kerajaan Allah melalui perilaku dan sikap kita sehari-hari.<\/p>\n<p>Batu penjuru Gereja adalah Kristus sendiri, dan Ia memberikan kita penghiburan bahkan hingga hari ini. Jika Ia pergi, itu untuk mempersiapkan tempat bagi kita di rumah Bapa-Nya, yang memiliki banyak tempat. Jadi, ada tempat bagi kita semua dalam Kerajaan-Nya. Setiap orang memiliki karunia dan anugerah, setiap orang seharusnya memiliki peran dalam kehidupan Gereja, sebagaimana dicontohkan oleh para rasul dalam bacaan pertama.<\/p>\n<p>Banyak orang saat ini menganggap iman tidak relevan karena pemahaman mereka tentang Allah keliru atau terdistorsi. Untuk gambaran yang autentik tentang bagaimana Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus yang berkata, \u201cAku ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Aku.\u201d Dalam Diri-Nya Ia menunjukkan bagaimana Bapa yang tak terlihat itu: peduli pada semua, tertarik pada semua, menghormati semua orang, dan memanggil para pendosa kembali ke rumah. Allah yang ramah inilah yang disembah oleh Gereja kita, dan kita memperbarui kepercayaan kita kepada-Nya. Dapatkah kita juga menjadi gambaran yang terlihat dari Allah yang sama?<\/p>\n<p>Ya Tuhan, bantulah kami menjadi batu-batu yang hidup untuk membangun Gereja-Mu. Jadikan kami tanda dan sarana kehadiran-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Jadilah tanda dan sarana kehadiran Bapa yang Mahabaik. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"lvjEiepqRM\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/batu-batu-yang-hidup\/\">Batu-Batu Yang Hidup<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Batu-Batu Yang Hidup&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/batu-batu-yang-hidup\/embed\/#?secret=3QCBeoVqB1#?secret=lvjEiepqRM\" data-secret=\"lvjEiepqRM\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 03 Mei 2026 Hari Minggu Paskah V Yoh 14:8-9 (Yoh 14:1-12) Kata Filipus kepada-Nya: &#8220;Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Telah sekian lama&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96294","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96294","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96294"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96294\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96295,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96294\/revisions\/96295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96294"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96294"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96294"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}