{"id":95992,"date":"2026-04-28T09:03:25","date_gmt":"2026-04-28T02:03:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95992"},"modified":"2026-04-28T09:03:25","modified_gmt":"2026-04-28T02:03:25","slug":"selasa-28-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95992","title":{"rendered":"Selasa, 28 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 28 April 2026<br \/>\nYohanes 10:27 (Yoh 10:22-30)<br \/>\n\u201dDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.\u201d<\/p>\n<p>Betapa Yesus Sangat Mengenal Kita<\/p>\n<p>St Agustinus pernah berkata, \u201cTuhan mengenal kita jauh lebih dalam daripada kita mengenal diri kita sendiri.\u201d<br \/>\nSt Agustinus berkata demikian karena ia sungguh mengalami bahwa apa yang terjadi dengan dirinya sama sekali tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya.<br \/>\nIa dulunya adalah seorang pendosa berat dan sangat mengecewakan orangtuanya. Ia tidak peduli dengan imannya dan hidup sesuka hatinya. Namun akhirnya ia ditangkap oleh kasih Yesus melalui perjumpaannya dengan St Ambrosius. Ia kemudian menjadi imam bahkan uskup, dan oleh Gereja diangkat menjadi Santo.<br \/>\nAgustinus yang begitu cerdas kemampuan intelektualnya akhirnya menyerah untuk tidak lagi mendengarkan ego-nya sendiri, dan sujud menyembah Yesus serta menjadi pendengar dan pengikutiNya yang setia.<\/p>\n<p>Injil juga mengisahkan bagaimana Yesus mengenal Petrus jauh daripada Petrus mengenal dirinya sendiri.<br \/>\nYesus tahu bahwa Petrus akan menyangkal Dia, namun Yesus tahu juga bahwa di balik kelemahannya, Petrus adalah batu karang yang kokoh dan rela mati bagi Yesus.<br \/>\nRasul Paulus juga mengalami yang sama. Dulunya ia penganiaya pengikut Yesus, namun dipakai Yesus untuk menjadi rasul dan pewartaNya yang gagah berani.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan kita?<br \/>\nYakinlah Yesus mengenal kita lebih dalam daripada kita mengenal diri kita sendiri.<br \/>\nDan pengenalan Yesus selalu tertuju pada kebaikan dan mutiara-mutiara indah yang ada dalam diri kita.<br \/>\nMintalah Yesus membantu kita untuk mengenali semua anugerah dan kebaikan Tuhan dalam diri kita, agar kita menjadi seperti yang Yesus lihat. Sebagaimana yang Yesus lihat dalam diri Petrus dan Paulus serta semua pengikutNya yang lain.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus Tuhan kami, mengenal-mencintai dan mengabdiMu, itulah yang terindah dalam hidup kami. Bantulah kami agar semakin mengenali diri kami sendiri dan melihat semua kebaikan ditanamkan Allah Bapa dalam hati kami. Semoga kami menjadi seperti yang Engkau ingini. Jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Mari semakin mendengarkan suara Tuhan dan mengikutiNya dengan setia.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 28 Apr 2026<br \/>\nSelasa Paskah IV<br \/>\nPF S. Ludovikus Maria Grignion de Montfort, Imam<br \/>\nPF S. Petrus Chanel, Imam dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:27<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 10:22-30<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:27<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan.<br \/>\nAku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 10:22-30<br \/>\nAku dan Bapa adalah satu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem,<br \/>\nketika itu musim dingin,<br \/>\nYesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.<br \/>\nMaka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Berapa lama lagi<br \/>\nEngkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan?<br \/>\nJikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.&#8221;<br \/>\nYesus menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Aku telah mengatakannya kepada kamu,<br \/>\ntetapi kamu tidak percaya;<br \/>\npekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku,<br \/>\nitulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,<br \/>\ntetapi kamu tidak percaya,<br \/>\nkarena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.<br \/>\nDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku<br \/>\ndan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.<br \/>\nAku memberikan hidup yang kekal kepada mereka<br \/>\ndan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya<br \/>\ndan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.<\/p>\n<p>Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku,<br \/>\nlebih besar dari pada siapa pun,<br \/>\ndan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.<br \/>\nAku dan Bapa adalah satu.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus membuat salah satu pernyataan terindah dalam seluruh Kitab Suci:<br \/>\n\u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Aku memberikan kepada mereka hidup yang kekal, dan mereka tidak akan binasa; tidak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku.\u201d (Yohanes 10:27-28)<\/p>\n<p>Pernyataan ini mengungkapkan tiga kebenaran yang sangat menghibur kita orang percaya:<br \/>\n1. Kita Dikenal oleh Yesus;<br \/>\n\u201cDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka\u2026\u201d<br \/>\nYesus tidak hanya mengetahui tentang kita. Dia mengenal kita secara intim. Dia memahami penderitaan kita, mendengar doa-doa kita, dan Dia melihat upaya kita untuk mengikuti Dia bahkan ketika kita gagal. Dikenal oleh Yesus berarti dikasihi dalam realitas hdp kita.<br \/>\n2. Kita Aman di Tangan-Nya;<br \/>\n\u201cAku memberikan kepada mereka hidup kekal, dan mereka tidak akan binasa\u2026\u201d<br \/>\nHidup kekal bukanlah sesuatu yang kita peroleh; itu adalah karunia dari Gembala yang Baik. Setelah kita diterima maka hidup kekal tidak dapat hilang melalui badai kehidupan. Yesus tidak menjanjikan tidak ada cobaan, tetapi Dia berjanji bahwa tidak ada yang akan memisahkan kita dari Dia. Dosa, kegagalan, kegelapan dalam hdp kita, bahkan kematian pun tidak dapat membatalkan hidup kekal yang diberikan oleh Kristus. \u201cTidak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku.\u201d<br \/>\n3. Kita Milik Tuhan;<br \/>\nYesus mengakhiri bagian ini dengan berkata, \u201cAku dan Bapa adalah satu.\u201d (Yohanes 10:30). Bagi orang percaya, berada di tangan Yesus berarti berada di tangan Bapa Yang Mahakuasa. Tidak ada kuasa yang lebih besar, tidak ada otoritas yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Di saat-saat penuh keraguan, ketika dunia terasa dingin dan masa depan tak pasti, marilah kita kembali kepada kebenaran-kebenaran ini: Kita dikenal, Kita dilindungi dan Kita aman selamanya bersama Dia.<br \/>\nJika kita telah menaruh kepercayaan kita kepada Kristus, kita adalah salah satu domba-Nya. Kita mungkin tersesat, kita mungkin tersandung, tetapi Gembala tidak pernah kehilangan milik-Nya. Dia memanggil kita dengan nama, dan Dia berjalan di depan kita. Suara-Nya menembus kebisingan ketakutan dan rasa malu, mengingatkan kita bahwa:<br \/>\n\u201cEngkau adalah milik-Ku, dan Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi.\u201d Di dalam Kristus, kita aman hari ini, besok, dan selamanya.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 28 April 2026 Yohanes 10:27 (Yoh 10:22-30) \u201dDomba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.\u201d Betapa Yesus Sangat Mengenal Kita St Agustinus pernah berkata, \u201cTuhan mengenal kita jauh&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95992"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95993,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95992\/revisions\/95993"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}