{"id":95298,"date":"2026-04-12T11:10:12","date_gmt":"2026-04-12T04:10:12","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95298"},"modified":"2026-04-12T11:10:12","modified_gmt":"2026-04-12T04:10:12","slug":"minggu-12-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95298","title":{"rendered":"Minggu, 12 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 12 April 2026<br \/>\nHari Minggu Paskah II<br \/>\nHari Minggu Kerahiman Ilahi<br \/>\nYohanes 20:29 (Yoh 20:19-31)<br \/>\nKata Yesus kepada Tomas: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Percaya Akan Kerahiman Allah Dalam Yesus<\/p>\n<p>Hari Minggu ini adalah hari ke 10 sejak Jumat Agung, saat Yesus wafat di salib. Pengorbanan Yesus melalui kematianNya untuk menebus dosa manusia, menjadi ungkapan nyata belas kasih Allah yang tak terbatas bagi kita manusia.<br \/>\nBenarlah kata Yesus, \u201cTak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.\u201d (Yoh 15:13). Pengorbanan Yesus itulah kasih yang terbesar dari Allah untuk kita.<\/p>\n<p>Sesudah berdoa Novena Kerahiman Ilahi 9 hari berturut-turut, tibalah kita pada kepenuhan kerahiman Allah yang tak bertepi pada hari Minggu Kerahiman Ilahi ini.<br \/>\nBahasa kita, bahasa Indonesia dengan sangat indah menggambarkan kasih Allah yang tak terbatas, dengan menggambarkan wujud kasih itu sebagai \u201crahim\u201d.<br \/>\nInilah tempat paling bahagia dan damai di dunia, saat kita berada dalam rahim ibu kita.<br \/>\nKita tidak melihat wajah ibu kita, tapi semua asupan kehidupan mengalir tak henti melalui rahim ibu.<br \/>\nDari rahim ibu kita menyadari indahnya Sabda Yesus kepada Tomas, \u201cBerbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221; (Yoh 20:29b).<br \/>\nAllah bukan hanya Bapa tapi juga Ibu yang memberi kita kelahiran baru melalui pembaptisan. Allah selalu memelihara dan menjaga kita, membenamkan kita dalam lautan kasihNya, membersihkan kita dari noda dosa, oleh darah dan air yang mengalir dari hati dan lambung Yesus.<\/p>\n<p>Dalam kisah Injil hari ini dikisahkan bahwa pintu-pintu terkunci. Namun Yesus tiba-tiba hadir dan menyapa murid-muridNya, \u201cDamai sejahtera bagi kamu!\u201d.<br \/>\nTak ada tempat di dunia ini yang dapat menghalangi Yesus untuk hadir di tengah-tengah kita dan mengalirkan kasih sayangNya yang maharahim bagi kita.<br \/>\nTak perlu kita bersandar pada keamanan dan kenyamanan dunia yang bersifat sementara. Kita sepenuhnya percaya dan hanya mengandalkan Yesus untuk menjaga dan memelihara kita.<br \/>\nSeperti Tomas kita berseru dengan iman, \u201cYa Tuhanku dan Allahku.\u201d<br \/>\n\u201dYesus, aku percaya padaMu. Engkaulah andalanku!\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Allah yang Maharahim memberkati kita. Haleluya!&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Apr 2026<br \/>\nMinggu Paskah II<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 20:29<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 20:19-31<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 20:29<br \/>\nKarena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya.<br \/>\nBerbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 20:19-31<br \/>\nDelapan hari kemudian Yesus datang.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Setelah Yesus wafat di salib,<br \/>\npada malam pertama sesudah hari Sabat,<br \/>\nberkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat<br \/>\ndengan pintu-pintu yang terkunci<br \/>\nkarena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.<br \/>\nPada waktu itu datanglah Yesus,<br \/>\nberdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera bagi kamu.&#8221;<br \/>\nSesudah berkata demikian,<br \/>\nYesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka.<br \/>\nMurid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.<br \/>\nMaka kata Yesus sekali lagi,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera bagi kamu!<br \/>\nSama seperti Bapa mengutus Aku,<br \/>\ndemikian juga sekarang Aku mengutus kamu.&#8221;<br \/>\nDan sesudah berkata demikian,<br \/>\nYesus mengembusi mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Terimalah Roh Kudus.<br \/>\nJikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni,<br \/>\ndan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.&#8221;<\/p>\n<p>Pada waktu Yesus datang itu<br \/>\nTomas, seorang dari kedua belas murid,<br \/>\nyang juga disebut Didimus,<br \/>\ntidak ada bersama-sama mereka.<br \/>\nMaka kata murid-murid yang lain itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Kami telah melihat Tuhan!&#8221;<br \/>\nTetapi Tomas berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya,<br \/>\ndan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu,<br \/>\ndan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya,<br \/>\naku sama sekali tidak akan percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Delapan hari kemudian<br \/>\nmurid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu,<br \/>\ndan Tomas bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nSementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang.<br \/>\nIa berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera bagi kamu!&#8221;<br \/>\nKemudian Yesus berkata kepada Tomas,<br \/>\n&#8220;Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku,<br \/>\nulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku,<br \/>\ndan jangan engkau tidak percaya lagi,<br \/>\nmelainkan percayalah!&#8221;<br \/>\nTomas menjawab kepada-Nya, &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya.<br \/>\nBerbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.&#8221;<\/p>\n<p>Memang masih banyak tanda lain<br \/>\nyang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya,<br \/>\nyang tidak tercatat dalam kitab ini.<br \/>\nTetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,<br \/>\nsupaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,<br \/>\ndan supaya oleh imanmu itu<br \/>\nkamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil, kita menemukan kisah tentang hakikat iman, keraguan, dan belas kasih ilahi. Kisah ini mencatat penampakan Yesus yang telah bangkit kepada murid-murid-Nya, pertama tanpa Thomas, dan kemudian bersama Thomas. Ini mengungkapkan kebenaran mendalam tentang iman, keraguan, dan jalan menuju pemahaman.<\/p>\n<p>Setelah Kebangkitan, para murid berkumpul dan bersembunyi karena diliputi rasa takut dan ketidakpastian. Dalam suasana keputusasaan ini, Yesus masuk, membawa kedamaian dan menunjukkan luka-luka-Nya sebagai bukti pengorbanan dan kemenangan-Nya atas kematian. Momen ini menyatakan tentang bagaimana terang menembus kegelapan, dan kebenaran menghilangkan keraguan.<\/p>\n<p>Thomas, yang sering dikenang sebagai &#8216;Thomas yang Ragu-ragu,&#8217; menuntuk bukti nyata kebangkitan Yesus, namun ia tidak disambut dengan teguran, melainkan dengan belas kasihan. Yesus mengundang Thomas untuk menyentuh luka-luka-Nya. Ini adalah sebuah tindakan belas kasihan ilahi yang menggambarkan kedalaman cinta dan kesabaran Allah. Melalui perjumpaan ini, keraguan Thomas berubah menjadi pernyataan iman yang mendalam: \u201cTuhanku dan Allahku!\u201d<\/p>\n<p>Injil ini mengajak kita untuk menyadari bahwa iman sering kali melewati perjalanan keraguan. Tanggapan Yesus kepada Thomas menunjukkan kepada kita bahwa pertanyaan dan tuntutan bukanlah kegagalan iman, melainkan kesempatan untuk memperdalam iman. Yesus berkata \u201cBerbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya,\u201d merupakan undangan kepada kita untuk menemukan berkat dalam iman, mendorong kita untuk percaya melampaui apa yang dapat kita lihat dan sentuh.<\/p>\n<p>Di saat ada keraguan dan ketakutan kita, marilah kita ingat bahwa kita tidak sendirian. Kristus yang telah bangkit datang kepada kita, menawarkan kedamaian dan ajakan untuk percaya. kita diingatkan bahwa iman kita bukanlah sesuatu yang statis melainkan sebuah perjalanan dinamis, yang diperkaya oleh pertanyaan dan keraguan kita serta ditopang oleh janji kehadiran Kristus di antara kita.<\/p>\n<p>P. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 12 April 2026 Hari Minggu Paskah II Hari Minggu Kerahiman Ilahi Yohanes 20:29 (Yoh 20:19-31) Kata Yesus kepada Tomas: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95298"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95300,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95298\/revisions\/95300"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}