{"id":95160,"date":"2026-04-09T09:18:22","date_gmt":"2026-04-09T02:18:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95160"},"modified":"2026-04-09T09:18:22","modified_gmt":"2026-04-09T02:18:22","slug":"kamis-09-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95160","title":{"rendered":"Kamis. 09 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 09 April 2026<br \/>\nHari Kamis Dalam Oktaf Paskah<br \/>\nLukas 24:46-48 (Luk 24:35-48)<br \/>\nKata-Nya kepada mereka: &#8220;Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.\u201d<\/p>\n<p>Menjadi Saksi Kebangkitan Yesus<\/p>\n<p>Para murid Yesus dihantui oleh rasa bersalah karena telah bersikap pengecut dan lari meninggalkan Yesus ketika Ia ditangkap dan dianiaya. Bukannya solider dengan penderitaan Yesus, mereka mencari aman sendiri.<br \/>\nMereka juga ketakutan karena dengan menjadi murid Yesus, mereka dianggap musuh oleh orang Yahudi. Oleh karena itu mereka memilih bersembunyi dalam rumah dan mengunci pintu rapat-rapat.<br \/>\nTapi Yesus tiba-tiba muncul di tengah mereka. Ia bukan datang untuk menghakimi dan menghukum perbuatan jahat mereka. Yesus datang membawa damai sejahtera. Kata Yesus, \u201cDamai sejahtera bagi kamu!\u201d<br \/>\nIa mengampuni mereka dan menguatkan hati mereka untuk memandang ke depan, bukan ke masa lalu.<\/p>\n<p>Para rasul mengalami betapa mereka diampuni Yesus dan didamaikan kembali dengan Tuhan yang tak henti mengasihi mereka. Yesus-pun meminta mereka umtuk menjadi saksi, agar pengampunan dan damai sejahtera yang mereka alami, diwartakan ke seluruh dunia dan dialami semua umat manusia.<br \/>\nOleh pewartaan para Rasul kita-pun mengalami pengampunan dan belaskasih Tuhan. Kita yang tak pantas dikasihi karena dosa kita, diangkat Yesus dari lembah kehinaan dan dijadikan sahabat-sahabatNya, diangkat menjadi putra-putri Allah.<\/p>\n<p>Kini giliran kita untuk menjadi saksi betapa Yesus itu baik. Dalam Dia kita menemukan damai sejahtera karena Yesus hidup dan menemani kita, dalam suka duka hidup kita.<br \/>\nBersama Yesus hidup kita menjadi berarti sebab salib Yesus telah menjadi ungkapan kasih yang nyata apa artinya pengorbanan dan pemberian diri Yesus bagi kita.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Damai sejahtera dari Yesus bagi kita semua.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Apr 2026<br \/>\nKamis Oktaf Paskah<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Luk 24:35-48<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 24:35-48<br \/>\nMesias harus menderita<br \/>\ndan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus,<br \/>\nditemui oleh Yesus yang bangkit,<br \/>\nsegera kembali ke Yerusalem.<br \/>\nMereka menceriterakan kepada saudara-saudara<br \/>\napa yang terjadi di tengah jalan,<br \/>\ndan bagaimana mereka mengenal Yesus<br \/>\npada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu,<br \/>\nYesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,<br \/>\n&#8220;Damai sejahtera bagi kamu!&#8221;<br \/>\nMereka terkejut dan takut,<br \/>\nkarena menyangka bahwa mereka melihat hantu.<br \/>\nAkan tetapi Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu terkejut,<br \/>\ndan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?<br \/>\nLihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!<br \/>\nRabalah Aku dan lihatlah,<br \/>\nkarena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,<br \/>\nseperti yang kamu lihat ada pada-Ku.&#8221;<br \/>\nSambil berkata demikian<br \/>\nIa memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.<\/p>\n<p>Dan ketika mereka belum juga percaya<br \/>\nkarena girang dan masih heran,<br \/>\nberkatalah Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Adakah padamu makanan di sini?&#8221;<br \/>\nLalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.<br \/>\nIa mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu<br \/>\nketika Aku masih bersama-sama kamu,<br \/>\nyakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku<br \/>\ndalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus membuka pikiran mereka,<br \/>\nsehingga mereka mengerti Kitab Suci.<\/p>\n<p>Kata-Nya kepada mereka, &#8220;Ada tertulis demikian:<br \/>\nMesias harus menderita<br \/>\ndan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.<br \/>\nDan lagi: dalam nama-Nya<br \/>\nberita tentang pertobatan dan pengampunan dosa<br \/>\nharus disampaikan kepada segala bangsa,<br \/>\nmulai dari Yerusalem.<br \/>\nKamu adalah saksi dari semuanya ini.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>JADILAH PUTRA-PUTRI PASKAH KRISTUS<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cPada hari raya Paskah tahun ini ada banyak orang memberi diri mereka untuk dibaptis dan diterimakan di dalam Gereja Katolik. Inilah alasan utamanya bahwa di tengah pergolakan dunia yang tidak stabil dan kompromi dengan dunia moderen, Gereja Katolik dipandang sebagai satu-satunya instituasi yang berdiri kokoh mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan universal, dan teristimewa di dalam Gereja Katoliklah orang-orang itu menemukan kepastian bahwa Yesus sungguh ada dan hadir dalam Ekaristi kudus, bukan sekedar sebuah lambang atau simbol.\u201d<\/p>\n<p>Firman penguat:&#8221;Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.\u201d ( ayat 46 &#8211; 48 )<\/p>\n<p>Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Jadikanlah Paskah sebagai moment kebangkitanmu dari keterpurukan; dari kegelapan menuju terang, dari dosa menuju kesucian, dan dari kegagalan menuju keberhasilan;<\/p>\n<p>2) Wartakanlah kebangkitan dan daya ubah serta harapan yang tak mengecewakan kepada semua orang di sekitarmu bahwa Yesus adalah sungguh Tuhan dan penjamin keselamatanmu;<\/p>\n<p>3) Jadikanlah dirimu sebagai contoh dan teladan bagi orang lain bagaimana kebangkitan Tuhan telah mempertobatkan, mengubah dan membuatmu bertumbuh serta berbuah sebagai pengikut Kristus.<\/p>\n<p>Yakin dan akuilah ini: \u201cChristus vincit, Christus regnat, Christus imperat,\u201d yang artinya \u201dKristus menang, Kristus memerintah, Kristus berkuasa.\u201d<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 09 April 2026 Hari Kamis Dalam Oktaf Paskah Lukas 24:46-48 (Luk 24:35-48) Kata-Nya kepada mereka: &#8220;Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95161,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95160\/revisions\/95161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}