{"id":95705,"date":"2026-04-21T10:39:06","date_gmt":"2026-04-21T03:39:06","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95705"},"modified":"2026-04-21T10:39:06","modified_gmt":"2026-04-21T03:39:06","slug":"selasa-21-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95705","title":{"rendered":"Selasa, 21 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 21 April 2026<br \/>\nYohanes 6:34-35 (Yoh 6:30-35)<br \/>\nMaka kata mereka kepada-Nya: &#8220;Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.&#8221; Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.\u201d<\/p>\n<p>Tidak Lapar Dan Haus Lagi<\/p>\n<p>Kita butuh makan dan minum. Tapi bukan hanya bagi raga tapi juga bagi jiwa dan roh kita. Namun tak ada makanan di dunia ini yang dapat membuat jiwa kita dikenyangkan dan roh kita dipuaskan.<br \/>\nBetapa berita Injil hari ini menjadi kabar sukacita bagi kita sebab Yesus sendiri menjadi pemuas lapar dan dahaga kita akan kasih Allah. Kita dikenyangkan oleh luapan kasih Allah yang tak bertepi dengan menyantap tubuh dan darah Kristus Tuhan kita.<\/p>\n<p>Oleh Kristus kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan menerima anugerah hidup ilahi. Untuk dapat hidup sepenuhnya sebagai anak Allah, Yesus memberikan tubuh dan darahNya sebagai santapan ilahi, sumber energi kehidupan yang kita dambakan.<br \/>\nOleh santapan jiwa ini, kita selalu dipersatukan dengan Yesus dan tinggal selalu di dalam Dia dan Dia di dalam kita.<br \/>\nKesatuan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk berjalan menapaki lorong-lorong kehidupan dunia ini, untuk selanjutnya melewati pintu kematian hingga masuk ke hidup yang kekal.<\/p>\n<p>Tumbuhkanlah selalu dalam hati, kerinduan untuk selalu datang pada Yesus, bersatu denganNya menyantap tubuh dan darahNya.<br \/>\nJadikanlah Firman Allah santapan harian kita, dan Yesus menjadi pemuas segala kerinduan hati kita akan cinta Allah.<br \/>\n\u201cTerimakasih ya Yesus. Betapa Engkau mencintai kami dengan menjadi santapan pemuas lapar dan haus jiwa kami yang selalu merindukan Engkau. Terpujilah Engkau sepanjang segala masa. Haleluya! Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat memulai hari baru dengan santapan firman Allah.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Apr 2026<br \/>\nSelasa Paskah III<br \/>\nPF S. Anselmus, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:35<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:30-35<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:35<br \/>\nAkulah roti hidup, sabda Tuhan;<br \/>\nbarangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:30-35<br \/>\nBukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,<br \/>\nmelainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari Surga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di rumah ibadat di Kapernaum<br \/>\norang banyak berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tanda apakah yang Engkau perbuat,<br \/>\nsupaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?<br \/>\nPekerjaan apakah yang Engkau lakukan?<br \/>\nNenek moyang kami telah makan manna di padang gurun,<br \/>\nseperti ada tertulis:<br \/>\nMereka diberi-Nya makan roti dari Surga.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga,<br \/>\nmelainkan Bapa-Kulah yang memberikan kamu<br \/>\nroti yang benar dari Surga.<br \/>\nKarena roti yang dari Allah ialah<br \/>\nroti yang turun dari Surga dan yang memberi hidup kepada dunia.&#8221;<\/p>\n<p>Maka kata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.&#8221;<\/p>\n<p>Kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Akulah roti hidup!<br \/>\nBarangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi,<br \/>\ndan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.&#8221;<\/p>\n<p>Demikanlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, kerumunan orang yang baru saja menyaksikan mukjizat pemberian makan lima ribu orang, mereka mendekati Yesus menuntut lebih banyak tanda untuk memenuhi kebutuhan duniawi mereka. \u201cTanda apakah yang akan Engkau berikan supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu?\u201d (ayat 30).<\/p>\n<p>Kemudian, Ia membuat pernyataan yg sangat menggugah:<br \/>\n\u201cAkulah roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.\u201d (ayat 35)<br \/>\nYesus menyatakan Diri-Nya bukan hanya sebagai pemberi roti, tetapi sebagai Roti itu sendiri di mana Dia adalah penopang utama kita bagi kehidupan rohani kita. Datang kepada-Nya berarti diberi makan dengan kasih karunia. Percaya kepada-Nya berarti minum sepuasnya dari sumur kasih ilahi.<\/p>\n<p>Injil ini mengajak kita untuk mengalihkan fokus kita dari hal-hal duniawi kpd yg kekal. Yesus tidak hanya atasi rasa lapar untuk sehari. Ia atasi rasa lapar jiwa kita. Orang banyak menginginkan mukjizat namun Yesus menawarkan Diri-Nya sendiri sbg mukjizat yang akan mengubah hdp kekal mereka.<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi.\u201d Di dalam Kristus, tidak ada yg kurang. Ada kedamaian di tengah badai, ada harapan di tengah keputusasaan, dan ada sukacita yang melampaui situasi kita sekarang.<br \/>\nDia tidak hanya memberi hidup tp Dia adalah hidup. Datanglah kepada-Nya. Rasakan dan lihatlah bahwa Tuhan itu baik. Biarkan Dia memenuhi kita dengan kasih yang tak akan pernah habis.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 21 April 2026 Yohanes 6:34-35 (Yoh 6:30-35) Maka kata mereka kepada-Nya: &#8220;Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.&#8221; Kata Yesus kepada mereka: &#8220;Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95706,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95705\/revisions\/95706"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}