{"id":96155,"date":"2026-05-01T09:37:45","date_gmt":"2026-05-01T02:37:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96155"},"modified":"2026-05-01T09:37:45","modified_gmt":"2026-05-01T02:37:45","slug":"jumat-01-mei-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96155","title":{"rendered":"Jumat, 01 Mei 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 01 Mei 2026<br \/>\nPeringatan St Yosep Pekerja<br \/>\nYohanes 14:1-2 (Yoh 14:1-6)<br \/>\n\u201dJanganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.\u201d<\/p>\n<p>Janji Yesus Untuk Menyediakan Tempat Bagi Kita Di Rumah Bapa<\/p>\n<p>Apa yang akan terjadi sesudah kematian adalah misteri yang paling menggelisahkan kita.<br \/>\nKe mana kita akan pergi sesudah kematian datang menjemput?<br \/>\nYesus membuka tabir misteri itu saat Ia sendiri memasuki kematian. Dalam perjamuan malam terakhir Yesus meneguhkan hati murid-muridNya, \u201cJanganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.\u201d<br \/>\nYesus telah mendahului kita untuk menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa di Surga. Inilah rumah kita yang sejati. Rumah kediaman kita di bumi ini suatu saat kelak akan dibongkar dan diganti dengan rumah kediaman abadi di surga (2 Kor 5:1).<\/p>\n<p>Yesus mengerti kegelisahan kita yang paling dalam. Karena itu Ia meminta kita untuk percaya kepadaNya dan tinggal bersamaNya semasa kita hidup di dunia ini.<br \/>\nIa adalah jalan-kebenaran-hidup kita, bersamaNya kita tak perlu gelisah dan takut. Tinggal bersamaNya selamanya itulah kerinduan hati kita.<\/p>\n<p>Ingatlah janji Tuhan ini bagi kita: \u201cAku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.\u201d (Yer 29:11).<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus yang amat baik, tuntunlah kami menuju Rumah Bapa di surga. Kami rindu untuk selalu bersamaMu di dunia ini maupun kelak di surga. Amin.\u201d<br \/>\n\u201dSantu Yosep, doakanlah kami.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat pertama di bulan Mei. Teruslah berkarya, Yesus selalu berjalan bersama kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Mei 2026<br \/>\nJumat Paskah IV<br \/>\nPF S. Yusuf, Pekerja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:6<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 14:1-6<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:6<br \/>\nAkulah jalan, kebenaran dan hidup.<br \/>\nTidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,<br \/>\nkalau tidak melalui Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 14:1-6<br \/>\nAkulah jalan, kebenaran dan hidup.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam amanat perpisahan-Nya<br \/>\nYesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Janganlah gelisah hatimu;<br \/>\npercayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.<br \/>\nDi rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.<br \/>\nJika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.<br \/>\nSebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.<br \/>\nAku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,<br \/>\nsupaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.<br \/>\nDan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.&#8221;<br \/>\nKata Tomas kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;<br \/>\njadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Akulah jalan, kebenaran dan hidup.<br \/>\nTidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,<br \/>\nkalau tidak melalui Aku.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menasihati para rasul-Nya agar percaya kepada-Nya. Yesus tahu betapa sulitnya mempercayai apa yang Dia katakan kepada mereka. Namun pada saat itu, Yesus berharap bahwa perkataan dan mukjizat-Nya telah membuka hati dan pikiran mereka sehingga rahmat iman dapat masuk. Dan Dia memberikan jaminan akan sebuah rumah, rumah yang sejati, jauh dari rumah sementara mereka. Bapa telah mempersiapkan tempat bagi mereka, bagi kita. Bahkan, meskipun Ia akan pergi, Ia akan kembali untuk secara pribadi membawa kita bersama-Nya. Inilah kata-kata penghiburan dari Yesus.<\/p>\n<p>Ketika kita bepergian, tempat tinggal adalah suatu keharusan. Setelah hari berlalu, tempat untuk pulang ke \u201crumah\u201d memberikan kedamaian dan kenyamanan. Di bumi ini, selalu ada tempat yang kita sebut rumah. Di situlah kita merasa aman, damai, bahagia, dan beristirahat. Di situlah kita berakar. Namun, bumi bukanlah tempat itu untuk selamanya. Bumi hanyalah rumah sementara kita dalam perjalanan menuju rumah sejati kita. Rumah sejati kita adalah bersama Allah di surga.<\/p>\n<p>Sabda Yesus dalam Injil hari ini dimaksudkan untuk mendorong para murid mencari Kerajaan Allah agar dapat bersama Bapa. Yesus, ketika Ia naik ke surga setelah menyelesaikan misi-Nya, penuh sukacita karena Ia pulang ke rumah Bapa-Nya. Ia mengingatkan kita akan pengalaman dan tujuan yang sama. Ketika waktunya tiba, kita pun akan meninggalkan bumi ini, rumah sementara kita. Semoga perjalanan kita mengarahkan kita menuju rumah kita yang sejati. Ketika kita memiliki Tuhan Yesus, yang adalah Jalan, kita pasti sedang dalam perjalanan pulang. Kita diciptakan untuk berada bersama Bapa. Yesus berkata bahwa hati kita tidak akan tenang sampai beristirahat di dalam-Nya. Mari kita lakukan bagian kita. Dekatlah dengan Yesus. Atau lebih baik lagi, selalu berada di dalam Yesus. Semoga perjalanan kita pulang kepada Bapa penuh sukacita!<\/p>\n<p>&#8220;Engkau telah menciptakan kami bagi diri-Mu, ya Tuhan, dan hati kami tidak akan tenang sebelum beristirahat di dalam Engkau. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di bulan yang baru. Selamat memasuki bulan Maria. Bertekun dan berkanjang dalam peziarahan menuju rumah yang sejati. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"WVj6IEDHOn\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/jangan-gelisah-hatimu\/\">Jangan Gelisah Hatimu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Jangan Gelisah Hatimu&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/jangan-gelisah-hatimu\/embed\/#?secret=gpDyxPdjOY#?secret=WVj6IEDHOn\" data-secret=\"WVj6IEDHOn\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 01 Mei 2026 Peringatan St Yosep Pekerja Yohanes 14:1-2 (Yoh 14:1-6) \u201dJanganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96156,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96155\/revisions\/96156"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}