{"id":95821,"date":"2026-04-24T09:04:00","date_gmt":"2026-04-24T02:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95821"},"modified":"2026-04-24T09:04:00","modified_gmt":"2026-04-24T02:04:00","slug":"jumat-24-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95821","title":{"rendered":"Jumat, 24 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 24 April 2026<br \/>\nYohanes 6:56 (Yoh 6:52-59)<br \/>\nBarangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.<\/p>\n<p>Menjadi Satu Dengan Tubuh Dan Darah Kristus<\/p>\n<p>Saudara-saudari terkasih, harus kita akui betapa berat dan sulit memahami ajakan Yesus untuk \u201cmakan dagingKu dan minum darahKu\u201d karena kita tidak pernah dibolehkan untuk makan daging dan minum darah manusia.<br \/>\nAkan tetapi Yesus tidak main-main ketika Ia berkata dengan sungguh-sungguh bahwa \u201cdaging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.\u201d (Yoh 6:55)<\/p>\n<p>Oleh karena itu pengajaran Yesus mengenai \u201cMakan dagingKu dan minum darahKu\u201d dalam Injil Yohanes bab 6, harus kita kaitkan dengan Perjamuan Malam terakhir dalam Injil Matius 26:26-28.<br \/>\n\u201dDan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: \u201dAmbillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.&#8221; Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: \u201dMinumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.<\/p>\n<p>Memang pada saat Perjamuan Malam terakhir para murid belum juga memahaminya.<br \/>\nNanti dalam terang Paskah Kristus, barulah mereka melihat kaitan antara peristiwa Perjamuan terakhir di hari Kamis malam itu, dengan Jumat Agung kematian Yesus secara berdarah di atas kayu salib, dan Paskah Kebangkitan Kristus.<br \/>\nDalam terang Paskah, para Rasul kemudian memahami apa arti permintaan Yesus saat Perjamuan terakhir, \u201clakukanlah ini untuk mengenangkan daku.\u201d<br \/>\nMereka diminta merayakan Ekaristi untuk makan dan minum tubuh dan darah Kristus, agar Yesus selalu tinggal di dalam kita dan kita tinggal selalu di dalam Dia, bersatu selamanya dengan tubuh dan darahNya.<\/p>\n<p>Kini seperti Paulus kita dapat berkata, \u201cBukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.\u201d (Gal 2:20).<\/p>\n<p>\u201dTerimakasih ya Yesus, Engkau mau menyatukan hidupMu dengan hidup kami, sekalipun kami sama sekali tak layak menyambutMu. Inilah kami berserah padaMu, seluruh jiwa dan raga kami. Pakailah seluruh tubuh dan darah kami, jiwa raga kami, menjadi saksi cintaMu bagi dunia.\u201d<\/p>\n<p>*Selamat Hari Jumat, hari Yesus wafat untuk memberikan tubuh dan darahNya menjadi santapan jiwa kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 24 Apr 2026<br \/>\nJumat Paskah III<br \/>\nPF S. Fidelis dari Sigmaringen, Imam dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:56<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:52-59<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:56<br \/>\nBarangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku,<br \/>\nia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:52-59<br \/>\nDaging-Ku adalah benar-benar makanan,<br \/>\ndan darah-Ku adalah benar-benar minuman.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di rumah ibadat di Kapernaum<br \/>\norang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata,<br \/>\n&#8220;Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia<br \/>\ndan minum darah-Nya,<br \/>\nkamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.<br \/>\nBarangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku,<br \/>\nia mempunyai hidup yang kekal,<br \/>\ndan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.<\/p>\n<p>Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan,<br \/>\ndan darah-Ku adalah benar-benar minuman.<br \/>\nBarangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku,<br \/>\nia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.<\/p>\n<p>Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku<br \/>\ndan Aku hidup oleh Bapa,<br \/>\ndemikian juga barangsiapa yang memakan Aku,<br \/>\nakan hidup oleh Aku.<br \/>\nAkulah roti yang telah turun dari surga,<br \/>\nbukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu<br \/>\ndan mereka telah mati.<br \/>\nBarangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.&#8221;<\/p>\n<p>Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum<br \/>\nketika Ia mengajar di rumah ibadat.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus bicara tentang \u201cdaging dan darahNya\u201d. Kata \u201cdaging &amp; darah\u201d adalah idiom Ibrani yang merujuk pada keseluruhan pribadi. Ketika Yesus berbicara tentang \u201cdaging dan darah-Nya,\u201d Ia tidak berbicara secara harfiah, tetapi sebaliknya Ia berbicara secara metaforis. Yesus ingin kita memahami dan percaya bahwa ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus, kita benar-benar bertemu dengan Yesus secara pribadi. Ketika kita menerima tubuh dan darah Kristus, kita benar-benar bersekutu dengan Dia.<\/p>\n<p>Apakah kita yakin bahwa ketika kita makan tubuh Kristus dan minum darahNya, kita benar-benar menerima Yesus? Atau apakah kita hanya makan roti dan minum anggur tetapi tidak mau memilih untuk berjumpa dengan Yesus Tuhan kita? Menerima tubuh dan darah Kristus bukanlah tindakan ajaib\/tanda heran. Setiap kali kita menerima tubuh dan darah Kristus dalam Ekaristi, Yesus ada di sana. Kita perlu percaya dan menyadari siapa yang kita terima. Jika kita menerima tubuh dan darah Kristus namun tdk sadar dan percaya maka kita akan kehilangan persekutuan penuh dengan Yesus.<\/p>\n<p>Semoga Hari ini kita yakin dan menyadari sepenuh hati akan pemberitaan Yesus bahwa siapa pun yang makan daging-Nya dan meminum darah-Nya memiliki hidup kekal. Ini adalah jaminan dari Yesus ketika kita hadir dalam perjamuan Ekaristi.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 24 April 2026 Yohanes 6:56 (Yoh 6:52-59) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Menjadi Satu Dengan Tubuh Dan Darah Kristus Saudara-saudari&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95822,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95821\/revisions\/95822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}