{"id":94835,"date":"2026-04-03T13:30:25","date_gmt":"2026-04-03T06:30:25","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94835"},"modified":"2026-04-03T13:30:25","modified_gmt":"2026-04-03T06:30:25","slug":"jumat-agung-03-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94835","title":{"rendered":"Jumat Agung, 03 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 03 April 2026<br \/>\nJumat Agung<br \/>\nYohanes 19:19 (Yoh 18:1 &#8211; 19:42)<br \/>\nPilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: *&#8221;Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.&#8221;<\/p>\n<p>Cinta Yang Tak Bertepi, Cinta Yesus Bagi Kita<\/p>\n<p>Di atas salib Yesus kita selalu membaca tulisan INRI, artinya, Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum. Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi.<br \/>\nTulisan ini jelas dimaksudkan sebagai ungkapan penghinaan dan olok-olokan kepada Yesus.<br \/>\nTahtanya adalah salib hina, tempat para penjahat paling kejam dihukum.<br \/>\nPara serdadu menganyam mahkota duri dan memasangnya di kepala Yesus sebagai mahkota.<br \/>\nIa telanjang memalukan tak punya jubah, penuh luka berlumuran darah sebagai pecundang yang kalah. Raja macam apa itu?<\/p>\n<p>Oh betapa Ia dihina, dipermalukan, dianiaya dan dibunuh dengan keji di tiang salib. Namun semua yang semula dianggap sebagai penghinaan ini telah menjadi pernyataan cinta yang agung dan abadi, cinta tanpa syarat dan tak bertepi. Ia mencintai kita sehabis-habisnya.<br \/>\nKini salib Yesus dipajang di mana-mana untuk mengingatkan umat manusia sepanjang masa, kemenangan cinta kasih Allah melalui kebijaksanaan salib.<br \/>\nYesus telah taat sampai mati di kayu salib dan Ia menjadi Raja yang sejati.<br \/>\n\u201dItulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: &#8220;Yesus Kristus adalah Tuhan,&#8221; bagi kemuliaan Allah, Bapa!\u201d (Filp 2:9-11).<\/p>\n<p>_ Pandanglah salib Yesus, saat kita merasa hidup ini penuh susah dan derita. Saat kita merasa sepi dan tak punya siapa-siapa._<br \/>\nSaat kita difitnah dan direndahkan, ditolak dan dianggap tak berarti. Bukan hanya oleh orang lain, bahkan oleh suara dari dalam diri kita sendiri yang membuat kita merasa hampa dan tak berarti.<br \/>\nIngatlah, Yesus telah mati bagi kita agar hidupNya menjadi hidup kita, kemenanganNya menjadi kemenangan kita atas dosa dan maut.<\/p>\n<p>\u201dTrimakasih ya Yesus untuk cinta dan pengorbananMu bagi kami. Dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia. Kami sungguh dicintai, diangkat dan dimuliakan. Engkaulah Tuhan dan Raja kami untuk selamanya. Terimalah cinta dan hormat kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat merayakan Jumat Agung. Agunglah selalu kasih Tuhan bagi kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<br \/>\nJumat, 03 April 2026<br \/>\nJUMAT AGUNG: MENGENANG WAFAT TUHAN<br \/>\nInjil: Yoh. 18 : 1 &#8211; 19 : 42<\/p>\n<p>YESUS MATI UNTUK KITA AGAR KITA HIDUP UNTUK SALING MENGHIDUPI<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cYesus rela menderita dan wafat untuk menebus dosa kita sehingga kita memperoleh keselamatan.\u201d<\/p>\n<p>Firman penguat: \u201cIa dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.\u201d ( Yes. 53 : 3 )<\/p>\n<p>Yesus menyelesaikan tugas perutusan-Nya dengan sempurna di salib. Semua pengorbanan-Nya dilakukan dengan rela hati agar kita memiliki keyakinan bahwa Dialah jaminan keselamatan kita. Ketika Ia berkata: \u201cSelesailah sudah.\u201d Ini bukan tanda kekalahan, melainkan proklamasi kemenangan bahwa hutang dosa telah lunas dibayar, nubuatan digenapi, dan jalan keselamatan dibuka.<\/p>\n<p>Firman penguat: \u201cSelesailah sudah.\u201d ( Yoh. 19 : 30 )<\/p>\n<p>Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita:<\/p>\n<p>1) Setulus apakah engkau telah berkorban untuk mereka yang Anda cintai dan yang mencintaimu?<\/p>\n<p>2) Tanyakanlah dirimu: Apakah engkau lebih suka menghidupi dan membantu orang lain atau mengorbankan orang lain demi kepentinganmu?<\/p>\n<p>3) Ingatlah bahwa Jumat Agung adalah retret agung saat kita mengenang wafat Yesus maka manfaatkanlah hari ini untuk semakin dekat dengan Yesus dalam derita-Nya agar Ia pun mrngikutsertakan engkau dalam kebangkitan-Nya.<\/p>\n<p>Selamat mengenang WAFAT TUHAN KITA YESUS KRISTUS untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 03 April 2026 Jumat Agung Yohanes 19:19 (Yoh 18:1 &#8211; 19:42) Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: *&#8221;Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.&#8221; Cinta Yang Tak&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-94835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94835"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94836,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94835\/revisions\/94836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}