{"id":95222,"date":"2026-04-10T07:32:07","date_gmt":"2026-04-10T00:32:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95222"},"modified":"2026-04-10T07:32:07","modified_gmt":"2026-04-10T00:32:07","slug":"jumat-10-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95222","title":{"rendered":"Jumat, 10 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 10 April 2026<br \/>\nHari Jumat Dalam Oktaf Paskah<br \/>\nYohanes 21:7a (Yoh 21:1-14)<br \/>\nMaka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: \u201cItu Tuhan.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Ada Dan Kita Punya Segalanya<\/p>\n<p>Sepeninggalnya Yesus, para murid kembali kepada rutinitas keseharian mereka. Tapi hari itu, semalam-malaman mereka tak dapat menangkap apa-apa. Mereka pulang dengan tangan hampa.<br \/>\nSaat Yesus meminta ikan hasil tangkapan mereka, dengan kecewa mereka menjawab, \u201ctidak ada.\u201d Yesus-pun menyuruh mereka menebarkan jala di sekitar tempat mereka berada. Hasilnya luar biasa banyak! Sadarlah mereka bahwa Yesus-lah yang datang menolong mereka. Seruan Yohanes \u201dItu Tuhan!\u201d tiba-tiba membangunkan mereka dari kelesuan, patah semangat dan kehampaan hidup.<\/p>\n<p>Hadirnya Yesus membawa gairah hidup baru. Bila Tuhan ada, tak ada lagi kata \u2018tidak ada\u2019. Dalam Yesus, dalam namaNya yang kudus, kita punya segalanya. Bila Yesus hadir dan campur tangan dalam hidup kita, kita punya harapan baru, semangat baru untuk kembali hidup penuh gairah, serta hidup yang berkelimpahan.<\/p>\n<p>Mari kita melanjutkan pekerjaan kita. Kali ini dengan semangat baru, semangat Paskah. Mari bekerja lebih giat dan penuh semangat. Mari melayani lebih sungguh, dan berbagi berkat dengan setulusnya. Putus asa dan kecewa, merasa hampa tak bergairah, hidup tanpa arti dan tujuan, biarlah menjadi masa lalu kita. Yesus bangkit dan membangkitkan semangat iman, harap dan kasih kita.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Mari berkarya penuh semangat dan gairah.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Apr 2026<br \/>\nJumat Oktaf Paskah<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 21:1-14<br \/>\n*&#8221;&#8221;*********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan.<br \/>\nMarilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 21:1-14<br \/>\nYesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid;<br \/>\ndemikian juga ikan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sesudah bangkit dari antara orang mati,<br \/>\nYesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya<br \/>\ndi pantai danau Tiberias.<br \/>\nIa menampakkan diri sebagai berikut:<\/p>\n<p>Di pantai itu berkumpul Simon Petrus,<br \/>\nTomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea,<br \/>\nanak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.<br \/>\nKata Simon Petrus kepada mereka, &#8220;Aku pergi menangkap ikan.&#8221;<br \/>\nKata mereka kepadanya, &#8220;Kami pergi juga dengan engkau.&#8221;<br \/>\nMereka berangkat lalu naik ke perahu,<br \/>\ntetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.<\/p>\n<p>Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai;<br \/>\nakan tetapi murid-murid itu tidak tahu,<br \/>\nbahwa itu adalah Yesus.<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Tidak ada.&#8221;<br \/>\nMaka kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu,<br \/>\nmaka akan kamu peroleh.&#8221;<br \/>\nLalu mereka menebarkannya,<br \/>\ndan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.<\/p>\n<p>Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus,<br \/>\n&#8220;Itu Tuhan!&#8221;<br \/>\nKetika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan,<br \/>\nmaka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian,<br \/>\nlalu terjun ke dalam danau.<br \/>\nMurid-murid yang lain datang dengan perahu<br \/>\nkarena mereka tidak jauh dari darat,<br \/>\nhanya kira-kira dua ratus hasta saja;<br \/>\ndan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.<\/p>\n<p>Ketika tiba di darat,<br \/>\nmereka melihat api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti.<br \/>\nKata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu angkat itu.&#8221;<br \/>\nSimon Petrus naik ke perahu,<br \/>\nlalu menghela jala itu ke darat,<br \/>\npenuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya;<br \/>\ndan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak.<br \/>\nKata Yesus kepada mereka, &#8220;Marilah dan sarapanlah!&#8221;<br \/>\nTidak ada di antara murid-murid itu yang berani<br \/>\nbertanya kepada-Nya, &#8220;Siapakah Engkau?&#8221;<br \/>\nSebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan.<br \/>\nYesus maju ke depan,<br \/>\nmengambil roti dan memberikannya kepada mereka;<br \/>\ndemikian juga ikan itu.<br \/>\nItulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri<br \/>\nkepada murid-murid-Nya<br \/>\nsesudah Ia bangkit dari antara orang mati.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Dalam perikope Injil hari ini diceriterakan bagaimana Yesus menampakkan diri di tepi Danau Tiberias. Jika kita bandingkan dengan penampakan-penampakan sebelumnya, Kristus menampakkan diri ketika para murid sedang berkumpul, mungkin sedang berdoa pada hari Tuhan, atau mereka sedang berkumpul serta menantikan-Nya. Kali ini Ia menampakkan diri saat mereka bekerja, menangkap ikan. Menarik untuk memperhatikan bahwa beberapa kisah penampakan sesudah kebangkitan, juga seperti dikisahkan dalam Injil hari ini, terjadi pada saat makan. Tuhan hadir saat makan.<\/p>\n<p>Ada sesuatu yang kudus dalam makan bersama, saat kita memohon Tuhan memberkati makanan kita. Kita makan agar kita dapat melaksanakan karya Tuhan. Saat makan, kita juga berbagi baik makanan maupun kasih persaudaraan.<\/p>\n<p>Yesus yang adalah Tuhan dan Guru memberi para murid makan. Ia menyiapkan sarapan. Ia melayani, memberi mereka dan memberi kita Ekaristi. Kita ingat pada masa pandemi yang lalu, ketika kita tidak dapat merayakan Ekaristi bersama-sama secara \u201coffline\u201d, betapa kita merindukan Ekaristi. Kerinduan akan Ekaristi itu pun menginspirasi pelbagai permenungan dan karya seni, seperti penciptaan lagu. Namun yang paling utama, kesempatan tersebut menjadi undangan untuk bertanya: apa makna Ekaristi untuk saya?<\/p>\n<p>Ia telah senantiasa mengundang kita untuk datang, makan makanan yang telah disiapkan-Nya bagi kita, yakni tubuh-Nya. Semoga semangat yang sama juga menjiwai kita: mengundang sesama jauh dan dekat untuk berbagi apa yang terbaik yang kita miliki, yakni kasih dan belarasa. Apa yang dapat kita buat bagi mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan uluran tangan kita? Semoga apa yang kita buat menjadi tanda bahwa Ia bangkit dan hidup di tengah-tengah kita.<\/p>\n<p>Tuhan, Engkau memberi kami makan tubuh-Mu dan minum darah-Mu dalam Ekaristi. Semoga kami semakin bersatu dengan-Mu dan persatuan dengan-Mu semakin mendorong kami untuk melayani dan berbagi.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Tetap sehat dan semangat! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"DyRCygsDum\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/sarapan-bersama-yesus\/\">Sarapan Bersama Yesus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Sarapan Bersama Yesus&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/sarapan-bersama-yesus\/embed\/#?secret=iELemSx5sc#?secret=DyRCygsDum\" data-secret=\"DyRCygsDum\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 10 April 2026 Hari Jumat Dalam Oktaf Paskah Yohanes 21:7a (Yoh 21:1-14) Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: \u201cItu Tuhan.&#8221; Yesus Ada Dan Kita Punya Segalanya Sepeninggalnya Yesus,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95222"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95223,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95222\/revisions\/95223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}