{"id":95779,"date":"2026-04-23T10:57:43","date_gmt":"2026-04-23T03:57:43","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95779"},"modified":"2026-04-23T10:57:43","modified_gmt":"2026-04-23T03:57:43","slug":"kamis-23-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95779","title":{"rendered":"Kamis, 23 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 23 April 2026<br \/>\nYohanes 6:51 (Yoh 6:44-51)<br \/>\n\u201dAkulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Roti Kehidupan Dan Sabda Kehidupan<\/p>\n<p>Yesus sungguh mengerti bahwa kebutuhan utama manusia adalah makan. Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus, Ia mengajak kita untuk selalu berdoa meminta kepada Bapa di surga, \u201cBerikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya\u201d (Mat 6:11).<br \/>\nPermintaan ini tak mungkin tidak terkabul karena Yesus bukan hanya memberi kita makan, tapi Ia sendiri menjadi santapan jiwa dan raga kita.<br \/>\nAda 2 jenis makanan yang diberikan Kristus kepada kita. Yang pertama adalah Roti Kehidupan yang adalah tubuhNya sendiri dan ke dua, Sabda Kehidupan yang setiap saat keluar dari mulut Allah.<br \/>\nYesus pernah berkata, \u201cmanusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.\u201d (Mat 4:4).<\/p>\n<p>Berbeda dengan hewan yang cukup makan dan minum untuk hidup, manusia selain makan roti, perlu disemangati dan dihidupkan dengan kata-kata cinta. Kita perlu sapaan yang memberikan energi hidup agar tidak loyo dan patah semangat dalam menjalani hidup.<br \/>\nKata-kata cinta itu datang dari mulut Allah yang menciptakan kita. Dengarlah kata-kata cinta Allah melalui mulut Yesus: \u201cEngkau adalah anak yang Kukasihi\u2026 Jangan takut, Aku ada bersamamu\u2026. Bangunlah dan berjalanlah!\u201d<br \/>\nSemua Sabda yang menghidupkan ini dapat kita santap setiap saat dari Kitab Suci.<\/p>\n<p>Orang sering berkata, \u201cmembaca buku itulah santapan hariannya.\u201d \u201cBekerja keras itu sudah menjadi makanannya sehari-hari.\u201d<br \/>\nDemikian juga Sabda Kehidupan menjadi santapan harian kita. Semoga kita selalu dikuatkan oleh santapan ilahi yang keluar dari mulut Allah, Firman yang menjadi manusia dan tinggal bersama kita, serta roti Ekaristi yang setiap hari Tuhan sediakan bagi kita.<\/p>\n<p>Selamat menjalani hari baru, dikuatkan selalu oleh Firman Tuhan dan Roti kehidupan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Apr 2026<br \/>\nKamis Paskah III<br \/>\nPF S. Georgius, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:51<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:44-51<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:51<br \/>\nAkulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.<br \/>\nBarangsiapa makan dari roti ini,<br \/>\nia akan hidup selama-lamanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:44-51<br \/>\nAkulah roti hidup yang telah turun dari surga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di rumah ibadat di Kapernaum<br \/>\nYesus berkata kepada orang banyak,<br \/>\n&#8220;Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku,<br \/>\njikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku;<br \/>\ndan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.<br \/>\nAda tertulis dalam kitab nabi-nabi:<br \/>\nDan mereka semua akan diajar oleh Allah.<br \/>\nDan setiap orang,<br \/>\nyang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa,<br \/>\ndatang kepada-Ku.<br \/>\nHal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa!<br \/>\nHanya Dia yang datang dari Allah,<br \/>\nDialah yang telah melihat Bapa!<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya barangsiapa percaya,<br \/>\nia mempunyai hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Akulah roti hidup.<br \/>\nNenek moyangmu telah makan manna di padang gurun<br \/>\ndan mereka telah mati.<br \/>\nInilah roti yang turun dari surga:<br \/>\nBarangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.<\/p>\n<p>Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.<br \/>\nJikalau seorang makan dari roti ini,<br \/>\nia akan hidup selama-lamanya.<br \/>\nDan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku,<br \/>\nyang akan Kuberikan untuk hidup dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus berkata dengan tegas: \u201cAkulah roti hidup\u201d. Ia mengingatkan akan manna yang diberikan Allah di padang gurun, namun menawarkan sesuatu yang jauh lebih besar\u2014diri-Nya sendiri. Sama seperti makanan yang menopang tubuh kita, hanya Yesus yang memberi makan jiwa kita. Ia bukanlah hidangan pendamping untuk keadaan darurat dalam hidup, melainkan hidangan utama untuk setiap hari.<\/p>\n<p>Mendiang Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa hanya Yesus yang dapat mengisi rasa lapar terdalam di hati kita. \u201cHanya Dia yang mengampuni kita, menguatkan kita untuk mencintai dan mengampuni, serta membantu kita merasa dicintai\u2014bahkan ketika orang lain mengecewakan kita.\u201d Ketika kita mencoba menghadapi hidup dengan kekuatan sendiri dan hanya ingat Yesus saat krisis, kita memperlakukan-Nya sebagai sesuatu yang opsional. Namun, Roti Hidup itu esensial.<\/p>\n<p>Terkadang kita lebih suka Tuhan yang jauh, yang tidak \u201ccampur tangan.\u201d Namun, Kristus menjadi manusia untuk dekat dengan kita\u2014untuk berjalan bersama kita, memberi makan kita dengan Firman-Nya dan Tubuh-Nya sendiri. Ia ingin hadir tidak hanya di gereja, tetapi di meja makan kita, dalam perjuangan sehari-hari kita, dan dalam kehidupan keluarga kita.<\/p>\n<p>Bayangkan jika setiap hari, sebelum kita makan, kita mengundang Yesus untuk bergabung dengan kita. Doa sederhana saat makan dapat menyambut kehadiran-Nya ke dalam rumah dan hati kita. Ia menjadi kekuatan kita, damai kita, sukacita kita.<\/p>\n<p>Ekaristi lebih dari sekadar ritual\u2014itu adalah undangan untuk menjadi seperti Kristus. \u201cMemakan daging-Nya\u201d berarti hidup dalam persahabatan yang begitu erat dengan Yesus sehingga hidup kita mulai mencerminkan kasih-Nya, belas kasihan-Nya, dan cara-Nya.<\/p>\n<p>Semoga Maria, yang mengandung Sang Sabda yang menjadi daging, membantu kita menjadikan Yesus pusat hidup kita. Marilah kita menjadikan-Nya roti harian kita\u2014bukan sekadar tambahan atau sampingan, tetapi sumber dari segala yang kita lakukan.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga Ekaristi menghidupkan komunitas-komunitas kami dalam semangat pelayanan dan keadilan. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Jadikan Yesus pusat hidupmu. ! &#x2764;&#xfe0f;<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"aWKZIlJoKH\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yesus-makanan-sehari-hari\/\">Yesus, Makanan Sehari-hari<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Yesus, Makanan Sehari-hari&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yesus-makanan-sehari-hari\/embed\/#?secret=VyphbTSLaV#?secret=aWKZIlJoKH\" data-secret=\"aWKZIlJoKH\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 23 April 2026 Yohanes 6:51 (Yoh 6:44-51) \u201dAkulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95779"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95780,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95779\/revisions\/95780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}