{"id":95114,"date":"2026-04-08T17:17:05","date_gmt":"2026-04-08T10:17:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95114"},"modified":"2026-04-08T17:17:05","modified_gmt":"2026-04-08T10:17:05","slug":"rabu-08-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=95114","title":{"rendered":"Rabu, 08 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 08 April 2026<br \/>\nLukas 24:15-16 (Luk 24:13-35)<br \/>\nKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.<\/p>\n<p>Jangan Biarkan Persoalan Hidup Menutup Mata Kita Akan Kehadiran Yesus<\/p>\n<p>Sesudah Yesus disalibkan, dua murid dari Emaus pulang kampung dengan sedih dan kecewa. Pahlawan dan junjungan mereka mati secara terhina di kayu salib. Semua impian dan harapan mereka sirna. Mereka memandang ke belakang dengan penuh penyesalan akan semua yang terjadi. Tak ada harapan ke depan karena Yesus tidak ada lagi. Begitu dalam kekecewaan mereka karena persoalan hidup yang mereka hadapi, hingga mereka tak mengenali kehadiran Yesus yang tengah menemani mereka berjalan bersama.<br \/>\nPrihatin dengan keputusasaan mereka, Yesus pun memberi mereka perspektif baru dengan menggali isi Kitab Suci.<br \/>\nYesus berkisah tentang semua nubuatan para nabi mengenai Mesias. Ia adalah Hamba Yahwe yang harus menderita untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.<br \/>\nHati merekapun mulai berkobar-kobar lagi, semangat mereka pulih kembali. Saat Yesus mengadakan Ekaristi, mata mereka tiba-tiba terbuka. Itu Yesus! Yesus telah bangkit dan hadir di tengah mereka!<\/p>\n<p>Semoga kisah dua rasul Emaus mengingatkan kita hal yang sama yang kita alami. Persoalan dan kesulitan hidup yang berat seakan menutup mata kita terhadap kehadiran Yesus dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita.<br \/>\nSengsara dan derita, duka nestapa serta sakit penyakit sering kita lihat sebagai hukuman yang menjauhkan kita dari Tuhan. Betapa sulit melihat Tuhan ketika kita lagi kecewa dan putus asa.<br \/>\nPaskah Kristus mengingatkan kita bahwa Yesus bangkit untuk memulihkan keyakinan kita akan kasih Allah yang tak pernah berkesudahan.<\/p>\n<p>Mari mengenali wajah Yesus dalam setiap perjumpaan kita dengan sesama. Kenalilah wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai. Alamilah kehadiranNya yang kudus dan nyata dalam perayaan Ekaristi, dalam ibadah syukur, di saat dua tiga orang berkumpul dalam namaNya, di saat kita berdoa di hadiratNya. Yesus tak pernah meninggalkan kita berjalqn sendirian.<\/p>\n<p>Tetaplah optimis, penuh gairah dan harapan, Tuhan Yesus berjalan bersama kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Apr 2026<br \/>\nRabu Oktaf Paskah<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 118:24<br \/>\nBacaan Injil: Luk 24:13-35<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 118:24<br \/>\nInilah hari yang dijadikan Tuhan,<br \/>\nmarilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 24:13-35<br \/>\nMereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan,<br \/>\ndua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung<br \/>\nbernama Emaus,<br \/>\nyang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,<br \/>\ndan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu<br \/>\nyang telah terjadi.<br \/>\nKetika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,<br \/>\ndatanglah Yesus sendiri mendekati mereka,<br \/>\nlalu berjalan bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nTetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,<br \/>\nsehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?&#8221;<br \/>\nMaka berhentilah mereka dengan muka muram.<br \/>\nSeorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya,<br \/>\n&#8220;Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem,<br \/>\nyang tidak tahu apa yang terjadi di situ<br \/>\npada hari-hari belakangan ini?&#8221;<br \/>\nKata-Nya kepada mereka, &#8220;Apakah itu?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret!<br \/>\nDia adalah seorang nabi,<br \/>\nyang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan<br \/>\ndi hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.<br \/>\nTetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami<br \/>\ntelah menyerahkan Dia untuk dihukum mati<br \/>\ndan mereka telah menyalibkan-Nya.<br \/>\nPadahal kami dahulu mengharapkan,<br \/>\nbahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.<br \/>\nTetapi sementara itu telah lewat tiga hari,<br \/>\nsejak semuanya itu terjadi.<br \/>\nDan beberapa perempuan dari kalangan kami<br \/>\ntelah mengejutkan kami:<br \/>\nPagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,<br \/>\ndan tidak menemukan mayat-Nya.<br \/>\nLalu mereka datang dengan berita,<br \/>\nbahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat,<br \/>\nyang mengatakan bahwa Yesus hidup.<br \/>\nDan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati,<br \/>\nbahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu,<br \/>\ntetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Hai kamu orang bodoh,<br \/>\nbetapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya<br \/>\nakan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!<br \/>\nBukankah Mesias harus menderita semuanya itu<br \/>\nuntuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?&#8221;<br \/>\nLalu Ia menjelaskan kepada mereka<br \/>\napa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci,<br \/>\nmulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.<br \/>\nSementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju.<br \/>\nIa berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.<br \/>\nTetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat,<br \/>\n&#8220;Tinggallah bersama-sama dengan kami,<br \/>\nsebab hari telah menjelang malam<br \/>\ndan matahari hampir terbenam.&#8221;<br \/>\nLalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.<br \/>\nWaktu duduk makan dengan mereka,<br \/>\nIa mengambil roti, mengucap berkat,<br \/>\nlalu memecah-mecahkannya dan<br \/>\nmemberikannya kepada mereka.<br \/>\nKetika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,<br \/>\ntetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.<br \/>\nKata mereka seorang kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Bukankah hati kita berkobar-kobar,<br \/>\nketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan<br \/>\ndan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?&#8221;<\/p>\n<p>Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem.<br \/>\nDi situ mereka mendapati kesebelas murid itu.<br \/>\nMereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.<br \/>\nKata mereka kepada kedua murid itu,<br \/>\n&#8220;Sungguh, Tuhan telah bangkit,<br \/>\ndan telah menampakkan diri kepada Simon.&#8221;<br \/>\nLalu kedua orang itu pun menceriterakan<br \/>\napa yang terjadi di tengah jalan,<br \/>\ndan bagaimana mereka mengenal Yesus<br \/>\npada waktu Ia memecah-mecahkan roti.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>RUPA KRISTUS YANG BANGKIT DALAM EKARISTI KUDUS<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cBersyukurlah jika Anda seorang Katolik karena tidak ada ruang kosong yang hampa nan membingungkan. Semua peristiwa iman bisa dijelaskan lewat simbol dan sarana, tapi lebih mempesona lagi ketika di dalam Ekaristi, Yesus yang bangkit tidak dilambangkan melainkan sungguh nyata hadir dan ada seperti pengalaman dua murid ke Emaus.\u201d<\/p>\n<p>Firman penguat:&#8221;Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia.\u201d ( ayat 30 &#8211; 31 )<\/p>\n<p>Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Anda bisa dibuat terkagum-kagum, tertawa, bersemangat, pun bisa sedih dan menangis ketika mendengarkan kotbah, tapi hanya dalam Ekaristi kuduslah Anda disatukan secara pribadi dengan Yesus, yang membiarkan Tubuh dan Darah-Nya disantap; darah-Nya mengalir, bercampur dan membersihkan darahmu, dan tubuh-Nya menyatu dengan dagingmu;<\/p>\n<p>2) Setiap kali Anda hadir dan merayakan Ekaristi maka Anda seperti dua murid yang telah sampai di Emaus; Anda mencari Yesus dan Dia membiarkan diri-Nya ditemui olehmu;<\/p>\n<p>3) Undanglah Yesus untuk datang ke rumahmu, keluargamu dan jiwamu lewat doa yang Anda naikan kepada-Nya baik secara pribadi maupun secara bersama di dalam rumah dan komunitasmu.<\/p>\n<p>Hanya di dalam Ekaristilah Anda tidak hanya mendengar Yesus yang bersabda, melainkan Anda diizinkan dan dilayakkan untuk bersatu erat dengan-Nya lewat tindakan menyantap Tubuh dan Darah-Nya.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 08 April 2026 Lukas 24:15-16 (Luk 24:13-35) Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-95114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=95114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95115,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/95114\/revisions\/95115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=95114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=95114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=95114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}