{"id":95556,"date":"2026-04-18T10:48:51","date_gmt":"2026-04-18T03:48:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95556"},"modified":"2026-04-18T10:48:51","modified_gmt":"2026-04-18T03:48:51","slug":"sabtu-18-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95556","title":{"rendered":"Sabtu, 18 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 18 April 2026<br \/>\nYohanes 6:19-20 (Yoh 6:16-21)<br \/>\nSesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: \u201cAku ini, jangan takut!&#8221;<\/p>\n<p>Jangan Takut!<\/p>\n<p>Pergumulan para murid Yesus mendayung perahu di tengah badai yang bergelora dapat disamakan dengan pergumulan hidup kita mengarungi lautan kehidupan. Banyak gelombang persoalan datang silih berganti membuat perahu kehidupan kita terombang-ambing tanpa arah dan tujuan.<br \/>\nBelum selesai persoalan yang satu datang yang lain. Syukurlah Yesus tidak membiarkan kita berlarut-larut dalam kesusahan.<br \/>\nDi tengah badai kehidupan dan gelapnya hidup, Yesus datang menemani kita.<br \/>\nTak ada persoalan seberat apapun, dan tak ada gelombang setinggi apapun yang dapat menghalangi Yesus untuk menjumpai kita.<br \/>\nBenarlah ungkapan iman ini: \u201cTuhan tidak menjanjikan lautan yang tenang. Tapi di saat badai datang mengamuk, Yesus berjanji, \u201cAku ada besertamu, jangan takut!\u201d<\/p>\n<p>Bila kita coba menghitung, ungkapan \u201cJangan takut\u201d dan sejenisnya, \u201cjangan cemas &#8211; jangan khawatir\u201d, ada begitu banyak dalam Kitab Suci, bisa sampai 365! Ini sama dengan jumlah hari dalam setahun.<br \/>\nItu berarti setiap hari Yesus datang menjumpai kita dan berkata, \u201cJangan takut!\u201d<\/p>\n<p>Yesus hadir seperti Papa atau Mama yang tidak tega mendengar tangisan kita.<br \/>\nIa hadir sebagai Tuhan yang berkuasa menghalau badai persoalan kita.<br \/>\nIa datang sebagai jalan untuk membawa kita keluar dari kesulitan hidup ini.<br \/>\nIa hadir sebagai jawaban atas doa-doa kita.<br \/>\nIa hadir sebagai Gembala bagi domba-dombaNya.<br \/>\nBukan hanya dalam hidup ini kita ditemaniNya, bahkan sampai pada akhir hidup, Ia membawa kita ke pelabuhan akhir yang damai dan tenang yakni Rumah Bapa di Surga.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Yesus setia menyertai kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Apr 2026<br \/>\nSabtu Paskah II<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 6:16-21<br \/>\n\u2020\u2020*********<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 6:16-21<br \/>\nPara murid melihat Yesus berjalan di atas air.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah mempergandakan roti dan memberi makan lima ribu orang,<br \/>\nYesus mengundurkan diri ke gunung.<\/p>\n<p>Ketika hari sudah mulai malam,<br \/>\nmurid-murid Yesus pergi ke danau,<br \/>\nlalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum.<br \/>\nKetika hari sudah gelap Yesus belum juga datang<br \/>\nmendapatkan mereka,<br \/>\nsedang laut bergelora karena angin kencang.<\/p>\n<p>Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya,<br \/>\nmereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu.<br \/>\nMaka ketakutanlah mereka.<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepada mereka, &#8220;Ini Aku, jangan takut!&#8221;<br \/>\nMereka lalu mempersilahkan Yesus naik ke perahu,<br \/>\ndan seketika itu juga<br \/>\nperahu mereka sampai ke pantai yang mereka tuju.<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, ada kisah yang luar biasa tentang Yesus berjalan di atas air. Kisah ini menyampaikan pesan yang mendalam tentang iman, rasa takut, dan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.<\/p>\n<p>Ketika para murid mendayung perahu menyeberangi Danau Galilea di malam hari, ada angin kencang dan gelombang daryat. Di tengah perjuangan mereka melawan angin dan ombak, mereka melihat Yesus berjalan di atas air menuju mereka dan mereka ketakutan. Tetapi di tengah ketakutan Yesus meyakinkan mrk: \u201cIni Aku; jangan takut.\u201d<\/p>\n<p>Kisah ini bukan hanya kesaksian tentang kuasa mukjizat Yesus, tetapi juga mengingatkan kita ttg saat-saat paling menantang dlm hdp kita. Seperti para murid, kita sering kali menghadapi &#8220;angin&#8221; dan &#8220;gelombang badai&#8221; kehidupan kita sendiri yang mengancam tenggelamkan kita dan membangkitkan rasa takut di dalam hati kita.<\/p>\n<p>Yesus hadir mendekati para murid di saat mrk membutuhkan pertolongan. Hal ini mengajarkan kita bahwa Dia selalu bergerak mendekati kita, terutama di saat-saat paling sulit dalam hdp kita. Kehadiran-Nya membawa kekuatan dan ketenangan. Kata-kata-Nya, &#8220;Ini Aku,&#8221; mengingatkan kita bahwa Dia selalu bersama kita dan Dia tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita.<\/p>\n<p>\u201cJangan takut\u201d adalah seruan untuk pertahankan iman kita di tengah ketakutan. Hal ini mendorong kita untuk sadar bahwa Juruselamat kita bukanlah yang mengamati kita dari jauh, melainkan Dia hadir secara aktif mendukung dan membimbing kita melewati badai kehidupan kita.<\/p>\n<p>Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk lebih percaya kepada Tuhan. Ingatlah bahwa ketika kita diterpa badai kehidupan, kita tidak pernah sendirian. Yesus selalu berada di sisi kita, Dia menawarkan kedamaian &amp; ketenangan di tengah kekacauan. Marilah kita berpaling kepada-Nya, kenal Dia dan membiarkan ketakutan kita diubah menjadi iman. Bersama Yesus badai yang paling dahsyat pun dapat kita lalui.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 18 April 2026 Yohanes 6:19-20 (Yoh 6:16-21) Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95556"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95557,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95556\/revisions\/95557"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}