{"id":96236,"date":"2026-05-02T18:44:36","date_gmt":"2026-05-02T11:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96236"},"modified":"2026-05-02T18:44:36","modified_gmt":"2026-05-02T11:44:36","slug":"sabtu-02-mei-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96236","title":{"rendered":"Sabtu, 02 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 02 Mei 2026<br \/>\nPeringatan St Atanasius<br \/>\nYohanes 14:13-14 (Yoh 14:7-14)<br \/>\n\u201dApa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.&#8221;<\/p>\n<p>Apa Yang Sebaiknya Kita Minta Dalam Doa?<\/p>\n<p>Berdoa dalam nama Yesus berarti menyelaraskan semua kehendak dan kerinduan hati kita dengan kehendak Yesus dan tentu saja kehendak Allah.<br \/>\n\u201dJadilah kehendakMu\u201d itulah inti doa kita, sebagaimana yang diajarkan Yesus dalam doa Bapa Kami.<br \/>\nDi taman Getsemani, Yesus memohon, &#8220;Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.&#8221; (Mat 26:39).<\/p>\n<p>Allah Bapa kita yang paling tahu apa yang terbaik bagi kita, sebagaimana yang Ia kehendaki ketika kita diciptakan.<br \/>\nMaka apabila ada doa kita yang tidak terkabul, itu bukan karena Allah tidak mencintai kita, tapi agar kita lebih percaya dan lebih berserah pada apa yang terbaik yang Ia rancang untuk kehidupan kita.<\/p>\n<p>Sesungguhnya Allah Bapa di surga memberikan kepada kita jauh melebihi dari yang kita minta.<br \/>\nSeperti Yesus telah bersabda, \u201cBapanu yang di surga akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.&#8221; (Luk 11:13).<br \/>\nJadi anugerah yang sesungguhnya dari doa kita adalah Roh Kudus Allah sendiri. Roh Kudus yang ikut bekerja dalam hati dan budi kita, dalam seluruh hidup dan karya kita. Olehnya kita selalu punya alasan untuk bersyukur atas kasih karunia Allah yang tak henti Ia anugerahkan bagi kita. Teristimewa karena kita selalu dipersatukan dengan Allah melalui doa-doa kita.<\/p>\n<p>Ingatlah, ketika Yesus berjanji, \u201cJika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya,\u201d sesungguhnya apa yang dilakukan Yesus adalah menyatukan kasih Allah dengan hidup kita untuk menjawab apa yang menjadi kerinduan kita yang paling dalam yakni bersatu selalu dengan Allah Bapa dan menikmati kasihNya selamanya.<br \/>\nMintalah apa saja yang terbaik dari Allah bagi kita.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Kasih setia Allah melingkupi kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Mei 2026<br \/>\nSabtu Paskah IV<br \/>\nPW S. Atanasius, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:31b-32<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 14:7-14<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:31b-32<br \/>\nJikalau kamu tetap dalam firman-Ku,<br \/>\nkamu benar-benar murid-Ku,<br \/>\ndan kamu akan mengetahui kebenaran, sabda Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 14:7-14<br \/>\nBarangsiapa melihat Aku, melihat Bapa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Sekiranya kamu mengenal Aku,<br \/>\npasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.<br \/>\nSekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.&#8221;<br \/>\nKata Filipus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,<br \/>\ndan itu sudah cukup bagi kami.&#8221;<\/p>\n<p>Kata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus,<br \/>\nnamun engkau tidak mengenal Aku?<br \/>\nBarangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;<br \/>\nbagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.<br \/>\nTidak percayakah engkau,<br \/>\nbahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?<br \/>\nApa yang Aku katakan kepadamu,<br \/>\ntidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,<br \/>\ntetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,<br \/>\nDialah yang melakukan pekerjaan-Nya.<br \/>\nPercayalah kepada-Ku,<br \/>\nbahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;<br \/>\natau setidak-tidaknya,<br \/>\npercayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu;<br \/>\nSesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,<br \/>\nia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,<br \/>\nbahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.<br \/>\nSebab Aku pergi kepada Bapa;<br \/>\ndan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku,<br \/>\nAku akan melakukannya,<br \/>\nsupaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.<br \/>\nJika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,<br \/>\nAku akan melakukannya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini Yesus berkata, \u201cJika kamu mengenal Aku, kamu juga akan mengenal Bapa-Ku; dan sekarang kamu mengenal Dia dan telah melihat Dia.\u201d Filipus, yang tentu saja bingung, menjawab, \u201cTuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami.\u201d Yesus dengan lembut menegurnya: \u201cSiapa yang telah melihat Aku, telah melihat Bapa.\u201d Di sini Yesus menegaskan kesatuan yang tak terpisahkan antara Diri-Nya dan Bapa. Mengenal Dia berarti mengenal Allah. Mengenal berarti bukan hanya mengetahui tentang Dia, tetapi mengalami karakter, kasih, dan kuasa-Nya.<br \/>\nDan hal ini menjadi dasar bagi doa-doa kita.<\/p>\n<p>Kita sering menganggap doa sebagai alat untuk mengubah keadaan kita. Tetapi dalam bagian ini, Yesus mendefinisikan kembali doa sebagai ekspresi yg lahir dari kepercayaan, ditopang oleh iman, dan dipandu oleh bimbingan ilahi. Ketika Yesus berkata, \u201cApa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, itu akan Kuberikan,\u201d Dia mengajak kita untuk berdoa dengan mengingat hati-Nya, misi-Nya, dan kemuliaan-Nya.<br \/>\nBerdoa dalam nama Yesus berarti berdoa dengan kesadaran akan siapa Dia sbg perwujudan kehendak Bapa, kepenuhan kasih, dan belas kasihan Bapa. Karena itu Yesus meminta kita untuk percaya dengan sepenuh hati, dan untuk berharap dengan setia.<\/p>\n<p>Doa bukanlah tentang membuat Tuhan melakukan kehendak kita; tetapi tentang membuat kita menjadi begitu dekat dengan-Nya sehingga kehendak-Nya menjadi kehendak kita.<br \/>\nKarena itu, kita berdoa bukan seperti pengemis, melainkan seperti orang yang dikasihi. Berdoa bukan karena takut, melainkan karena iman. Dan berdoa bukan hanya agar kita didengar, melainkan agar kita diubah oleh Dia.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 02 Mei 2026 Peringatan St Atanasius Yohanes 14:13-14 (Yoh 14:7-14) \u201dApa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96237,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96236\/revisions\/96237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}