{"id":96099,"date":"2026-04-30T10:39:37","date_gmt":"2026-04-30T03:39:37","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96099"},"modified":"2026-04-30T10:39:37","modified_gmt":"2026-04-30T03:39:37","slug":"kamis-30-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=96099","title":{"rendered":"Kamis, 30 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 30 April 2026<br \/>\nYohanes 13:20 (Yoh 13:16-20)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Menjadi Utusan Yesus<\/p>\n<p>Setiap orang yang dibaptis membawa dalam dirinya meterai Allah Tritunggal Mahakudus. Dalam dirinya Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus diam dan menjadi satu hati. Sesungguhnya anugerah ini sungguh agung dan mulia, mengingat sebagai ciptaan, kita manusia tak bisa disepadankan dengan Allah bahkan tak layak menerima anugerah seagung ini. Namun inilah wujud totalitas cinta Allah bagi kita orang yang percaya dan dibaptis serta diangkat menjadi putra putri Allah.<\/p>\n<p>Konsekwensinya, masing-masing kita menampilkan wajah Kristus. Martabat ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyombongkan diri dan menganggap diri lebih dari orang lain, melainkan menjadi pegangan bagi kita untuk saling melayani, menghargai dan menghormati serta menerima satu sama lain sebagai utusan-utusan Tuhan.<\/p>\n<p>Yesus pernah berkata, \u201cbarangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.&#8221; (Mat 18:5).<br \/>\nDengan demikian bila kita dapat melihat kehadiran Yesus dalam diri sesama kita bahkan yang paling kecil, ini adalah anugerah Allah yang sangat indah dan penuh makna.<br \/>\nAdalah Roh Kudus yang memampukan kita mengenali dan melihat wajah Yesus dalam diri sesama kita. Inilah yang disebut kontemplasi yakni kita memandang dengan mata iman jauh ke dalam lubuk hati diri sendiri dan orang lain, realitas ilahi realita hadirnya Tuhan di dalam setiap peristiwa hidup kita.<\/p>\n<p>Marilah dalam keheningan batin, kita masuk ke dalam diri dan memandang setiap orang sebagai utusan Yesus yang hadir menemani kita.<br \/>\nKita juga sebagai utusan Yesus, menjadi seperti Yesus, yang memandang orang lain dengan cinta.<br \/>\nMaka berbahagialah setiap hati yang melihat Tuhan selalu hadir menemani dan menyapa kita setiap hari.<\/p>\n<p>Semoga kita-pun dapat senantiasa menampilkan wajah Yesus dan menjadi tanda kehadiranNya bagi orang di sekitar kita. Antara lain melalui uluran tangan dan perbuatan kasih kita, serta tutur kata yang menguatkan dan membesarkan hati sesama.<\/p>\n<p>Selamat hari Kamis. Mari hadirkan Yesus di setiap aktivitas kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 30 Apr 2026<br \/>\nKamis Paskah IV<br \/>\nPF S. Pius V, Paus<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Why 1:5ab<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 13:16-20<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nWhy 1:5ab<br \/>\nYa Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia,<br \/>\nyang pertama bangkit dari antara orang mati;<br \/>\nEngkau mengasihi kami<br \/>\ndan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 13:16-20<br \/>\nBarangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Dalam perjamuan malam terakhir<br \/>\nYesus membasuh kaki para murid-Nya.<br \/>\nSesudah itu Ia berkata, &#8220;Aku Berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya;<br \/>\natau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya.<br \/>\nJikalau kamu tahu semua ini,<br \/>\nmaka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.<br \/>\nBukan tentang kamu semua Aku berkata.<br \/>\nAku tahu, siapa yang telah Kupilih.<br \/>\nTetapi haruslah genap nas ini:<br \/>\nOrang yang makan roti-Ku,<br \/>\ntelah mengangkat tumitnya terhadap Aku.<br \/>\nAku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi,<br \/>\nsupaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus,<br \/>\nia menerima Aku,<br \/>\ndan barangsiapa menerima Aku,<br \/>\nia menerima Dia yang mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Kita masih dalam masa sukacita atas Kebangkitan Kristus, namun Injil hari ini membawa kita kembali ke Ruang Atas \u2013 ke momen ketika Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Ini amenjadi pengingat yang kuat bagi kita bahwa jalan menuju Kebangkitan selalu melalui Salib, dan melalui kasih yang memberi diri.<\/p>\n<p>Yesus, yang sepenuhnya sadar akan pengkhianatan yang menanti-Nya, berlutut di hadapan para murid-Nya dengan kerendahan hati. Dia bahkan membasuh kaki Yudas dan berbagi roti dengannya \u2013 sebuah tanda persahabatan yang mendalam. Namun, Yesus tidak membela diri-Nya dari rasa sakit hati. Sebaliknya, Dia menghadapi pengkhianatan bukan dengan kemarahan atau dengan mengambil jarak, tetapi dengan kasih. Dengan demikian, Dia menyatakan hati Allah: penuh belas kasih, sabar dan mengampuni.<\/p>\n<p>Ini bukanlah kasih yang mudah. Dengan itu Yesus menunjukkan dengan nyata perintah-Nya: \u201cKasihilah seorang akan yang lain seperti Aku telah mengasihi kamu.\u201d Ini adalah kasih yang memberikan diri sepenuhnya, bahkan kepada mereka yang tidak layak untuk dikasihi. Kasih ini memanggil kita untuk mengampuni, melayani, dan tetap setia bahkan ketika orang lain mengecewakan kita.<\/p>\n<p>Masa Paskah bukan hanya sebuah perayaan kemenangan atas kematian, tetapi juga sebuah tantangan untuk hidup sebagai umat Paskah. Dalam terang Kristus yang telah bangkit, kita dipanggil untuk memikul salib kita dengan penuh pengharapan, mengampuni dengan penuh keberanian, dan mengasihi dengan penuh kerendahan hati.<\/p>\n<p>Hari ini, marilah kita renungkan: ketika kita disakiti atau dikhianati, apakah kita memilih untuk membalas atau mengasihi? Dapatkah kita, seperti Yesus, membasuh kaki orang-orang yang mengecewakan kita?<\/p>\n<p>Saat kita berjalan dalam sukacita Kebangkitan, kiranya kita mengikuti teladan Tuhan kita yang telah Bangkit, yang mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan sejati datang melalui kasih yang rendah hati.<\/p>\n<p>Tuhan, mampukan kami mengasihi seperti Engkau. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"MOBIo2BVqo\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/ketika-cinta-dikhianati\/\">Ketika Cinta Dikhianati<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Ketika Cinta Dikhianati&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/ketika-cinta-dikhianati\/embed\/#?secret=VyvUClfz63#?secret=MOBIo2BVqo\" data-secret=\"MOBIo2BVqo\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 30 April 2026 Yohanes 13:20 (Yoh 13:16-20) \u201dAku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.&#8221; Menjadi Utusan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-96099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=96099"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96099\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96100,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/96099\/revisions\/96100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=96099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=96099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=96099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}