{"id":958,"date":"2014-03-22T08:07:14","date_gmt":"2014-03-22T01:07:14","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=958"},"modified":"2014-03-27T15:26:02","modified_gmt":"2014-03-27T08:26:02","slug":"sabtu-22-maret-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=958","title":{"rendered":"Sabtu, 22 Maret 2014"},"content":{"rendered":"<div>Hari Biasa Pekan II Prapaskah<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<div><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mi7:14-15;Mi7:18-20;\" target=\"_blank\">Mi. 7:14-15,18-20<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Mzm103:1-2;Mzm103:3-4;Mzm103:9-10;Mzm103:11-12;\" target=\"_blank\">Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12<\/a>; <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/alkitabq.php?q=Luk15:1-3;Luk15:11-32;\" target=\"_blank\">Luk. 15:1-3,11-32<\/a><\/div>\n<div><iframe loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/dailyfreshjuice.net\/?powerpress_embed=3027-podcast&amp;powerpress_player=default\" height=\"24\" width=\"320\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/div>\n<div>\n<p align=\"justify\">Santo Zakarias, Paus<br \/>\nPaus berkebangsaan Yunani ini adalah orang terakhir dari deretan Paus yang berasal dari Timur. Ia menggantikan <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Gregorius%20III.html\">Paus Gregorius III<\/a> (731- 741). Masa kePausannya dimulai pada tanggal 10 Desember 741 sampai hari kematiannya 22 Maret 752.<br \/>\nSelama masa kepemimpinannya, <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Zachary.html\">Paus Zakarias<\/a> terlibat dalam banyak masalah menyangkut hubungan Gereja dengan Negara. Ia berhasil membujuk Liutprand, Raja Lombardia untuk membangun kembali kota- kota. Ketika Aistulf, Raja Lambordia lainnya menyerang Italia dan Roma, Paus Zakarias bersama seluruh umat di Roma berhasil mematahkan serangan itu.<\/p>\n<p align=\"justify\">Selain itu, <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Zachary.html\">Paus Zakarias<\/a> sibuk dengan masalah penghancuran gambar- gambar Kudus yang dilanjutkan oleh Kaisar Konstantin V, putra Kaisar Leo III. Ia tidak berhasil mempengaruhi Kaisar untuk kembali kepada ajaran Gereja Katolik mengenai gambar- gambar Kudus.<\/p>\n<p align=\"justify\"><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/sejarahpaus\/Santo%20Zachary.html\">Paus Zakarias<\/a> dikenal sebagai seorang Paus yang sangat murah hati, saleh dan sayang pada umat. Ia berhasil memperbaiki gereja- gereja di seluruh kota Roma, membantu orang- orang miskin dan sakit. Ia selalu mengusahakan perdamaian, mendukung usaha- usaha pewartaan Injil dan berjuang melawan perdagangan budak belian. Ia meninggal pada tanggal 22 Maret 752.<\/p>\n<p align=\"justify\">Santa Lea, Janda dan Pengaku Iman<\/p>\n<p align=\"justify\">Lea dikenal sebagai murid dari Santo Hieronimus. Ia memimpin sebuah perkumpulan wanita- wanita yang mengabdikan dirinya pada karya- karya amal cinta kasih di kota Roma. Ia meninggal pada tahun 384.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sumber<\/p>\n<p align=\"justify\">http:\/\/imankatolik.or.id\/kalender\/22Mar.html<\/p>\n<p align=\"justify\">http:\/\/dailyfreshjuice.net\/<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Biasa Pekan II Prapaskah Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3,11-32 Santo Zakarias, Paus Paus berkebangsaan Yunani ini adalah orang terakhir dari deretan Paus yang berasal dari Timur. Ia menggantikan Paus Gregorius III (731-&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/dipilih-untuk-melayani.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=958"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1007,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/958\/revisions\/1007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}