{"id":95954,"date":"2026-04-27T09:39:05","date_gmt":"2026-04-27T02:39:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95954"},"modified":"2026-04-27T09:39:05","modified_gmt":"2026-04-27T02:39:05","slug":"senin-27-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95954","title":{"rendered":"Senin, 27 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 27 April 2026<br \/>\nYohanes 10:11 (Yoh 10:11-18)<br \/>\n\u201dAkulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.\u201d<\/p>\n<p>Tuhan Adalah Gembalaku, Aku Tak Akan Berkekurangan<\/p>\n<p>Betapa hidup kita melimpah dengan syukur karena Yesus datang sebagai Gembala kita dan kita adalah domba gembalaanNya.<br \/>\nSejak lama umat Israel mengimani Allah sebagai Gembala agung mereka. Dengan sangat indah Daud menggambarkan kasih Sang Gembala dalam Mazmur 23: \u201cTuhan adalah Gembalaku takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku\u2026\u201d<\/p>\n<p>Kini Yesus sendiri yang menjadi Gembala kita. Ia menghadirkan secara nyata semua gambaran Pemazmur tentang Tuhan sebagai gembala.<br \/>\nDamainya hati saat percaya bahwa sebagai domba, kita ada dalam gembalaan Yesus, yang mengenal kita domba-dombaNya pribadi lepas pribadi.<br \/>\nIa berdiri di depan menuntun kita. Ia ada di samping menemani dan menjaga kita. Ia ada di belakang untuk mendorong dan menyemangati kita.<br \/>\nLebih dari itu Ia ada di hati untuk menjadi sumber kasih di hati kita.<\/p>\n<p>Yesus juga memanggil kita untuk punya hati sebagai gembala bagi sesama. Peduli dan rela berkorban bagi yang lemah dan rentan. Mereka yang butuh kasih sayang dan perhatian. Biarlah kasih kegembalaan Allah nyata dalam hati kegembalaan kita.<br \/>\nMari kita doakan semua pelayan Tuhan yang diberikan tongkat kegembalaan untuk sungguh menjadi gembala yang baik.<\/p>\n<p>Selamat Hari Senin. Tuhanlah Gembala kita, kita tak akan berkekurangan.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Apr 2026<br \/>\nSenin Paskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 10:14<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 10:11-18<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 10:14<br \/>\nAkulah gembala yang baik, sabda Tuhan,<br \/>\nAku mengenal domba-domba-Ku<br \/>\ndan domba-domba-Ku mengenal Aku.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 10:11-18<br \/>\nGembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi,<br \/>\n&#8220;Akulah gembala yang baik.<br \/>\nGembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;<br \/>\nsedangkan orang upahan yang bukan gembala,<br \/>\ndan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri,<br \/>\nketika melihat serigala datang,<br \/>\nmeninggalkan domba-domba itu lalu lari,<br \/>\nsehingga serigala itu menerkam<br \/>\ndan mencerai-beraikan domba-domba itu.<br \/>\nIa lari karena ia seorang upahan,<br \/>\ndan tidak memperhatikan domba-domba itu.<\/p>\n<p>Akulah gembala yang baik.<br \/>\nAku mengenal domba-domba-Ku,<br \/>\ndan domba-domba-Ku mengenal Aku<br \/>\nsama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,<br \/>\ndan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.<\/p>\n<p>Ada lagi pada-Ku domba-domba lain,<br \/>\nyang bukan dari kandang ini;<br \/>\ndomba-domba itu harus Kutuntun juga;<br \/>\nmereka akan mendengarkan suara-Ku<br \/>\ndan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.<\/p>\n<p>Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku<br \/>\nuntuk menerimanya kembali.<br \/>\nTidak seorang pun mengambilnya daripada-Ku,<br \/>\nmelainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.<br \/>\nAku berkuasa memberikannya<br \/>\ndan berkuasa mengambilnya kembali.<br \/>\nInilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>BERKORBAN KARENA DAN DEMI CINTA<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini:\u201cBetapa berartinya kita ketika demi dan karena cinta maka Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya agar kita selamat dan menemukan kembali jalan kepada Bapa.\u201d<\/p>\n<p>Firman penguat:\u201dAkulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.&#8221; ( ayat 11 )<\/p>\n<p>Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Sejauh manakah Anda merasakan tuntunan dan penyertaan Yesus dalam hidupmu sampai saat ini?<\/p>\n<p>2) Serahkanlah dirimu kepada Yesus maka engkau akan merasakan cinta dan penyertaan-Nya yang sempurna dalam hidupmu;<\/p>\n<p>3) Sejauh manakah Anda telah belajar dari Yesus dan rela berkorban demi orang-orang yang Anda cintai atau mencintaimu?<\/p>\n<p>Pengorbanan adalah wujud terbesar dari cinta sejati. Maka jika sampai saat ini engkau enggan untuk berkorban maka engkau sesungguhnya bukan seorang pencinta sejati.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 27 April 2026 Yohanes 10:11 (Yoh 10:11-18) \u201dAkulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.\u201d Tuhan Adalah Gembalaku, Aku Tak Akan Berkekurangan Betapa hidup kita melimpah dengan syukur&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95954"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95955,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95954\/revisions\/95955"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}