{"id":955,"date":"2014-03-21T09:23:57","date_gmt":"2014-03-21T02:23:57","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=955"},"modified":"2014-03-21T09:23:57","modified_gmt":"2014-03-21T02:23:57","slug":"rencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=955","title":{"rendered":"Rencana"},"content":{"rendered":"<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_861\" align=\"center\"><b id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_860\"><span id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_859\" style=\"text-decoration: underline;\">RENCANA<\/span><\/b><\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_855\" align=\"center\">\u00a0( M\u00a0\u00a0\u00a0o\u00a0\u00a0\u00a0t\u00a0\u00a0\u00a0i\u00a0\u00a0\u00a0v\u00a0\u00a0\u00a0a\u00a0\u00a0\u00a0s\u00a0\u00a0\u00a0I )<\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_878\" align=\"center\"><\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_849\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pernah suatu hari ada seorang karyawan berkata, \u201cSaya akan pergi ke Jakarta.\u201d Namun dalam bergulirnya waktu, karyawan itu belum juga berangkat ke Jakarta. Usut punya usut,\u00a0\u00a0ternyata dia tidak membuat perencanaan yang matang atas keberangkatannya.<\/div>\n<div>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u201cRencana\u201d adalah sebuah kata dari bahasa Sansekerta yang berarti susunan kegiatan. Dengan adanya rencana, seseorang\u00a0\u00a0telah\u00a0menyusun kegiatan-kegiatannya sehingga bisa terlaksana. Ia tidak hanya berkata, \u201cSaya akan\u2026\u201d melainkan ia berkata, \u201cSaya berencana untuk\u2026\u201d\u00a0\u00a0Orang yang berencana memunyai jadual atau agenda yang jelas dan pasti. Yesus pun pernah mengajar tentang perencanaan, \u201cSebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu\u201d (Luk 14: 28).\u00a0\u00a0Bahkan pepatah kuno pun berkata, \u201cGagal untuk merencanakan adalah merencanakan untuk gagal.\u201d Ini berarti seseorang perlu untuk\u00a0\u00a0\u201cduduk dahulu\u201d membuat rencana yang benar.<\/div>\n<div>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Betapa pentingnya\u00a0\u00a0pembuatan sebuah\u00a0\u00a0rencana. Stephen Covey\u00a0\u00a0(1932 \u2013 2012) dan Rebecca Merrill dalam bukunya yang berjudul,\u00a0\u00a0\u00a0<i>\u201cFirst Thing First\u201d<\/i>\u00a0\u00a0menulis tentang kehebatan pohon bambu China.\u00a0\u00a0Dikisahkan bahwa pohon bambu itu selama lima tahun pertama bertumbuh untuk memperkuat akar-akarnya. Setelah akar sudah kokoh-kuat, baru pohon bambu China itu bertumbuh dengan cepatnya menjulang tinggi, meskipun terhempas angin kencang sekalipun, pohon-pohon bambu China itu tetap berdiri kokoh.<\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_881\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Sebuah rencana dibuat untuk masa depan \u2013 yang tentunya \u2013 mengacu pada pengalaman masa lalu dengan membuat evaluasi kerja. Smith Wigglesworth (1859 \u2013 1947)\u00a0\u00a0menulis,\u00a0<i>\u201cGod\u2019s plan for us\u00a0\u00a0is to forget the past because the future is so amazingly wonderful\u201d<\/i>\u00a0\u2013 Rencana Tuhan untuk kita adalah untuk melupakan masa lalu karena masa depan itu sangat indah luar biasa.\u00a0\u00a0Orang yang berputar-putar dengan masa lalu sangat sulit untuk melihat dan merasakan keindahan masa depan. Orang itu berkutat dengan pengalaman masa lalu yang mungkin suatu kegagalan dan\u00a0\u00a0rasa bersalah sehingga sulit untuk merencanakan sesuatu yang mengembangkan. Bayang-bayang kegagalan di masa lampau sangat menghalangi seseorang membuat rencana yang jernih.<\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_883\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Untuk membuat rencana tentunya seseorang melihat dulu kepada kekuatan dalam diri sendiri. Orang Yunani kuno mengatakan<i>,\u00a0\u00a0\u201cgnouthi seauton\u201d<\/i>\u00a0\u00a0\u2013 kenalilah dirimu sendiri.\u00a0\u00a0Sun Tzu (400 \u2013 320 seb. M) ahli strategi perang dalam bukunya yang berjudul\u00a0\u00a0\u00a0<i>The Art of War<\/i>\u00a0\u00a0menulis, \u201cKenalilah musuhmu, kenalilah diri sendiri. Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa risiko kalah. Kenalilah bumi, kenalilah langit dan kemenanganmu akan menjadi lengkap.\u201d\u00a0\u00a0Yesus pun juga pernah bersabda, \u201cAtau raja mana yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang, ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang\u201d\u00a0\u00a0(Luk 14: 31).<\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_885\">Pada zaman muthakhir ini, orang-orang dalam membuat rencana menggunakan\u00a0\u00a0analisis\u00a0\u00a0SWOT (<i>Strenght\u00a0<\/i>\u2013 Kekuatan,<i>Weakness<\/i>\u00a0\u2013 Kelemahan,\u00a0<i>Oportunity<\/i>\u00a0\u2013 Kesempatan dan\u00a0<i>Threat<\/i>\u00a0\u2013 Tantangan). Dengan perencanaan yang matang \u2013 melalui proses yang panjang pula \u2013 tentunya akan menghasilkan perencanaan atau program yang dapat diandalkan.\u00a0\u00a0Namun kita harus menyadari bahwa sebaik-baik rencana, kita harus tetap berpegang pada Tuhan, seperti yang diucapkan dalam Pepatah Latin<i>, \u201cHomo proponit sed Deus disponit\u201d<\/i>\u00a0yang berarti: Manusia merencanakan tetapi Tuhanlah yang menentukan.<\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_886\"><i>\u00a0<\/i><\/div>\n<div id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_889\"><i>Jumat, 21 Maret 2014<\/i>\u00a0\u00a0\u00a0<b id=\"yui_3_14_0_1_1395368527958_887\">Rm. Markus Marlon\u00a0\u00a0MSC<\/b><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENCANA \u00a0( M\u00a0\u00a0\u00a0o\u00a0\u00a0\u00a0t\u00a0\u00a0\u00a0i\u00a0\u00a0\u00a0v\u00a0\u00a0\u00a0a\u00a0\u00a0\u00a0s\u00a0\u00a0\u00a0I ) \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pernah suatu hari ada seorang karyawan berkata, \u201cSaya akan pergi ke Jakarta.\u201d Namun dalam bergulirnya waktu, karyawan itu belum juga berangkat ke Jakarta. Usut punya usut,\u00a0\u00a0ternyata dia tidak membuat perencanaan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-referensi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2014\/02\/profile-kerang.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=955"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/955\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":956,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/955\/revisions\/956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}